• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Selasa, Agustus 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Kegagalan Hari Itu Bukanlah Akhir

Sekar Sari by Sekar Sari
9 Februari 2023
in Artikel, Kesehatan
67 4
Ilustrasi anak dengan Down Syndrome. (Freepik/Harianmuria.com)

Ilustrasi anak dengan Down Syndrome. (Freepik/Harianmuria.com)

545
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Harianmuria.com – Blitar, 14 Februari beberapa tahun silam pejuang Indonesia yang tergabung dalam batalion Pembela Tanah Air (PETA) wilayah Blitar yang dipimpin oleh Shodanco Soeprijadi melakukan aksi untuk melawan kekejaman  pemerintah Jepang. Hal itu bermula ketika Shodanco Suprijadi cemas akan nasib Indonesia di bawah pendudukan pemerintah Jepang yang selalu ditindas dan dikeruk kekayaannya, bahkan pemerintah Jepang juga mengingkari janjinya sebagai pelindung Asia.

Selan itu, PETA yang merupakan organisasi militer di bawah kepemimpinan Jepang juga merasakan diskriminasi dengan diwajibkan memberi hormat kepada tentara Jepang yang bahkan pangkatnya lebih rendah dari mereka. Akhirnya Shodanco Suprijadi mengumpulkan pasukannya dan merencanakan pemberontakan. Meskipun awalnya mendapat penolakan dari Soekarno, Moh. Hatta, dan beberapa pemuda gerakan bawah tanah, Shodanco Suprijadi tetap kukuh dengan pendiriannya yakni melawan pemerintah Jepang dengan sasaran Markas Militer Jepang wilayah Blitar, yang berada di Hotel Sakura pada 14 Februari 1945 dini hari dengan menembakkan meriam. Karena ledakkan dari meriam muncul bentrok antara pasukan PETA dan pasukan Jepang wilayah Blitar. Namun sayang seribu sayang, pemberontakan ini berhasil digagalkan dan bahkan rencana pemberontakan diketahui oleh Jepang sebelum pemberontakan terjadi sehingga Jepang bisa melakukan antisipasi dan langsung mengumpulkan pasukan yang berada di Malang dan Kediri. Banyak dari anggota PETA berlarian dan ada yang menyerahkan diri. anggota PETA yang tertangkap oleh Jepang diberi hukuman penjara seumur hidup bahkan dihukum mati. Namun dari semua anggota PETA yang dimintai pertanggung jawaban pada 15 Februari 1945, pemimpin mereka, Shodanco Suprijadi tidak ditemukan keberadaannya.

 Meskipun hari itu bangsa Indonesia gagal mengambil haknya, namun semangatnya tetap menjalar hingga kini, bahkan bagi penyandang disabilitas sekalipun. Dalam UU No. 8 tahun 2016 pasal 1, yang berbunyi Penyandang Disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan fisik.

Ada beberapa jenis disabilitas yang  umum ditemukan. Beberapa diantaranya, gangguan penglihatan, tuli atau sulit mendengar, kondisi kesehatan mental disabilitas intelektual, cedera otak setelah lahir, gangguan spektrum autisme, atau disabilitas fisik.

Di kesempatan kali ini kita akan sedikit membahas tentang salah satu jenis disabilitas, yakni Down Syndrome atau Sindrom Down. Down Syndrome adalah kelainan genetik yang paling umum terjadi, dan dapat menyebabkan masalah terkait kesehatan seperti gangguan jantung dan pencernaan. Anak yang mengalami gangguan ini tidak sedikit yang mengalami kecacatan seumur hidup dan bahkan harapan hidupnya lebih pendek.

Apa Penyebabnya?

Umumnya, sel pada tubuh manusia terdiri dari 23 pasang kromosom. Satu kromosom pada setiap pasangan berasal dari ayah dan lainnya dari ibu. Dan sel akan membelah yang menghasilkan tubuh memiliki 46 kromosom. Namun, bagi penderita down syndrome terjadi kegagalan pembelahan sel gamet pada proses Meiosis I ataupun Meiosis II, sehingga mengakibatkan terjadinya kelebihan kromosom 21 sel gamet yang nantinya akan menghasilkan salinan tiga kromosom 21 dan mengakibatkan bayi memiliki 47 kromosom. Menurut National Downs Syndrome Society, semakin tua usia ibu hamil, kemungkinan melahirkan bayi down syndrome juga semakin tinggi.

Tapi, apakah down syndrome bisa dicegah? Bagaimana caranya? Melansir dari laman klikdokter, di bawah ini adalah cara mencegah down syndrome yang bisa diterapkan.

Yang pertama, hamil di usia yang dianjurkan, baik usia Ibu maupun Ayah. Kedua, cukupi kebutuhan asam folat saat hamil, karena zat gizi ini terbukti efektif mencegah kelainan yang mungkin terjadi pada janin. Ketiga, lakukan pemeriksaan antenatal secara rutin dan teratur, pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi dan mencegah segala kelainan yang mungkin terjadi. Keempat, hindari paparan bahan-bahan berbahaya, hindari rokok dan alkohol karena dapat mempengaruhi kualitas sperma dan sel telur. Kelima, terapkan pola makan sehat. Keenam, olahraga rutin. Ketujuh, istirahat yang cukup. Dan yang terakhir, merencanakan kehamilan dengan penuh persiapan.

