• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Kamis, Agustus 6, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Tangani Macet Juwana, Komut LMG Agsun Sumbang Solusi

Sekar Sari by Sekar Sari
10 Februari 2023
in News
98 1
Komisaris Utama Lingkar Media Group, Agus Sunarko, S.STP., MSi. (Lingkar TV)

Komisaris Utama Lingkar Media Group, Agus Sunarko, S.STP., MSi. (Lingkar TV)

763
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Pemimpin Redaksi (Pimred) Koran Lingkar dan Lingkar TV Nailin RA, SH., MH., belakangan ini begitu getol mengangkat isu ‘Macet Juwana’ yang banyak dikeluhkan pengguna jalan, khususnya yang melintasi pantura aktif Juwana-Batangan.

Pengawalannya yang masif terus digencarkan, demi mengetuk pintu para pejabat negara yang berwenang, untuk lebih serius menangani kemacetan Juwana yang berlarut-larut.

Macet bukan hanya merugikan pengguna jalan, tapi juga warga sekitar. Bahkan banyak pula pelaku bisnis, yang terganggu bisnisnya karena kemacetan ini. Diangkatnya isu ‘Macet Juwana’ sebagai salah satu isu sentral, sejalan dengan visi Komisaris Utama Lingkar Media Group sebagai pengawal politik dan kebijakan publik.

Dijelaskan oleh Komisaris Utama Lingkar Media Group, Agus Sunarko, S.STP., MSi. (akrab disapa Agsun), pengawalan isu tersebut berdasarkan masalah yang sangat krusial, menyangkut hajat hidup orang banyak, yakni kemacetan Juwana.

“Tentunya ini (macet Juwana, red) sudah amat sangat merisaukan masyarakat. Kalau boleh saya tahu, pendapat dari Komisaris Utama, tentang tidak banyaknya media mainstream yang mengangkat ini (macet Juwana, red) sebagai isu utama, tapi di Lingkar malah menjadi isu sentral itu apa?” tanya Nailin RA dalam sesi dialog interaktif di studio Lingkar TV, Selasa (7/2).

Mendapat pertanyaan seperti itu, Agsun justru mendoakan media mainstream yang belum mengangkat berita kemacetan Juwana agar segera mengangkat berita tersebut.

“Kita doakan semoga media mainstream yang belum mengangkat kemacetan Juwana, kalau misalnya masih macet, kita doakan segera mengangkat (berita macet Juwana, red),” harapnya.

Agus mengatakan, Juwana adalah jalur Pantura dengan ribuan kendaraan yang hilir mudik dalam sehari semalam.

“Ketika ada kemacetan, berapa perekonomian yang dirugikan? Kita sebagai seorang jurnalis, kita sebagai perusahaan pers, kok bisa kita diam itu bagaimana? Wong itu ada di pusat kantor kita. Di sini, ada di Pati. Kemungkinan pejabat-pejabat yang tidak merasakan susahnya, kalau ingin melewati Juwana-Batangan itu, bisa jadi mereka pakai pengawalan,” jelasnya.

Agus pun meminta para pejabat untuk sekali-kali seperti rakyat biasa, yang melewati jalur macet tanpa pengawalan.

“Cobalah sekali-kali seperti rakyat biasa, lewat jalur itu (Juwana-Batangan, red) tanpa pengawalan. Saya termasuk yang setiap hari Kamis kemarin itu (2/2/2023) melewati jalur itu, dan sering kali tidak bisa, memutar lagi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, tambahnya, Lingkar Media Group fokus mengawal bukan untuk mencari siapa yang salah dan yang benar.

“Hal ini mengapa kita fokuskan, ayo itu kita kawal. Bukan mencari siapa yang salah dan yang benar, tidak. Ayo, kita saling melengkapi. Pejabat punya kekuasaan, punya sumber daya manusia, punya sumber daya keuangan. Silakan diurai kemacetan itu. Media punya kemampuan menulis, punya kemampuan memviralkan, punya kemampuan menyiarkan. Ayo kita siarkan juga, tetapi harus ada kesungguhan,” ucapnya.

Ia tidak ingin penanganan macet Juwana baru dilakukan setelah diberitakan.

“Jangan ketika ini diangkat, baru ada penanganan. Ketika nggak diangkat, tidak. Jangan dan mudah-mudahan ini tidak terjadi,” harapnya.

Agus Sunarko berharap, tumbuh kolaborasi antara media dan pemerintah untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik.

“Yang saya inginkan adalah, ayo kolaborasi demi kehidupan masyarakat yang lebih baik. Media tanpa pemerintah tidak akan jalan. Pemerintah tanpa media juga akan hampa. Kita harus saling melengkapi, bagaimana media sebagai pilar keempat bisa menyempurnakan Trias Politika yang ada di negeri ini,” jelasnya.

Sementara itu, Nailin RA menjelaskan bahwa LMG sudah mencoba menanyakan solusi penanganan macet di Juwana kepada berbagai pihak. Jadi bukan hanya kepada Gubernur Ganjar. Melainkan, sebelumnya sudah mengetuk beberapa pintu instansi untuk mempertanyakan solusi yang benar-benar konkret untuk mengurai kemacetan Juwana.

“Menurut Jenengan yang punya pengalaman selaku Kabid Lalu Lintas di Dinas Perhubungan Pati, solusi apa yang seharusnya diambil untuk mengurai macet Juwana? Kok sepertinya menjadi sebuah drama yang tidak kunjung usai?” tanya Nailin kepada Agus.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Agus Sunarko pun menjelaskan secara gamblang terkait solusi konkret untuk mengatasi macet Juwana.

“Ini kita berbagi pengalaman, memang meskipun saya dari alumni STPDN yang spesifikasinya ada di pemerintahan, saya juga pernah menjabat di Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan. Ini hanya berbagi pengalaman Mbak Pimred, ya. Boleh dipakai boleh tidak,” terusnya.

Menurutnya, idealnya sebelum membangun yang itu diperkirakan akan mengganggu akses jalan umum, yang akan mengganggu akses kehidupan bermasyarakat di situ, tentunya ada analisa dampak lingkungan atau dalam hal ini adalah analisa dampak lalu lintas, AMDAL lalu lintas.

Ia menambahkan bahwa sumber kemacetan adalah pembangunan jembatan Juwana dan perbaikan jalan secara bersamaan. Idealnya, itu dilakukan satu persatu. Sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan akibat pembangunan sekaligus.

“Bagaimana nanti rekayasa jalannya, itu udah dibuat terlebih dahulu sebelum dibangun. Nah, berkaitan dengan Juwana ini, yang dianggap sebagai sumber kemacetan saat ini adalah karena adanya pembangunan jembatan Juwana yang belum selesai. Kemudian ditambah lagi perbaikan jalan yang ada di sepanjang jalan, turut Kecamatan Batangan, Juwana-Batangan itu,” tambahnya.

Ia juga menilai bahwa perencanaan tersebut tidak bagus.

“Nah ini secara perencanaan, nggak bagus. Satu belum terurai kok ditambahi lagi, ya akan semakin macet. Namun kita nggak bisa mundur ke belakang. Apa yang ada ya kita hadapi. Masalah ini harus kita hadapi, tentunya cara mengurai ini harus dengan cara-cara yang terukur,” ucapnya.

Ia mengimbau petugas terkait untuk memasang rambu penunjuk arah dengan jelas dan sesuai dengan jarak pandang sopir.

“Misalnya ya itu kan ada titik-titik crowded di situ. Satu, ada di pertigaan lampu merah menuju jembatan Sampang. Ini kalau kita lihat, tidak ada rambu yang menunjukkan bahwa mobil pribadi harus belok ke kanan. Ada, tapi tidak terlalu jelas!”

Ia pun memosisikan diri sebagai pengguna jalan, karena ia memang sering melintasi jalur tersebut.

“Kalau saya sebagai bukan orang Pati melintas, nggak akan ngerti, kalau saya diarahkan ke belok ke kanan ke arah Jembatan Sampang. Ini menjadi masukan bagi instansi yang terkait. Pasanglah rambu penunjuk arah dengan jelas, dengan jarak pandang yang sopir ini sudah ngerti. Setidaknya satu kilo sebelum itu, sudah ada pemberitahuan mobil pribadi atau mobil yang dianggap boleh melintasi jalur alternatif oleh petugas.

Ia juga berharap adanya pemberitahuan untuk mengatur laju kendaraan.

“Jangan bilang belok ke Sampang, nggak paham orang luar Pati. Karena yang paham jembatan Sampang itu orang Pati. Nah, setelah dari lampu merah itu kemudian ada beberapa titik menuju titik macet menuju ke perbaikan jalan maupun perbaikan jembatan. Nah di situ kita lihat, harusnya ada pemberitahuan KM 2 atau KM 3 atau KM 5. Kemudian, lajur kendaraan tidak boleh lebih dari dua lajur dalam satu arahnya. Nah ini sudah dikasih tahu, sehingga tidak akan terjadi penumpukan. Jalannya satu-satu dikasih tahu dulu. Kalau tidak ada pemberitahuan nggak akan mungkin,” jelasnya.

