• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Rabu, Agustus 26, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Dari Desa hingga Pulang, Negara Perkuat Perlindungan dan Pemberdayaan PMI

Redaksi by Redaksi
26 Agustus 2026
in Berita KP2MI
65 1
Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI, Dr. Muh. Fachri, S.STP., M.Si dalam acara Konsolidasi Nasional “Strategi Membangun Keberlanjutan Program Penguatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Komunitas” di Gresik, Jawa Timur. (Dok. KP2MI)

Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI, Dr. Muh. Fachri, S.STP., M.Si dalam acara Konsolidasi Nasional “Strategi Membangun Keberlanjutan Program Penguatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Komunitas” di Gresik, Jawa Timur. (Dok. KP2MI)

511
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

GRESIK, Harianmuria.com – Perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) tidak berhenti ketika seseorang berangkat ke luar negeri. Negara perlu hadir sejak keputusan bermigrasi dibuat di desa, memberikan informasi dan persiapan yang memadai, memastikan pekerja menempuh jalur migrasi aman, hingga mendampingi mereka kembali dan berdaya di daerah asal.

Pesan tersebut mengemuka dalam Konsolidasi Nasional “Strategi Membangun Keberlanjutan Program Penguatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Komunitas” di Gresik, Jawa Timur, 25-27 Agustus 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Lakpesdam PBNU dengan dukungan GIZ/Kedutaan Jerman itu menjadi momentum untuk memastikan praktik perlindungan PMI berbasis komunitas tidak berhenti setelah program berakhir. Hasil pendampingan didorong masuk ke dalam kebijakan, kelembagaan, perencanaan, dan penganggaran pemerintah.

Direktur Jenderal Pemberdayaan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Muh. Fachri mengatakan desa harus menjadi pintu pertama perlindungan PMI, bukan sekadar tempat keberangkatan pekerja migran.

“Kita tidak boleh lagi melihat desa hanya sebagai tempat keberangkatan pekerja migran. Desa harus menjadi pintu pertama perlindungan, tempat masyarakat mendapatkan informasi, dipetakan potensinya, dipersiapkan, dan diarahkan pada jalur migrasi yang aman,” ujar Fachri.

Menurutnya, kehadiran negara harus mencakup seluruh siklus migrasi, mulai dari tahap persiapan hingga pekerja kembali ke daerah asal.

“Negara harus hadir sejak dari desa sampai pekerja migran kembali dan berdaya,” tegasnya.

Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah Desa Migran Emas. Secara nasional, telah terbentuk 756 Desa Migran Emas yang tersebar di 139 kabupaten/kota dan 27 provinsi.

Namun, tantangannya bukan hanya menambah jumlah desa. Pemerintah perlu memastikan setiap desa memiliki layanan yang aktif, data yang kuat, kelembagaan yang berjalan, serta program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Konsolidasi nasional di Gresik juga memperkuat hasil Program Penguatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Berbasis Komunitas yang berlangsung pada September 2025-Juli 2026.

Program tersebut telah mendampingi 52 desa dan menghasilkan 52 Peraturan Desa tentang Perlindungan PMI serta 52 Surat Keputusan Satuan Tugas Desa Migran Emas. Sebanyak 2.003 individu juga terlibat dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas dan pemberdayaan.

Pendampingan dilakukan di 10 kabupaten, yakni Lampung Timur, Majalengka, Cilacap, Kebumen, Kendal, Gresik, Lombok Timur, Donggala, Flores Timur, dan Kupang.

Keterlibatan pemerintah daerah dan dinas tenaga kerja di wilayah tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan hasil program dapat diteruskan melalui kebijakan dan penganggaran daerah.

“Keberlanjutan tidak boleh bergantung pada hadir atau tidaknya sebuah proyek. Kita ingin memastikan bahwa regulasi desa, Satgas, forum multipihak, data, serta layanan perlindungan menjadi bagian dari sistem pemerintahan dan pembangunan daerah,” kata Fachri.

Dengan begitu, ketika program pendampingan berakhir, sistem perlindungan di tingkat desa diharapkan justru semakin kuat dan dapat terus berjalan.

Perlindungan PMI juga didorong berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi. Pekerja migran dan purna PMI tidak hanya dipandang sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan ekonomi desa.

Remitansi, pengalaman, pengetahuan, dan jejaring yang diperoleh selama bekerja di luar negeri dapat dikembangkan menjadi modal produktif bagi keluarga dan masyarakat di daerah asal.

Dalam forum tersebut, para pemangku kepentingan juga didorong menyusun langkah konkret agar praktik baik perlindungan PMI berbasis komunitas dapat direplikasi dan diperluas.

Sebelumnya telah terbentuk 10 Komitmen Bersama Penguatan Pelindungan PMI Berbasis Komunitas serta forum multistakeholder sebagai wadah koordinasi dan kolaborasi.

Fachri menegaskan, sistem perlindungan harus memastikan tidak ada warga yang berangkat bekerja ke luar negeri tanpa informasi dan persiapan yang memadai. Pekerja migran juga harus mendapatkan perlindungan selama berada di negara tujuan hingga memiliki kesempatan berkembang setelah kembali.

