BLORA, Harianmuria.com – Seorang nenek di Desa Pilang, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, diduga menjadi korban kejahatan hipnotis oleh tiga perempuan yang mengaku sebagai petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Blora pada Selasa pagi, 29 September 2026. Akibatnya, korban kehilangan perhiasan senilai hampir Rp30 juta.
Korban diketahui bernama Pasirah, 65 tahun, warga Dukuh Pulo, Desa Pilang. Perhiasan berupa kalung dan gelang miliknya dibawa pergi oleh ketiga perempuan tersebut setelah korban mengikuti proses pengobatan yang ditawarkan para pelaku.
Kepala Desa Pilang, Suyatno, yang masih memiliki hubungan kerabat dengan korban, mengatakan peristiwa tersebut terjadi ketika Pasirah sedang duduk di depan rumah. Tiga perempuan kemudian datang menggunakan kemeja putih, kerudung biru, dan celana hitam.
Ketiganya mengaku berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blora dan menawarkan pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus terapi.
“Ketiga perempuan tadi menawari Mbah Pasirah cek kesehatan gratis dan terapi dengan menggunakan alat pemijat dan setrum,” ujar Kades Yatno.
Dalam proses tersebut, salah seorang perempuan meminta korban melepas perhiasan yang dikenakannya. Alasannya, kalung dan gelang tersebut disebut dapat mengganggu proses terapi.
“Sepertinya hipnotis, akhirnya Mbah Pasirah, melepas kalung dan gelang dengan sukarela, dan diberikan kepada pelaku,” katanya.
Setelah perhiasan diserahkan, proses terapi kemudian dilanjutkan. Korban diduga dibuat mengantuk hingga tertidur. Ketika terbangun, Pasirah baru menyadari kalung dan gelang miliknya sudah tidak ada.
Kabar tersebut kemudian menyebar di lingkungan sekitar. Yatno yang mengetahui kejadian itu langsung melaporkannya kepada pihak kepolisian agar kasus tersebut segera ditindaklanjuti.
“Di lingkungan langsung heboh termasuk saya mendapatkan kabar tersebut, dan langsung saya laporkan ke kantor polisi agar segera dikejar para pelaku,” tandasnya.
Kapolsek Randublatung, Iptu Sugiyanto, membenarkan adanya laporan dari warga Desa Pilang terkait kejadian tersebut. Polisi kini melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan informasi mengenai identitas dan keberadaan para pelaku.
“Saat ini Reskrim sedang bergerak untuk mencari sejumlah keterangan dan saksi,” ucapnya.
Selain meminta keterangan sejumlah saksi, polisi juga akan menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai keberadaan ketiga perempuan yang diduga terlibat.
“Kami imbau warga selalu berhati-hati dan waspada terhadap orang-orang yang tidak dikenal. Saat menerima tamu minimal ada dua orang untuk mengantisipasi kejadian dan potensi kejahatan,” pungkasnya.
Jurnalis: Hanafi
Editor: Rosyid











