KUDUS, Harianmuria.com – Tradisi Dandangan Kudus 2026 yang merupakan agenda rutin menyambut bulan suci Ramadan sudah dimulai sejak Sabtu, 7 Februari 2026. Rencananya acara ini digelara 12 hari hingga tanggal 18 Februari 2026.
Namun, Dandangan Kudus yang sudah berlangsung selama enam hari ini tak luput dari keluhan warga, khususnya yang menggelar lapak jualan. Pedagang menyayangkan tenda bocor saat hujan hingga kejadian listrik mati.
Salah satu pedagang di blok G atau di dekat perempatan Jember, Mikael, mengatakan bahwa tendanya sempat bocor saat hujan deras karena terdapat banyak lubang yang masih menganga sehingga air hujan merembes.
Selain itu, sekat antara tenda satu dengan tenda yang lain juga ikut dialiri air. Akibatnya, Mikael yang menyewa dua lokal tenda, terpaksa harus menutup sendiri sekat antartenda agar dagangan yang dipajang tidak basah.
“Tenda saya bocor. Dagangan saya juga sempat basah karena kena air yang keluar dari sekat antartenda,” ujarnya, Kamis, 12 Februari 2026.
Tarif Parkir Dandangan Kudus 2026 Diseragamkan, Jukir Nakal Bakal Ditindak
Dirinya sudah menambal secara mandiri beberapa lubang tenda dengan menggunakan lakban. Sekat antar tenda juga telah ditutup seadanya menggunakan terpal.
“Ini sudah mendingan, tidak terlalu bocor lagi,” tuturnya.
Pedagang lain di blok yang sama, Riska Amelia juga memberikan keluhan. Ia menyebut bahwa saat hujan, air sempat mengalir di sekat antartenda.
Dirinya kemudian mengakali kondisi tersebut dengan menutup terpal seadanya, supaya air hujan tidak langsung mengalir ke tengah-tengah area dagangannya.
Perputaran Uang di Festival Dandangan Kudus 2026 Ditarget Tembus Rp17 Miliar
Selain itu, Riska mengungkapkan bahwa pada hari pertama pelaksanaan Dandangan atau pada Sabtu, 7 Februari 2026, listrik di blok-nya belum bisa menyala hingga pukul 21.00 WIB. Padahal lapaknya sudah buka mulai pukul 16.00 WIB.
“Kalau tenda aman, cuma memang sekat antara tenda ini kena air mbrobos,” ucapnya.
Sebagai informasi, tradisi Dandangan digelar di sepanjang Jalan Sunan Kudus. Para pedagang kaki lima (PKL) berjualan di ratusan tenda yang disediakan oleh Dinas Perdagangaan dengan variasi harga sewa.
Untuk stan di sepanjang Jalan Sunan Kudus dari Alun-alun Simpang Tujuh hingga Jembatan Kali Gelis, tenda yang disewakan seharga Rp3 juta hingga Rp3,5 juta. Sementara di area Jembatan Kali Gelis hingga Perempatan Jember disewakan sekitar Rp1,5 juta.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus SyarifaE
Editor: Ulfa