Karena dilahirkan sebagai anak yang istimewa, penyandang down syndrome memiliki IQ yang dianggap rendah yakni berkisar antara 50 – 70 ketika manusia yang lebih sehat memiliki IQ 85 – 115. Namun hal ini tidak membuat semangat yang dimiliki penyandang down syndrome menurun. Meski dengan segala keterbatasan yang dimiliki, penyandang down syndrome mampu memiliki prestasi yang bisa membuat semua orang berdecak kagum.

Stephanie Handojo atau yang kerap dipanggil Fani adalah salah satu penyandang down syndrome. Meskipun terlahir sebagai anak yang diberi karunia spesial dari tuhan, Fani memiliki segudang prestasi yang gemilang. Pada tahun 2009 di Semarang, tepatnya saat Fani berusia 18 tahun ia berhasil mencatat Rekor MURI Anak Berkebutuhan Khusus yang memainkan 22 lagu secara nonstop dengan piano. Di tahun berikutnya, yakni tahun 2010 Fani meraih prestasi renang di ajang Singapore National Games. Tak hanya itu pada tahun 2011, Stephanie berhasil menjadi atlet Indonesia pertama yang meraih medali emas di Special Olympics World Summer Games di Athena Yunani, untuk nomor 50 meter gaya dada. Puncaknya pada tahun 2012, Fani menjadi perwakilan Indonesia sebagai salah satu pemegang obor Olimpiade London di Nottingham. Pada tahun 2013 Fani kembali mendapatkan medali emas di ajang Special Olympics Asia Pacific 2013 di Australia.

Semangat juang yang telah berhasil ditorehkan oleh pejuang PETA dan Stephanie seharusnya membuat kita tersadar, bahwa setiap manusia memiliki keistimewaan dalam mencapai kesuksesannya masing-masing. Selamat hari peringatan pemberontakan PETA, kita harus percaya bahwa setiap kegagalan adalah langkah awal menuju kesuksesan.

Putri Sofiana, Siswi SMA Modern Al Rifa’ie Gondanglegi, Kabupaten Malang

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: ArtikelDown SyndromeKesehatan
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Ta’sis Masjid Menara Kudus Kenalkan Alquran lewat Lomba Kaligrafi

Next Post

Melawan Arogansi Ganjar, Komut LMG Agsun: Minta Maaf atau Proses Hukum

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Dikucur Rp5,7 Miliar, Renovasi Puskesmas Jekulo Kudus Ditarget Rampung Oktober

Dikucur Rp5,7 Miliar, Renovasi Puskesmas Jekulo Kudus Ditarget Rampung Oktober

by Sekar Sari
7 Agustus 2026
515

KUDUS, Harianmuria.com - Progres renovasi Puskesmas Jekulo di Kabupaten Kudus hingga pekan kesembilan pelaksanaan telah mencapai 38,84 persen. Perbaikan fasilitas kesehatan yang berada di Jalan Raya Kudus–Pati, Desa...

Wujudkan Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKNT IPB Hadir dengan Program SYNERA

Wujudkan Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKNT IPB Hadir dengan Program SYNERA

by ulfa puspa
29 Juli 2026
583

DEMAK, Harianmuria.com - Bawang merah dan ubi jalar telah menjadi komoditas holtikultura utama Desa Kotakan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak. Praktik pertanian bawang merah yang intensif mendorong petani Desa...

Sidak ke RSUD Kayen, DPRD Pati Sarankan Tambah Ruang Pelayanan dan Fasilitas Pendukung

Sidak ke RSUD Kayen, DPRD Pati Sarankan Tambah Ruang Pelayanan dan Fasilitas Pendukung

by ulfa puspa
25 Juli 2026
530

PATI, Harianmuria.com – Komisi D DPRD Kabupaten Pati mengungkap hasil inspeksi mendadak di RSUD Kayen pada Kamis, 23 Juli 2026. Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo,...

Jejak Sejarah dan Makna Laku Spiritual 1 Suro di Surakarta

Jejak Sejarah dan Makna Laku Spiritual 1 Suro di Surakarta

by ulfa puspa
16 Juni 2026
572

Harianmuria.com – Malam Satu Suro yang bertepatan dengan malam 1 Muharram dalam kalender Hijriah, kerap dijadikan momentum yang penuh nuansa spiritual dan sakral bagi masyarakat Jawa. Tradisi perayaan...

Load More

BERITA UTAMA

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
516
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
530
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
530
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

14 Agustus 2026
530

TRENDING HARI INI

  • HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Gubernur Anwar Hafid Minta Forum Pemuda Sulteng Jadi Motor Pembangunan Daerah

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Karantina Jawa Tengah Gaungkan Semangat Kemerdekaan untuk Perkuat Kedaulatan Hayati

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 76 Warga Binaan Rutan Blora Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • KUA PPAS 2027 Disetujui, Jajaran DPRD Pati Kawal Pelaksanaan APBD Tepat Sasaran

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Sekilas Profil Sekda Bener Meriah Riswandika Putra

Sekilas Profil Sekda Bener Meriah Riswandika Putra

24 April 2026
609
Inovasi Batik Kendal, Lumpur Sawah Jadi Pewarna Alami yang Estetik

Inovasi Batik Kendal, Lumpur Sawah Jadi Pewarna Alami yang Estetik

14 Mei 2025
636

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya