GRESIK, Harianmuria.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik tidak hanya menjadikan penyaluran bantuan pangan dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai rutinitas pembagian logistik semata.
Bertempat di Pendopo Kecamatan Benjeng, Senin (24/8/2026), Wakil Bupati (Wabup) Gresik Asluchul Alif menyulap momen penyerahan bantuan tersebut sebagai sarana ampuh untuk menyerap langsung aspirasi dan keluhan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Gresik menyalurkan bantuan pangan dari Bulog serta Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT).
Tak berselang lama usai penyerahan secara simbolis, Wabup Alif langsung meminta warga yang hadir untuk blablakan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Wabup Alif menegaskan bahwa jajaran pimpinan daerah terus memikirkan solusi atas berbagai kendala yang dialami masyarakat Benjeng.
“Tadi pagi saya rapat, salah satunya membahas bantuan untuk masyarakat. Kami bersama Pak Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik juga memikirkan kondisi Benjeng, mulai dari jalan, banjir sampai pertanian. Karena itu, kalau ada persoalan yang dirasakan panjenengan semua, monggo disampaikan,” ujar Wabup Alif.
Selain itu, Wabup Alif juga kembali menyosialisasikan program Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Gresik.
Ia mengingatkan masyarakat agar mengetahui dan memanfaatkan jaminan kesehatan yang disediakan pemerintah ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Menurutnya, akses terhadap pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dari pelayanan dasar yang harus dipastikan dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, warga diminta tidak ragu memanfaatkan program UHC sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik, Ummi Khoiroh melaporkan, BLT DBHCHT di Kecamatan Benjeng diberikan kepada 262 penerima. Mereka terdiri atas 142 buruh tani tembakau, 4 buruh pabrik rokok, dan 116 masyarakat lainnya.
Setiap penerima memperoleh Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan, sehingga total bantuan yang diterima mencapai Rp900 ribu per orang.
Dalam penyalurannya, Pemkab Gresik menggandeng PT Pos Indonesia untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak sekaligus menjaga akuntabilitas penyaluran.
Lebih jauh, PT Pos Indonesia juga membantu menjangkau penerima yang memiliki kondisi tertentu sehingga tidak dapat hadir secara langsung dalam kegiatan penyaluran.
Sementara itu, bantuan pangan dari Bulog dialokasikan untuk periode Juli, Agustus, dan September. Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras setiap bulan atau total 30 kilogram selama tiga bulan.
Untuk Kecamatan Benjeng, bantuan pangan diberikan kepada 10.364 penerima dengan total alokasi mencapai 310.920 kilogram atau sekitar 310,9 ton beras.
Sedangkan di seluruh Kabupaten Gresik, bantuan pangan tersebut menyasar sekitar 156.121 penerima dengan total alokasi sekitar 4.683.630 kilogram atau 4.683 ton beras selama tiga bulan.
Editor: Asih









