GROBOGAN, Harianmuria.com – Minyak goreng untuk bahan pangan yang didistribusikan di Desa Penadaran, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan diduga terkontaminasi solar.
Warga penerima manfaat bantuan pangan mengaku terdapat aroma menyengat menyerupai solar pada minyak goreng yang diterima. Warga pun tak jadi menggunakan minyak tersebut karena khawatir membahayakan kesehatan.
Salah satu warga, Minah, mengaku terkejut saat pertama kali menggunakan minyak goreng bantuan itu. Menurutnya, bau menyengat langsung tercium ketika minyak mulai dipanaskan di atas wajan.
“Saat digunakan untuk memasak, minyaknya berbau solar menyengat. Karena takut membahayakan kesehatan atau keracunan, kami terpaksa tidak menggunakannya lagi,” ujar Minah, Senin, 29 Juni 2026.
Keluhan serupa disampaikan Ervin. Ia mengatakan puluhan warga yang menerima bantuan tersebut berencana mengembalikan minyak goreng ke balai desa agar dapat ditukar dengan produk yang layak dikonsumsi.
“Kami berencana mengembalikan minyak ini agar bisa diganti dengan minyak goreng lain yang layak dan aman dikonsumsi,” ucapnya.
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Desa Penadaran, Sholehatu Ridlo, membenarkan adanya keluhan dari warga terkait minyak goreng bantuan yang diduga bermasalah.
Berdasarkan laporan yang ia terima, minyak goreng kemasan dua liter bermerek MinyaKita tersebut mengeluarkan bau menyerupai solar ketika digunakan untuk memasak.
“Menurut laporan dari warga, minyak goreng kemasan dua liter bermerek Minyakita berwarna kuning itu memang berbau solar saat digunakan untuk konsumsi,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Desa Penadaran langsung mengimbau seluruh penerima bantuan agar tidak menggunakan minyak goreng tersebut sampai ada kejelasan hasil pemeriksaan.
Warga juga diminta membawa kembali minyak goreng ke kantor desa untuk dilakukan pendataan sebelum nantinya diupayakan penukaran dengan produk yang baru.
“Dari pihak desa menghimbau agar minyak goreng tersebut tidak dikonsumsi terlebih dahulu. Silakan dibawa ke kantor desa untuk didata, dan nantinya akan kami upayakan agar ditukar dengan minyak goreng yang baru dan layak,” jelasnya.
Saat ini, pemerintah desa tengah melakukan pendataan terhadap seluruh minyak goreng bantuan yang diduga bermasalah. Selanjutnya, pemerintah desa akan berkoordinasi dengan instansi dan dinas terkait untuk menyelidiki penyebab munculnya aroma menyerupai solar pada minyak goreng bantuan tersebut serta memastikan keamanan produk bagi masyarakat.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