“Komitmen negara jelas: tidak boleh ada warga yang berangkat tanpa informasi dan persiapan yang memadai, tidak boleh ada pekerja migran yang dibiarkan menghadapi risiko sendirian, dan tidak boleh ada purna PMI yang kehilangan kesempatan untuk berkembang,” pungkas Fachri.

Penulis: Amelia Erisanna

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita KP2MIInfo KP2MIKementrian Perlindungan Pekerja Migran IndonesiaKP2MIpekerja migranPekerja Migran Indonesiaperlindungan pekerja migran
SummarizeShare37SendShare
Previous Post

Tertibkan Pasar Sido Makmur, Pemkab Blora Perluas Lahan Parkir

Next Post

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Sebelum Desember 2026, Ini yang Masih Diperdebatkan

Redaksi

Redaksi

Berita Terkait

Peningkatan kualitas SDM Indonesia menjadi kunci dalam menciptakan tenaga kerja yang unggul dan berdaya saing global.

Tantangan dan Kebijakan SDM Indonesia dalam Mempersiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing Global

by Basuki
18 Agustus 2026
525

Peningkatan kualitas SDM Indonesia menjadi kunci dalam menciptakan tenaga kerja yang unggul dan berdaya saing global.

Edukasi pra pendaftaran pekerja migran menjadi bentuk pelindungan negara sebelum bekerja, dengan memperkuat literasi, informasi, prosedur, dan posisi tawar PMI.

Edukasi Pra Pendaftaran Pekerja Migran Indonesia sebagai Bukti Kehadiran Negara Dalam Memberikan Pelindungan Sebelum Bekerja

by Basuki
18 Agustus 2026
531

Oleh: Dini Marhani Harianmuria.com – Kemerdekaan tidak hanya selalu terkait dengan terbebasnya suatu bangsa dari penjajahan. Kemerdekaan juga tercermin dari kemampuan tiap warga negaranya untuk menentukan masa depannya...

Ilustrasi PMI

Membangun PMI Merdeka dari Hulu

by Redaksi
18 Agustus 2026
528

Harianmuria.com - Sudah sekitar 7 (tujuh) tahun saya mengabdikan diri mengurusi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Keluarga Pekerja Migran Indonesia (Keluarga PMI) sebagaimana...

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin (tengah) menghadiri Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin (17/8/2026) malam. (Dok. KP2MI)

Menteri Mukhtarudin Apresiasi Antusiasme Masyarakat terhadap Program Prioritas Pemerintah di Karnaval Monas

by Redaksi
18 Agustus 2026
514

JAKARTA, Harianmuria.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menilai antusiasme masyarakat terhadap program-program prioritas pemerintah terlihat dalam Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di kawasan Monumen Nasional (Monas),...

Load More

BERITA UTAMA

Sudah Beroperasi 20 Tahun, Sejumlah Kerusakan Pasar Pamotan Rembang Jadi Sorotan

Sudah Beroperasi 20 Tahun, Sejumlah Kerusakan Pasar Pamotan Rembang Jadi Sorotan

24 Agustus 2026
527
Warga Kaliwungu Kendal Sambut Maulid Nabi dengan Tradisi Weh-wehan

Warga Kaliwungu Kendal Sambut Maulid Nabi dengan Tradisi Weh-wehan

22 Agustus 2026
521
Rekonstruksi Historis Libatkan Para Ahli, DPRD Sambut Positif Perubahan Hari Jadi Kudus

Rekonstruksi Historis Libatkan Para Ahli, DPRD Sambut Positif Perubahan Hari Jadi Kudus

21 Agustus 2026
542
Blora Terima Bantuan Rp19,7 M Revitalisasi 31 Sekolah Tahap Satu 2026

Blora Terima Bantuan Rp19,7 M Revitalisasi 31 Sekolah Tahap Satu 2026

21 Agustus 2026
768

TRENDING HARI INI

  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    183 shares
    Share 73 Tweet 46
  • 14 Daerah di Jateng Kekeringan, Pemprov Siapkan Modifikasi Cuaca

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Tahun Depan Karnaval HUT RI di Grobogan Kembali Digelar 2 Hari

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Perkuat Promosi Budaya, Tradisi Weh-wehan Kendal Didaftarkan Masuk Kalender Event Nasional

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Kampung Nelayan Merah Putih di Gempolsewu Kendal Segera Dibangun

    149 shares
    Share 60 Tweet 37
  • Dari Purna PMI Jadi Penggerak Ekonomi Desa, Kisah Mimin Mintarsih Bukti Brain Circulation Bangun Indonesia

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Peringatan Maulid Nabi di Rembang, Pemkab Ajak Warga Perkuat Akhlak dan Persatuan

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Masjid Menara Kudus, Simbol Semangat Toleransi dan Akulturasi Budaya

Masjid Menara Kudus, Simbol Semangat Toleransi dan Akulturasi Budaya

6 Maret 2025
632
Kartun Hafiz & Hafiza, salah satu rekomendasi tontonan menarik dapat kenalkan anak pada Al Quran. (YouTube Hafiz&Hafiza/Harianmuria.com)

7 Rekomendasi Kartun Islami Menarik Ini Bantu Kenalkan Anak pada Al-Qur’an

9 Desember 2022
1.1k

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya