BLORA, Harianmuria.com – Dugaan pencurian sepeda motor terjadi saat acara hiburan orkes dangdut dalam rangka sedekah bumi di Dukuh Kopen, Desa Ngumbul, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Kamis, 30 April 2026. Sejumlah kendaraan milik penonton dilaporkan hilang saat diparkir di sekitar lokasi kegiatan.
Seorang warga setempat, Bambang, menyebut insiden itu terjadi di tengah ramainya penonton yang memadati acara. Ia mengungkapkan, informasi yang beredar menyebutkan beberapa kendaraan menjadi sasaran pelaku.
“Infonya 8 motor. Itu motornya orang-orang yang pada nonton dangdut. Kejadian motor hilang 5 unit, sementara yang 3 unit tidak bisa dibobol,” kata Bambang saat dihubungi wartawan, Sabtu, 2 Mei 2026.
Menurutnya, kondisi parkir yang tidak tertata dimanfaatkan pelaku untuk beraksi. Ia juga menyebut sebagian kendaraan sempat menjadi target namun gagal dibawa kabur.
“Kejadian hilang motor 5 unit, sementara yang 3 unit tidak bisa dibobol. Yang 3 itu sempat dibobol terus ‘konangan’ (ketahuan, red) akhirnya tidak jadi dibawa. Pelaku langsung kabur,” jelas Bambang.
Namun, pihak kepolisian menyampaikan data berbeda. Kapolsek Todanan, Iptu Suhari, membenarkan adanya kejadian tersebut, tetapi menegaskan jumlah kendaraan yang dilaporkan tidak sebanyak informasi yang beredar.
“Kalau jumlah 8 itu cuma kata-katanya saja. Jadi tidak ada dasarnya. Yang diketahui pihak kepolisian cuma 3. Tapi yang melapor secara resmi hanya 1, karena yang 2 tidak dilengkapi surat-surat yang sah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, acara berlangsung dari pukul 19.00 hingga 22.00 WIB dengan jumlah penonton cukup banyak. Pengamanan difokuskan di area panggung untuk mengantisipasi gangguan ketertiban.
“Penonton kan lumayan ramai. Terus ya rata-rata pengamanan kan full. Di dekat panggung lah, untuk menghindari tawuran antar penonton,” katanya.
Suhari menambahkan, sebelumnya pihak kepolisian telah mengimbau panitia untuk menyediakan kantong parkir resmi, namun tidak dilaksanakan.
“Tapi kemarin panitia sudah saya kasih arahan, harus ada kantong parkir. Kalau bisa bayar enggak apa-apa tapi nyatanya panitia bandel juga,” jelasnya.
Kondisi parkir yang tidak terorganisir dinilai menjadi celah bagi pelaku untuk melakukan pencurian. Kehilangan kendaraan baru disadari pemilik setelah acara selesai.
“Iya itu pada mau pulang, baru tahu kalau motornya pada enggak ada,” ujarnya.
Dari tiga laporan yang diterima, kendaraan yang hilang masing-masing berjenis Honda Scoopy, Honda Beat, dan Honda CRF. Namun, hanya satu kendaraan yang dilengkapi dokumen resmi.
“Honda CRF kayak trail itu. Yang beat sama Scoopy itu enggak ada surat-suratnya. Yang ada (surat) itu yang Honda CRF,” jelasnya.
Dalam pengamanan acara tersebut, aparat gabungan diterjunkan, terdiri dari 20 personel kepolisian, 10 personel Koramil, serta Satpol PP.
Pasca kejadian, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan menyisir rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi pelaku.
“Terus kita menyisir CCTV yang ada di pinggir-pinggir jalan itu siapa tahu pelaku keluar atau pulang melalui jalur itu. (Pelaku) dalam tahap penyelidikan. Untuk mengumpulkan bahan-bahan keterangan yang ada di sekitar situ,” jelasnya.
Korban diketahui berasal dari Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, serta warga Desa Kembang, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid











