GROBOGAN, Harianmuria.com – Pondok Pesantren Miftahul Huda Ngroto Grobogan kini membangun satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) pasca keracunan massal menu program makan bergizi gratis (MBG).
Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetya mengatakan Pondok Pesantren Miftahul Huda mendapatkan rekomendasi Badan Gizi Nasional untuk mendirikan SPPG sendiri untuk memenuhi pelayanan MBG bagi para santri.
“Titik koordinatnya sudah diatur. Setelah itu ada percepatan, langsung mulai dibangun dan diberi waktu 45 hari harus siap operasional. Pihak pesantren menyatakan siap,” jelasnya, Rabu, 28 Januari 2026.
Adapun jumlah penerima MBG akan disesuaikan jumlah santri di Ponpes Miftahul Huda, yakni sekitar 1.628. Jumlah tersebut berkemungkinan bertambah termasuk guru hingga tukang kebun.
“Sekarang ini kan ada kebijakan baru, semua pengelola dapat juga. Jadi kurang lebih nanti di angka 1.800 termasuk guru. Dan itu bisa meluas ke kiri kanannya (pondok,” terangnya.
Dugaan Keracunan MBG di Gubug Grobogan, BGN Evaluasi SPPG Kuwaron
Adapun di Kabupaten Grobogan sudah ada 132 dapur MBG dari jatah kuota 150. Ddari jumlah tersebut, 112 dapur MBG sudah beroperasi.
Sebagai informasi 804 siswa dari sejumlah sekolah dasar hingga pondok pesantren di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan mengalami keracunan MBG yang didistribusikan SPPG Kuwaron 1 pada Jumat, 9 Januari 2026.
Korban berasal dari sejumlah sekolah dan satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMK yang berlokasi di Desa Ngroto, Penadaran, Glapan, dan Trisari.
Pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional telah melakukan penanganan dan evaluasi atas kejadian tersebut.
Dugaan Keracunan MBG di Gubug Grobogan, BGN Evaluasi SPPG Kuwaron
Sementara hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan pada menu MBG hari itu terbukti ada kontaminasi bakteri.
Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetya selaku Ketua Satgas MBG mengungkapkan bahwa setelah melalui uji laboratorium sampel menu MBG terbukti ada cemaran bakteri pada menu yang didistribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuwaron 1 pada Jumat, 9 Januari 2026.
“Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan telah melakukan penyidikan epidemologi dan investigasi, serta pengambilan sampel makanan dan air minum untuk pemeriksaan laboratorium. Hasilnya ada kontaminasi bakteri e-coli pada sampel air minum serta beberapa menu makanan,” ujarnya dalam konferensi pers pada Rabu, 21 Januari 2026.
Menu MBG yang terkontaminasi bakteri yakni nasi kuning, telur dadar, lalapan selada dan timun, kripik tempe dan minuman.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











