• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Selasa, Agustus 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Pemkot Semarang Pastikan MPLS di Sekolah Rakyat Berjalan Ramah Anak

utia by utia
14 Juli 2026
in Semarang, News
67 2
Kegiatan MPLS di Sekolah Rakyat Kota Semarang. (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

Kegiatan MPLS di Sekolah Rakyat Kota Semarang. (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

528
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Sosial memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat berjalan ramah anak tanpa ada kekerasan dan sesuai ketentuan.

“Konsep MPLS berlangsung sepanjang Juli. Kegiatannya bukan hanya pembelajaran, tetapi pengenalan lingkungan sekolah, pembentukan karakter, tanpa kekerasan dan tanpa perpeloncoan,” kata Kepala Dinsos Kota Semarang, Agus Junaidi, Selasa, 14 Juli 2026.

Ia mengungkap seluruh siswa Sekolah Rakyat bahkan telah masuk asrama sejak sehari sebelum MPLS dimulai pada Senin, 13 Juli 2026 untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Mereka sudah masuk sejak kemarin karena terlebih dahulu menjalani cek kesehatan. Alhamdulillah hasilnya baik semua,” ujarnya.
Agus menyebut kondisi siswa angkatan pertama Sekolah Rakyat tahun ini dinilai lebih siap dibanding sekolah rintisan sebelumnya.

“Secara mental, moral, maupun karakter, anak-anak yang diterima tahun ini lebih baik dibanding sekolah rintisan sebelumnya,” ungkapnya.

Meski menggunakan sistem asrama, Agus memastikan orang tua tetap diberikan keleluasaan untuk menjenguk anak setiap hari selama di luar jam pelajaran.

“Silakan datang setiap hari pada waktu istirahat atau di luar jam belajar. Sudah ada wali kelas, wali asrama, dan guru pendamping yang selalu mendampingi anak-anak,” jelasnya.

Menurutnya, keterbukaan akses bagi orang tua menjadi bagian penting agar mereka dapat memantau perkembangan putra-putrinya selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Orang tua bisa melihat tumbuh kembang anak setiap hari. Harapannya mereka tahu bahwa anak-anak berada dalam kondisi baik, bahkan kebiasaan, disiplin, dan moralnya akan semakin tertata,” katanya.

Ia juga meminta para wali murid tidak khawatir terhadap keamanan anak-anak di asrama karena terpantau kamera pengawas atau CCTV.

“Di sini ada CCTV, guru pendamping, wali asrama, tenaga pendidik, dan petugas keamanan. Jadi orang tua tidak perlu was-was,” tegasnya.

Adapun pola kehidupan di Sekolah Rakyat, kata dia, dirancang menyerupai pendidikan berasrama dengan aktivitas yang dimulai sejak dini hari dengan salat Subuh berjamaah. Kegiatan kemudian dilanjutkan apel pagi, sarapan bersama, olahraga, hingga mengikuti proses belajar mengajar sampai sore hari.

Sedangkan pembinaan kedisiplinan, Agus mengatakan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan unsur TNI maupun Polri dalam pembinaan ini.

“Kalau untuk pembinaan disiplin nanti sifatnya tentatif. Bisa saja melibatkan TNI atau Polri karena memang lebih sesuai untuk pendidikan kedisiplinan,” ujarnya.

Agus mengungkap total terdapat 270 siswa yang diterima di Sekolah Rakyat Kota Semarang. Ratusan siswa itu, terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Sementara kuota cadangan disiapkan sebanyak sembilan siswa SD dan dua siswa SMP. Adapun jenjang SMA tidak memiliki daftar cadangan karena seluruh kuota telah penuh.

“Awalnya memang yang SD masih kurang. Setelah kami menggerakkan pendamping PKH, PSM, dan TKSK melakukan sosialisasi serta penjangkauan langsung ke masyarakat, akhirnya kuota terpenuhi,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto mengatakan pembangunan fisik Sekolah Rakyat telah mencapai sekitar 99 persen dan tinggal menyelesaikan pekerjaan minor.

“Kementerian PUPR menyampaikan target tanggal 25 Juli seluruh pekerjaan sudah bersih dan selesai,” katanya.

Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Tia

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Semarang TerkiniMPLSSekolah Rakyat
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Siswa SMP di Jepara Diedukasi Pencegahan Kebakaran saat MPLS

Next Post

Siswa Baru di Kendal dapat Pendidikan Demokrasi saat MPLS

utia

utia

Berita Terkait

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

by ulfa puspa
18 Agustus 2026
547

BLORA, Harianmuria.com – Seorang warga Kabupaten Blora, Lilik Yuliantoro, menggelar aksi jalan kaki mundur sebagai simbol kritik proyek pematangan lahan Sekolah Rakyat di Kecamatan Cepu, Selasa, 18 Agustus...

Harga Material Naik, Anggaran RTLH di Semarang Jadi Rp35 Juta per Unit

Diapresiasi Presiden di Pidato Kenegaraan, Walkot Semarang: Kami Bangga PSN Berhasil Semua

by utia
16 Agustus 2026
512

SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mendapat apresiasi dari Presiden RI Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Dengan apresiasi itu, Wali Kota Agustina Wilujeng...

Harga Material Naik, Anggaran RTLH di Semarang Jadi Rp35 Juta per Unit

Harga Material Naik, Anggaran RTLH di Semarang Jadi Rp35 Juta per Unit

by utia
16 Agustus 2026
519

SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menaikkan anggaran rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi Rp35 juta per unit pada 2026. Kenaikan ini dilakukan di tengah meningkatnya...

DPRD Blora Minta Proyek Pematangan Sekolah Rakyat Cepu Gunakan Tanah Urugan Berizin

DPRD Blora Minta Proyek Pematangan Sekolah Rakyat Cepu Gunakan Tanah Urugan Berizin

by Sekar Sari
14 Agustus 2026
554

BLORA, Harianmuria.com - DPRD Kabupaten Blora meminta pelaksanaan pekerjaan pematangan lahan Sekolah Rakyat di Kecamatan Cepu, agar menggunakan material tanah urugan yang berasal dari tambang galian C legal...

Load More

BERITA UTAMA

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
547
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
517
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
530
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
531

TRENDING HARI INI

  • Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Kemarau Picu Penurunan Hasil Pertanian di Grobogan, Hewan Ternak Kesulitan Pakan

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Blora Dapat Kucuran Dana CSR Rp1 Miliar untuk Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Proyek Rehabilitasi Pasar Ngawen Blora Tetap Dilanjutkan Meski Molor dari Target

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • HUT RI: DPRD Pati Tekankan Sinergi Bangun Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

PROGRAM PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS

Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Dimulai Bulan Depan, Siapa Sasarannya?

3 Januari 2025
588
Dua RSUD di Blora, yaitu RSUD Blora dan RSUD Cepu, kini membayar gaji pegawai menggunakan anggaran BLUD tanpa subsidi APBD.

RSUD Blora Catat Lonjakan Pendapatan dan Kualitas Layanan Sejak Berstatus BLUD

1 Oktober 2025
626

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya