BLORA, Harianmuria.com – Potensi wisata di Kabupaten Blora semakin bergeliat, khususnya di kawasan Waduk Tempuran, Dusun Juwet, Desa Tempuran, Kecamatan Jepon.
Kawasan Waduk Tempuran terletak sekitar 10-11 kilometer dari pusat kota atau alun-alun Blora dengan jarak tempuh sekitar 20 menit menggunakan sepeda motor.
Di sana, sebelumnya terkenal dengan objek wisata kuliner Kafe Tempuran yang berdiri sejak tahun 1999. Wisata itu menyajikan kuliner dengan pemandangan waduk hingga dikenal luas masyarakat sebagai tempat pertemuan.
Sekarang, kawasan wisata Waduk Tempuran kedatangan objek wisata baru dengan mengusung konsep sport tourism bernama Kampoeng Bugaran.
Pengelola Kampoeng Bugaran, Restika, mengatakan pengembangan konsep tersebut melengkapi destinasi wisata yang telah berkembang di Desa Wisata Tempuran selama lebih dari dua dekade terakhir.
Sebelumnya, sambung Restika, kawasan waduk tempuran telah dikenal masyarakat Blora dan kota sekitar, melalui sejumlah destinasi seperti Kampoeng Manganan, Kampoeng Bluron, dan Kampoeng Singgahan.
“Kita konsep di sini, nanti menjadi pusat kebugaran. Jadi kita menyediakan banyak fasilitas olahraga dengan perpaduan kesejukan alam,” beber Restika, Kamis, 2 Juli 2026.
Lebih lanjut, ia menyebut wisata yang dibangun saat ini juga menyediakan lapangan padel dengan ukuran 10×20 meter. Menurutnya olahraga tersebut sekarang ini sedang digandrungi banyak kalangan masyarakat
Lapangan itu sengaja ia konsep berbeda dengan lapangan padel pada umumnya yang berada di dalam gedung. Ia mengembangkan konsep lapangan padel semi indoor yang memadukan suasana alam dan olahraga
“Fasilitas ini kami hadirkan sebagai lapangan padel pertama di Blora. Harapannya menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan komunitas olahraga, untuk berlatih maupun menggelar berbagai kegiatan,” terangnya.
Selain lapangan padel, wisata Kampoeng Bugaran juga dilengkapi berbagai fasilitas. Di antaranya, jogging track sepanjang sekitar 500 meter, mini golf, coffee shop, panggung live music, taman pintar, hingga pusat kuliner.
“Ke depan ada homestay (penginapan), jadi masyarakat luar daerah bisa menginap dan pagi harinya bisa olahraga,” terangnya.
Dalam pengembangan wisata itu, pengelola berencana menggelar berbagai turnamen padel, kegiatan olahraga, dan event komunitas sebagai upaya memperkenalkan olahraga padel, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Desa Tempuran.
“Dengan mengusung konsep wisata berbasis olahraga dan rekreasi keluarga, kami berharap Kampoeng Bugaran dapat menjadi destinasi alternatif di Blora, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM,” kata Restika.
Ia menilai pengembangan kawasan wisata di Blora masih memiliki tantangan yang besar, khususnya pada konektivitas antar wilayah.
Namun, pihaknya tetap optimis, bersama warga setempat dapat mengembangkan sektor wisata di Blora untuk tetap eksis dan menjadi pilihan dengan trobosan-trobosan terbaru.
“Yang saya ubah mindset (pola pikir) warganya. Setelah itu, mudah kita ajak untuk membangun ekosistem wisata,” bebernya.
Menurutnya, potensi wisata di Kabupaten Blora cukup tinggi. Dari wisata alam, waduk, bendungan hingga wisata minat khusus, dapat berkembang dan memiliki nilai ekonomi melalui kreativitas.
“Dukungan pemerintah terhadap konektivitas antar wilayah itu sangat membantu mempercepat pertumbuhan sektor wisata,” pungkasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa










