• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Pemkot Semarang Pastikan MPLS di Sekolah Rakyat Berjalan Ramah Anak

utia by utia
14 Juli 2026
in Semarang, News
68 1
Kegiatan MPLS di Sekolah Rakyat Kota Semarang. (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

Kegiatan MPLS di Sekolah Rakyat Kota Semarang. (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

533
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Sosial memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat berjalan ramah anak tanpa ada kekerasan dan sesuai ketentuan.

“Konsep MPLS berlangsung sepanjang Juli. Kegiatannya bukan hanya pembelajaran, tetapi pengenalan lingkungan sekolah, pembentukan karakter, tanpa kekerasan dan tanpa perpeloncoan,” kata Kepala Dinsos Kota Semarang, Agus Junaidi, Selasa, 14 Juli 2026.

Ia mengungkap seluruh siswa Sekolah Rakyat bahkan telah masuk asrama sejak sehari sebelum MPLS dimulai pada Senin, 13 Juli 2026 untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Mereka sudah masuk sejak kemarin karena terlebih dahulu menjalani cek kesehatan. Alhamdulillah hasilnya baik semua,” ujarnya.
Agus menyebut kondisi siswa angkatan pertama Sekolah Rakyat tahun ini dinilai lebih siap dibanding sekolah rintisan sebelumnya.

“Secara mental, moral, maupun karakter, anak-anak yang diterima tahun ini lebih baik dibanding sekolah rintisan sebelumnya,” ungkapnya.

Meski menggunakan sistem asrama, Agus memastikan orang tua tetap diberikan keleluasaan untuk menjenguk anak setiap hari selama di luar jam pelajaran.

“Silakan datang setiap hari pada waktu istirahat atau di luar jam belajar. Sudah ada wali kelas, wali asrama, dan guru pendamping yang selalu mendampingi anak-anak,” jelasnya.

Menurutnya, keterbukaan akses bagi orang tua menjadi bagian penting agar mereka dapat memantau perkembangan putra-putrinya selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Orang tua bisa melihat tumbuh kembang anak setiap hari. Harapannya mereka tahu bahwa anak-anak berada dalam kondisi baik, bahkan kebiasaan, disiplin, dan moralnya akan semakin tertata,” katanya.

Ia juga meminta para wali murid tidak khawatir terhadap keamanan anak-anak di asrama karena terpantau kamera pengawas atau CCTV.

“Di sini ada CCTV, guru pendamping, wali asrama, tenaga pendidik, dan petugas keamanan. Jadi orang tua tidak perlu was-was,” tegasnya.

Adapun pola kehidupan di Sekolah Rakyat, kata dia, dirancang menyerupai pendidikan berasrama dengan aktivitas yang dimulai sejak dini hari dengan salat Subuh berjamaah. Kegiatan kemudian dilanjutkan apel pagi, sarapan bersama, olahraga, hingga mengikuti proses belajar mengajar sampai sore hari.

Sedangkan pembinaan kedisiplinan, Agus mengatakan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan unsur TNI maupun Polri dalam pembinaan ini.

“Kalau untuk pembinaan disiplin nanti sifatnya tentatif. Bisa saja melibatkan TNI atau Polri karena memang lebih sesuai untuk pendidikan kedisiplinan,” ujarnya.

Agus mengungkap total terdapat 270 siswa yang diterima di Sekolah Rakyat Kota Semarang. Ratusan siswa itu, terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Sementara kuota cadangan disiapkan sebanyak sembilan siswa SD dan dua siswa SMP. Adapun jenjang SMA tidak memiliki daftar cadangan karena seluruh kuota telah penuh.

“Awalnya memang yang SD masih kurang. Setelah kami menggerakkan pendamping PKH, PSM, dan TKSK melakukan sosialisasi serta penjangkauan langsung ke masyarakat, akhirnya kuota terpenuhi,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto mengatakan pembangunan fisik Sekolah Rakyat telah mencapai sekitar 99 persen dan tinggal menyelesaikan pekerjaan minor.

“Kementerian PUPR menyampaikan target tanggal 25 Juli seluruh pekerjaan sudah bersih dan selesai,” katanya.

Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Tia

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Semarang TerkiniMPLSSekolah Rakyat
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Siswa SMP di Jepara Diedukasi Pencegahan Kebakaran saat MPLS

Next Post

Siswa Baru di Kendal dapat Pendidikan Demokrasi saat MPLS

utia

utia

Berita Terkait

Cegah Pungli, Dishub Semarang Perkuat Penerapan Sistem Parkir Elektronik Terpadu

Cegah Pungli, Dishub Semarang Perkuat Penerapan Sistem Parkir Elektronik Terpadu

by utia
16 Oktober 2026
508

SEMARANG, Harianmuria.com - Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pehubungan (Dishub) mulai memperkuat pengawasan pengelolaan parkir melalui penerapan Sistem Parkir Elektronik Terpadu.  Penguatan itu dilakukan melalui sosialisasi dan penyuluhan...

Tampilkan 64 Koleksi Sejarah, Walkot Semarang Ajak Warga Pahami Pertempuran Lima Hari

Tampilkan 64 Koleksi Sejarah, Walkot Semarang Ajak Warga Pahami Pertempuran Lima Hari

by utia
16 Oktober 2026
509

SEMARANG, Harianmuria.com - Sebanyak 64 koleksi sejarah kini dipamerkan di Gedung Lawang Sewu, Semarang, untuk mengajak masyarakat membaca kembali perlawanan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan. Pameran bertajuk “Dari Semarang...

Unik, Guru SMP di Semarang Harus Ukur Kolam Hingga Replika Ka’bah MAJT di Lomba Matematika 

DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

by utia
15 Oktober 2026
545

SEMARANG, Harianmuria.com - Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mulai mengeruk 33 sungai dan membenahi saluran drainase di sejumlah titik. Langkah ini sebagai antisipasi banjir menjelang...

Unik, Guru SMP di Semarang Harus Ukur Kolam Hingga Replika Ka’bah MAJT di Lomba Matematika 

Unik, Guru SMP di Semarang Harus Ukur Kolam Hingga Replika Ka’bah MAJT di Lomba Matematika 

by utia
15 Oktober 2026
518

SEMARANG, Harianmuira.com - Ratusan guru SMP di wilayah Kota Semarang turut serta dalam lomba literasi dan numerasi yang digelar Dinas Pendidikan setempat. Lokasi perlombaan berbasis City Map ini...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
526
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Berobat pakai BPJS di RSUD Randublatung Blora cukup hafal NIK atau bawa KTP.

Cukup Hafal NIK! Cara Mudah Berobat Pakai BPJS di RSUD Randublatung Blora

15 Juli 2025
704
NgAllah Suluk Maleman: Peradaban yang Dikendalikan Amarah dan Syahwat

NgAllah Suluk Maleman: Peradaban yang Dikendalikan Amarah dan Syahwat

19 April 2026
623

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya