GROBOGAN, Harianmuria.com – Kabupaten Grobogan menjadi salah satu daerah di Jawa Tengah untuk melaksanakan program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) periode 2026–2030. Program tersebut menjadi peluang bagi Grobogan untuk membenahi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
Selain Grobogan, program LSDP juga berlangsung di Kota Surakarta, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Brebes.
Bupati Grobogan Setyo Hadi, saat menerima perwakilan tim program LSDP, Senin, 31 Agustus 2026, menyatakan bahwa pemerintah akan memanfaatkan program LSDP dengan maksimal untuk mengatasi permasalahan sampah.
“Kami tentu menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan pemerintah pusat kepada Kabupaten Grobogan. Kepercayaan ini harus kita manfaatkan secara maksimal untuk menjawab persoalan persampahan yang ada di daerah,” ujarnya.
Melalui program LSDP, Bupati Grobogan berharap pemerintah mampu mengubah pola pengelolaan sampah yang selama ini masih mengandalkan sistem kumpul, angkut, dan buang menjadi pengelolaan terintegrasi
“Kita ingin mengubah pola kumpul, angkut, buang menjadi pengelolaan yang lebih terintegrasi. Sampah harus mulai dipilah, diolah, kemudian dimanfaatkan sehingga memiliki nilai dan tidak semuanya berakhir di tempat pembuangan,” katanya.
Menurutnya, tujuan tersebut butuh partisipasi masyarakat, pemerintah desa, satuan pendidikan, hingga keberadaan bank sampah dan kelompok pengelola di tingkat lokal.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan Anang Armunanto menegaskan bahwa pemerintah siap mendukung kebutuhan untuk persiapan pelaksanaan program.
“Pemerintah Kabupaten Grobogan siap memenuhi berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam tahapan persiapan. Kita akan menyesuaikan dengan ketentuan program sekaligus kondisi dan kebutuhan yang ada di daerah,” tegas Anang.
Menurut Anang, kesiapan tersebut penting agar pelaksanaan LSDP tidak hanya sebatas pembangunan sarana dan prasarana, tetapi benar-benar mampu memperkuat sistem layanan persampahan di Grobogan.
“Yang kita harapkan bukan hanya infrastrukturnya yang tersedia, tetapi sistemnya juga berjalan. Ada pemilahan, pengolahan, pemanfaatan, sampai keterlibatan masyarakat sehingga pengelolaan sampah bisa berlangsung secara berkelanjutan,” ujarnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