Ia pun mengatakan, bahwa dengan adanya pemberitahuan, diharapkan kendaraan tidak macet total. Namun tetap berjalan merayap.

“Misalnya KM 3 kendaraan tidak boleh saling menyalip, kendaraan berjalan satu-satu, nanti KM 2 diberi tahu lagi. KM 1 ada penindakan, yang melanggar langsung ditindak oleh petugas. Jadi ketika kondisi seperti ini, harusnya tidak boleh macet stagnan, mandek jegrek, enggak boleh, wong tidak ada kecelakaan. Kalau terhambat boleh, terhambat dalam arti merayap. Logikanya, kalau tidak ada penutupan jalan, ya nggak akan macet total. Tapi mengalami perlambatan,” bebernya solutif.

Agsun juga menyarankan agar rambu lalu lintas tetap difungsikan dan tidak menggunakan flashing.

“Yang ketiga, titik-titik rambu lalu lintas difungsikan. Jangan di-flash. Kita kemarin lihat itu di-flash. Kalau di-flash itu yang terjadi biasanya, naluri pengendara yang mobilnya besar, orangnya kendel (pemberani, red) pasti akan menyalip. Akhirnya terjadi crowded, apalagikalau yang terletak di pertigaan atau di simpangan, ya nggak bisa diurai. Coba kalau lampu rambu lalu lintasnya itu berfungsi normal. Jika lampu merah menyala tetap melaju, ya diberikan sanksi,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyarankan adanya rest area.

“Yang terakhir, karena memang ini macet tentunya dipikirkan rest area. Untuk kendaraan muatan barang atau truk yang sopirnya kena macet itu mengantuk. Jangan sampai sopir ngantuk, mematikan kendaraan di tengah jalan ya, nggak bisa. Harus berpikir. Berarti, konsekuensi risiko pemerintah ketika membangun suatu proyek jalan atau jembatan menyebabkan kemacetan, sediakanlah rest area bagi sopir kendaraan-kendaraan yang mengalami ngantuk di malam hari. Biar kendaraan itu kalau dimatikan tidak menghalangi pengguna jalan yang lain,” jelasnya.

Agus Sunarko juga menjelaskan bahwa masukan yang disampaikan boleh dicoba dan boleh tidak.

“Kalau ada masukan yang lebih baik kenapa enggak dicoba,” tuturnya.

Nailin RA menjelaskan bahwa, sebagai seorang jurnalis tentu mengharapkan jawaban solutif dari seorang pejabat negara untuk mengurai kemacetan Juwana, seperti yang disampaikan oleh Komisaris Utama LMG yang juga punya pengalaman sebagai Kabid Lalu Lintas di Dinas Perhubungan Pati.

Akan tetapi, jawaban Gubernur Ganjar justru jauh panggang daripada api, malah menyebut sang reporter atau jurnalis tersebut sebagai seorang utusan dari “media sing ora cetho” (media yang tidak jelas). Dalam hal ini, wajar kalau LMG akhirnya melawan.

“Dalam melakukan perlawanan ini, jangan diartikan kita melawan seperti kita perang hidup dan mati. Kita tidak berperang seperti itu, kita perang itu dunungke (menegakkan)aturan,” kata Agsun.

Ia juga menegaskan bahwa perlawanan tersebut berdasarkan ideologi negara dan amanah Undang-Undang, dalam hal ini Pancasila (sila kedua), UUD 1945 (Pasal 28F), dan UU Pers No. 40 tahun 1999.

Sebelumnya, LMG juga telah tabayyun ke Ganjar pada Rabu, 1 Februari 2023 namun gagal.

Kemudian melakukan tabayyun kedua pada Senin, 6 Februari namun kembali zonk. Merasa itikad baik LMG untuk tabayyun tak mendapatkan sambutan baik, akhirnya pihak LMG mengirimkan somasi kepada Ganjar yang diterima oleh staf TU Kantor Gubernur Jawa Tengah, pada Selasa, 7 Februari 2023. (Nailin RA – Lingkar Media Group)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Info PatiJuwana-BatanganLMGmacetMacet Juwanapati
SummarizeShare55SendShare
Previous Post

Melawan Arogansi Ganjar, Komut LMG Agsun: Minta Maaf atau Proses Hukum

Next Post

Juwana-Batangan Kerap Macet, Warga Mengeluh Omset Warung Makan Anjlok

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Soal Kelanjutan Area Parkir RSUD Soewondo Pati, Bandang: Tunggu Jawaban BPCB

Soal Kelanjutan Area Parkir RSUD Soewondo Pati, Bandang: Tunggu Jawaban BPCB

by ulfa puspa
6 Agustus 2026
515

PATI, Harianmuria.com – Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah telah meninjau langsung rencana pemugaran di RSUD Soewondo Kabupaten Pati pada akhir Juli 2026. Kedatangan BPCB...

Reses di Desa Sidomukti, DPRD Pati Serap Usulan Perbaikan Jalan

Reses di Desa Sidomukti, DPRD Pati Serap Usulan Perbaikan Jalan

by ulfa puspa
6 Agustus 2026
516

PATI, Harianmuria.com – Masalah jalan rusak menjadi perhatian masyarakat yang disampaikan pada kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Pati, Karwito, di Desa Sidomukti, Kecamatan Margoyoso pada Selasa, 4 Agustus...

Dewan Harap Perbaikan 3 Titik Jalan Rusak di Pati Selesai Sesuai Target, di sini Lokasinya

Dewan Harap Perbaikan 3 Titik Jalan Rusak di Pati Selesai Sesuai Target, di sini Lokasinya

by ulfa puspa
6 Agustus 2026
511

PATI, Harianmuria.com – Komisi C DPRD Kabupaten Pati menyoroti perbaikan jalan di tiga titik yakni Jalan Tegalarum–Tegalwero, Sokopuluhan–Winong, dan Arumanis–Mantingan. Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, menyebut...

Polisi Periksa 9 Orang dalam Kasus Dugaan Perundungan Siswa MTs di Pati

Polisi Periksa 9 Orang dalam Kasus Dugaan Perundungan Siswa MTs di Pati

by Sekar Sari
5 Agustus 2026
510

PATI, Harianmuria.com - Polresta Pati telah memeriksa sembilan orang dalam penyelidikan kasus dugaan perundungan terhadap seorang siswa MTs Islam Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Selain memeriksa saksi, penyidik...

Load More

BERITA UTAMA

Lomba Gendong Istri di Grobogan Meriahkan Suasana Jelang HUT Ke-81 RI

Lomba Gendong Istri di Grobogan Meriahkan Suasana Jelang HUT Ke-81 RI

6 Agustus 2026
518
Sempat Didemo, Perbaikan Jalan Sambong–Ledok Blora Akhirnya Dapat Jatah Rp500 Juta

Sempat Didemo, Perbaikan Jalan Sambong–Ledok Blora Akhirnya Dapat Jatah Rp500 Juta

5 Agustus 2026
526
PHK Karyawan PT Victoria Apparel Semarang Cuma Dapat Pesangon 0,5 Kali

PHK Karyawan PT Victoria Apparel Semarang Cuma Dapat Pesangon 0,5 Kali

4 Agustus 2026
516
Wacana Plaza Puri Pati Diubah Jadi Mall, Pedagang Resah Diminta Pindah

Wacana Plaza Puri Pati Diubah Jadi Mall, Pedagang Resah Diminta Pindah

3 Agustus 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Tingkatkan PAD, 2 Objek Wisata di Kudus Mulai Dikelola Investor Bulan Ini

    Tingkatkan PAD, 2 Objek Wisata di Kudus Mulai Dikelola Investor Bulan Ini

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Rencana Kelonggaran Syarat Pengisian Kepala Sekolah Disambut Baik Disdikpora Kudus

    150 shares
    Share 60 Tweet 38
  • 16 Jembatan Garuda Selesai Dibangun di Blora, Jadi Akses Penghubung Antar Wilayah

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • DPRD Grobogan Soroti Efektivitas Penyertaan Modal BUMD Rp2,6 Miliar pada Raperda 2027

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Ekonomi Menggeliat, Kendal Dipilih Jadi Lokasi Visitasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional II

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Mengenal Mbah Riyan, Ulama Asal Kudus yang Hidup Sederhana dengan Ratusan Karya

    248 shares
    Share 99 Tweet 62
  • Dinkes Selidiki Puluhan Siswa dan Guru SMPN 5 Rembang Diare yang Dikaitkan Karena MBG

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Kartun Hafiz & Hafiza, salah satu rekomendasi tontonan menarik dapat kenalkan anak pada Al Quran. (YouTube Hafiz&Hafiza/Harianmuria.com)

7 Rekomendasi Kartun Islami Menarik Ini Bantu Kenalkan Anak pada Al-Qur’an

9 Desember 2022
1k
Sekilas Profil Sekda Bener Meriah Riswandika Putra

Sekilas Profil Sekda Bener Meriah Riswandika Putra

24 April 2026
599

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya