KENDAL, Harianmuria.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Kendal menanggapi klaim Pemilu bakal digelar lebih cepat sebelum 2029.
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kendal, Mifta Reza NP mengatakan wacana percepatan Pemilu 2029 merupakan opini spekulatif Budi Arie yang belum memiliki landasan hukum maupun konstitusional yang kuat.
Dirinya menegaskan Gerindra Kendal tetap berkomitmen untuk menjaga konstitusi dan fokus mengawal pemerintahan serta program pembangunan untuk kepentingan masyarakat.
“DPC Partai Gerindra Kabupaten Kendal menegaskan pentingnya ketaatan terhadap konstitusi dan undang-undang. Pelaksanaan Pemilu telah diatur dalam sistem ketatanegaraan kita, sehingga Pemilu berikutnya secara reguler diproyeksikan pada 2029,” tegas Mifta.
Ia menilai, pembahasan mengenai percepatan Pemilu di luar mekanisme hukum yang berlaku justru berpotensi menimbulkan kegaduhan politik yang tidak diperlukan.
Bagi Gerindra Kendal, kata dia, prioritas saat ini bukan mempersiapkan diri menghadapi kontestasi politik yang belum waktunya, melainkan mengawal jalannya pemerintahan dan memastikan program pembangunan dapat dirasakan masyarakat.
“Prioritas utama Partai Gerindra hari ini, dari tingkat pusat hingga daerah, termasuk di Kabupaten Kendal, adalah mendukung penuh agenda pembangunan nasional dan keberlanjutan program Presiden Prabowo Subianto,” tegas Ketua DPC Gerindra Kendal.
Menurutnya, energi bangsa seharusnya diarahkan untuk memperkuat stabilitas ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pembangunan daerah, bukan ditarik kembali ke arus wacana politik praktis yang prematur.
“Jangan sampai energi bangsa kembali ditarik ke dalam arus wacana politik praktis yang prematur. Masyarakat di daerah membutuhkan kepastian politik dan ketenangan untuk bangkit secara ekonomi,” katanya.
Ia menilai, wacana percepatan Pemilu tanpa dasar hukum yang jelas berpotensi mengganggu konsentrasi pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik, menjalankan pembangunan, hingga menjaga iklim investasi.
“Gerindra Kendal memilih untuk tetap menjaga suasana daerah agar kondusif dan tidak terpengaruh oleh wacana politik yang belum memiliki kepastian,” tegas Mifta.
Di sisi lain, Mifta memastikan konsolidasi internal Partai Gerindra di Kabupaten Kendal terus berjalan berkelanjutan.
“Struktur Gerindra di Kabupaten Kendal terus melakukan konsolidasi organisasi secara berkelanjutan. Namun, kerja-kerja partai saat ini difokuskan untuk hadir menyerap aspirasi masyarakat dan mengawal kebijakan pemerintah daerah, bukan untuk bersiap menghadapi pemilu buatan yang spekulatif,” imbuhnya.
Mifta pun berharap seluruh pihak dapat menghormati mekanisme konstitusional yang berlaku dan tidak memperkeruh situasi dengan wacana politik yang belum memiliki dasar hukum.
“Wacana percepatan Pemilu 2029 tidak memiliki urgensi maupun dasar kedudukan hukum yang relevan. Seluruh kader Gerindra di Kendal tetap solid, tegak lurus mengawal kepemimpinan nasional, dan fokus bekerja untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar











