JAKARTA, Harianmuria.com – Program SMK Go Global Batch 2 dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) akan membuka pendaftaran pada 28 September 2026.
Program ini ternyata tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK), tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum, termasuk lulusan perguruan tinggi.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KP2MI Sukarman mengatakan, masih ada masyarakat yang mengira program SMK Go Global hanya dapat diikuti lulusan SMK. Padahal, lulusan D3, S1, hingga S2 juga diperbolehkan mendaftar.
“SMK Go Global bukan hanya untuk SMK, tapi bisa untuk umum. Bahkan kalau ada lulusan D3, S1, maupun S2 mau mendaftar, silakan mendaftar,” ujar Sukarman di Jakarta, Rabu (16/9/2026).
SMK Go Global Batch 2 Dibuka 28 September
Pembukaan pendaftaran Batch 2 dilakukan setelah KP2MI mengevaluasi pelaksanaan Batch 1. Pada Batch 1, tercatat sekitar 18.110 orang mendaftar dan lebih dari 4.601 peserta dinyatakan lolos mengikuti program.
Untuk Batch 2, KP2MI melakukan sejumlah persiapan dan evaluasi agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih optimal.
Pemerintah menargetkan program SMK Go Global menjangkau 40.000 peserta pada 2026. Karena itu, masyarakat yang memenuhi persyaratan diminta memanfaatkan kesempatan tersebut.
“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu mendaftar SMK Go Global. Target kita di tahun 2026 ada kuota sebanyak 40.000 orang,” kata Sukarman.
Ada Pelatihan Bahasa dan Kompetensi Kerja
SMK Go Global menyediakan dua jenis pelatihan bagi peserta, yakni pelatihan bahasa dan pelatihan kompetensi sesuai sektor pekerjaan yang dituju.
Pelatihan kompetensi mencakup sejumlah bidang, antara lain kesehatan, hospitality, pertanian dan transportasi. Selama mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan fasilitas berupa biaya akomodasi dan konsumsi yang ditanggung pemerintah.
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan diarahkan mengikuti proses penempatan berdasarkan kebutuhan atau job order dari perusahaan pengguna.
“Setelah selesai pelatihan, KP2MI akan mengawal proses penempatan lewat berbagai skema yang ada. Kita sudah memploting peserta pelatihan setelah selesai pelatihan akan diarahkan ke mana,” ujar Sukarman.
Pelatihan Libatkan Lembaga Pendidikan Terverifikasi
Dalam pelaksanaannya, KP2MI bekerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan dan pelatihan yang telah melalui proses verifikasi dalam sistem E-Vokasi.
Lembaga yang terlibat mencakup perguruan tinggi, SMK, balai latihan kerja (BLK), lembaga pelatihan kerja (LPK), balai diklat dan politeknik kesehatan (Poltekkes).
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari persiapan peserta sebelum mengikuti proses penempatan sebagai pekerja migran Indonesia sesuai kebutuhan pekerjaan.
Pendaftaran Batch 1 Masih Buka di Sejumlah Daerah
Di sisi lain, sejumlah Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) masih membuka pendaftaran SMK Go Global Batch 1 Gelombang 3 di beberapa daerah.
Informasi mengenai pendaftaran dapat diperoleh melalui media sosial resmi KP2MI maupun akun media sosial masing-masing BP3MI.
Masyarakat diimbau memastikan informasi pendaftaran berasal dari kanal resmi pemerintah agar terhindar dari informasi yang keliru.
Penulis: Amelia Erisanna











