KENDAL, Harianmuria.com – Kabupaten Kendal masuk prioritas pembangunan mega proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di kawasan pantura Jawa Tengah pada tahun 2027.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan bahwa Kabupaten Kendal menjadi salah satu daerah prioritas bersama Kota Semarang dan Kabupaten Demak dalam proyek penanganan rob.
Meski demikian, hingga kini pemerintah masih menunggu kepastian lokasi awal pembangunan di wilayah Kendal.
“Kurang lebih dua bulan lalu kami diundang dalam rapat kick off penanganan rob. Rencananya groundbreaking pembangunan Giant Sea Wall dimulai pada 2027,” ujarnya pada Rabu, 1 Juli 2026.
Pembiayaan proyek Giant Sea Wall di Kendal bersumber dari pemerintah pusat karena untuk keuangan daerah tidak cukup untuk pembangunan skala besar.
“Kalau menggunakan APBD Kendal tentu sangat berat, bahkan tidak akan mencukupi. Anggarannya diperkirakan mencapai sekitar Rp1 triliun,” katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Hudi Sambodo, mengatakan untuk saat ini pemerintah menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat pesisir terkait rencana penanganan rob dan penataan ruang kawasan pesisir.
“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penanganan rob yang akan dilakukan pemerintah pusat,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh pelestari lingkungan Kendal, Wasito, menilai pembangunan Giant Sea Wall menjadi langkah strategis untuk mengurangi dampak rob yang terus meluas.
Namun, menurutnya, pembangunan tanggul harus dibarengi dengan sistem drainase yang memadai, seperti kolam retensi dan pompa air, agar genangan tidak berpindah ke wilayah lain.
“Saya memprediksi banjir rob dapat mencapai kawasan Alun-Alun Kendal pada 2030-an apabila tidak ada penanganan serius,” ungkapnya.
Prediksi tersebut didasarkan pada terus berkurangnya garis pantai, penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah, serta berkembangnya kawasan industri di wilayah pesisir.
“Sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya penurunan muka tanah di pesisir Kendal dengan laju rata-rata sekitar 2,8 hingga 3 sentimeter per tahun. Kondisi itu diperkirakan akan meningkatkan luas dan kedalaman genangan rob pada tahun 2030 jika tidak diimbangi upaya mitigasi yang menyeluruh,” terangnya.
Selain mendukung pembangunan tanggul laut, Wasito mengajak masyarakat terus melakukan konservasi pesisir melalui penanaman mangrove, pembangunan sabuk pantai, dan pengelolaan kawasan pesisir yang lebih ramah lingkungan sebagai langkah jangka panjang menghadapi ancaman rob.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa










