GROBOGAN, Harianmuria.com – Pemerintah kabupaten Grobogan menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul banjir yang terjadi dibeberapa titik sejak Senin, 16 Februari 2026.
Sekda Grobogan, Anang Armunanto, dalam pertemuan dengan gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan status siaga bencana berlaku sepekan ke depan mulai 16 Februari 2026.
“Izin melaporkan, saat ini Pemerintah Kabupaten Grobogan menetapkan status siaga darurat bencana mulai tanggal 16 kemarin hingga satu minggu ke depan,” ujarnya dihadapan Gubernur Jateng.
Sekda menuturkan terdapat 7 tanggul jebol yang menyebabkan banjir di berbagai titik.
“Ada 7 tanggul yang jebol di kabupaten Grobogan,” ucapnya.
Banjir berdampak ke 44 desa di 11 kecamatan dengan 9.576 rumah terendam dan satu rumah rusak berat. Selain itu lahan padi yang sudah berusia 40 hingga 60 hari juga terendam banjir.
Pemkab Grobogan telah melakukan berbagai penanganan darurat dengan mendirikan dapur umum, mengirimkan bantuan sandang pangan hingga air bersih.
“Kami telah melakukan penanganan darurat dengan mendirikan dapur umum, lalu sandang pangan hingga air bersih,” ujarnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











