BLORA, Harianmuria.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Blora masih bergeliat, di tengah pemangkasan dana desa untuk kepentingan program koperasi merah putih.
Diketahui, Dana Desa (DD) di Kabupaten Blora turun hingga 65 persen, dari tahun 2025 yang mencapai Rp265 miliar tahun ini hanya sekitar Rp87 miliar diperuntukkan kepada 271 desa.
Dari jumlah alokasi itu, setiap desa di Kabupaten Blora hanya mendapatkan Rp215 juta hingga Rp373 juta.
Ditengah keterbatasan tersebut, BUMDes Berkah Lestari Desa Blungun, Kecamatan Jepon masih mampu mengoperasionalkan peternakan ayam petelur hingga 1.000 ekor ayam.
Ketua BUMDes Berkah lestari Blungun, Syaerozi, mengatakan 1.000 ayam petelur tersebut belum membuahkan hasil, pasalnya ayam itu baru berproses sekitar dua minggu.
Kendati demikian, menurutnya proses demi proses tetap harus berjalan, guna mendukung ketahanan pangan di tingkat desa.
“Kita sudah targetkan akhir bulan ini bisa menuai hasil pertama, dari peternakan ayam petelur,” ujar Rozi, Selasa, 19 Mei 2026.
Hasil pertama, sambung Rozi, pihaknya tidak menargetkan berlebih terhadap produktivitas ayam petelur yang sedang digeluti. Menurutnya, berhasil 70 persen dari jumlah ayam saat ini sudah cukup baik.
“Kita targetnya 650 hingga 700 butir telur setiap hari, syukur-syukur bisa 800 butir setiap hari,” ucapnya.
Dari jumlah telur itu, diperkirakan mencapai 46 kilo telur setiap hari yang dapat dihasilkan. Sehingga pihaknya berharap pada bulan pertama hasil tersebut dapat memiliki pendapatan kotor mencapai Rp30 juta.
“Harga telur saat ini sedikit anjlok di angka Rp22 ribu. Namun potensi omzet ayam petelur ini saya perkirakan bisa tembus Rp1 juta per hari,” ujarnya.
Rozi mengaku masih berupaya melakukan pemasaran dengan harga maksimal, baik kepada pengepul maupun satuan pelayan pemenuhan gizi (SPPG).
“Ini bersama pemdes masih berupaya melakukan skema pemasaran. Namun tujuan utamanya menciptakan ekosistem ketahanan pangan di tingkat desa,” katanya.
Dalam upaya ketahanan pangan tingkat desa, saat ini pihaknya tidak hanya melakukan peternakan dan penjualan. Pihaknya juga mengajak masyarakat sekitar untuk mengupayakan ketahanan pangan secara mandiri melalui peternakan ayam petelur.
“Seyogyanya ketahanan pangan dilakukan dari tingkat rumah, hasil ayam petelur bisa dibuat makanan harian, bila ada lebih bisa dijual,” katanya.
Pihaknya juga berencana bila ada warga yang turut andil dalam peternakan ayam petelur skala kecil, hasilnya akan dibeli BUMDes.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











