KUDUS, Harianmuria.com – Mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) memanfaatkan limbah besi bekas untuk menciptakan standpro (standing proyektor).
Setelah pengajian rutin di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), mahasiswa Teknik Industri UMKU menyerahkan hasil karya kepada kampus pada Selasa (10/1) yang berlangsung di Ruang Serba Guna, Jalan Ganesha 1, Purwosari, Kudus.
Rektor UMKU Dr. Rusnoto yang menerima secara simbolis karya mahasiswa tersebut memberikan apresiasi.
“Karya standpro ini lebih bermakna, karena lahir dari tangan-tangan kreatif anak muda, ide-ide mereka luar biasa. Inilah yang kita harapkan dari mahasiswa untuk mampu secara mandiri menciptakan karya yang bermanfaat bagi sesama,” ujar Rusnoto.
Sementara Nurul Iman, Mahasiswa Teknik Industri Angkatan 2021, menerangkan alat ciptaannya itu sebagian besar bahan dasarnya berasal dari limbah.
“Produk ini memiliki value positif yang lebih berbeda dari produk lainnya yang ada di pasaran. Bahan baku pembuatan standro 75 persen berasal dari limbah, bahan utamanya besi bekas berjenis hollow,” terangnya saat ditemui usai kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga fungsi yang juga melekat dalam karya mahasiswa tersebut.
“Proyektor, laptop, dan buku-buku referensi penting ketika melakukan presentasi dapat diletakkan dalam satu tempat. Kabel, converter/HDMI juga terlihat lebih rapi. Dilihat dari segi ukuran lebih praktis dan memiliki ketinggian proporsional. Standpro dilengkapi dengan roda, sehingga mobilitasnya mudah dan efektif,” jelasnya.
Inovasi yang dilakukannya itu berangkat dari kesulitan setiap kali akan memulai presentasi saat perkuliahan dimulai. Sehingga dengan dorongan teman-temannya, ia mendesain besi bekar berjenis hollow untuk dijadikan suatu produk inovatif.
Sebagai ketua tim, ia juga bersyukur dapat menyelesaikan produk tersebut bersama dengan timnya.
“Ini juga bisa digunakan dalam even-even lain di kampus. Untuk proses pembuatan dimulai dari studi kasus, curah ide bersama teman-teman, mendesain pola, dan mulai proses perakitan hingga pembuatan ini membutuhkan waktu kurang lebih selama lima hari,” imbuhnya.
Selama proses pembuatan, mahasiswa ini pun berkoordinasi dengan Kepala Laboratorium Sistem Manufaktur Teknik Industri UMKU Syahrial Aman. (Lingkar Network | Ihza Fajar – Harianmuria.com)











