KENDAL, Harianmuria.com – Sekolah-sekolah di Kabupaten Kendal menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk siswa baru tahun ajaran 2026/2027. Salah satunya di SMA N 2 Kendal yang mendapatkan pendidikan demokrasi dalam momen MPLS tahun ini.
Pendidikan demokrasi itu diperoleh melalui pemberian materi oleh petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kendal pada Selasa, 4 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Kabupaten Kendal dan SMA Negeri 2 Kendal sebagai upaya membangun kesadaran demokrasi sejak dini bagi calon pemilih pemula yang akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2029.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kendal, M. Habibi, mengatakan pihaknya ingin mengenalkan peran Bawaslu sekaligus mengajak generasi muda menjadi bagian dari pengawas partisipatif di negara demokratis ini.
“Tujuan utama kami mengenalkan peran Bawaslu kepada siswa-siswi baru sekaligus mengajak mereka menjadi pengawas partisipatif. Pada Pemilu 2029 nanti mereka sudah memiliki hak pilih, sehingga penting memahami bagaimana menjadi pemilih yang cerdas, mandiri, dan berintegritas,” ujar Habibi.
Menurutnya, pendidikan demokrasi sejak bangku sekolah penting agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna hak pilih, tetapi juga mampu mengawal jalannya demokrasi serta menolak praktik pelanggaran pemilu seperti politik uang maupun penyebaran informasi yang menyesatkan.
“Alhamdulillah pihak sekolah menyambut baik program tersebut karena dinilai selaras dengan kebutuhan pembelajaran karakter dan kepemimpinan peserta didik,” ungkapnya.
Ia berharap melalui kolaborasi tersebut, dapat melahirkan generasi pemilih pemula yang memiliki kesadaran demokrasi, berintegritas, serta mampu berpartisipasi aktif dalam menjaga kualitas pelaksanaan pemilu di masa mendatang.
Wakil Kepala SMA Negeri 2 Kendal Bidang Kesiswaan, Henny Atriani, mengapresiasi kehadiran Bawaslu dalam rangkaian MPLS. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan sebagai bekal siswa sebelum menjadi pemilih pemula.
“Anak-anak mendapatkan pemahaman tentang demokrasi dan proses pemilu sejak dini. Ini akan sangat bermanfaat karena pada Oktober nanti kami akan menggelar pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS dengan mekanisme yang dibuat menyerupai penyelenggaraan pemilu sebagai laboratorium demokrasi bagi siswa,” jelas Henny.
Ia berharap kerja sama antara SMA Negeri 2 Kendal dan Bawaslu tidak berhenti pada kegiatan MPLS saja.
“Edukasi kepemiluan harapannya dapat terus berlanjut melalui kegiatan kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), maupun pembinaan pengurus OSIS dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK),” harapnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Tia










