• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Selasa, Agustus 25, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Blora Mulai Kiris Air Bersih, Warga Diimbau Waspada Potensi Diare, ISPA dan Penyakit Kulit

ulfa puspa by ulfa puspa
25 Agustus 2026
in Blora, Kesehatan, News
62 4
Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Edi Widayat. (Eko Wicaksono/Harianmuria.com)

Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Edi Widayat. (Eko Wicaksono/Harianmuria.com)

511
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

BLORA, Harianmuria.com – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora mengimbau masyarakat mewaspadai potensi penyakit yang disebabkan kurangnya kebutuhan air bersih.

Sementara itu pada musim kemarau ketersediaan air bersih mulai berkuriang akibat sumber air mengering. Data BPBD Blora memprakirakan 49,6 ribu jiwa dari 98 desa yang tersebar di 14 kecamatan mengalami krisis air bersih.

Persoalan pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi perhatian Dinkesda Blora karena dinilai berpotensi meningkatkan risiko sejumlah penyakit di tengah masyarakat.

Kepala Dinkesda Blora, Edi Widayat, mengatakan pihaknya telah memetakan setidaknya tiga penyakit yang berpotensi meningkat selama musim kemarau dan kekeringan.

“Tiga penyakit yang perlu diwaspadai saat musim kemarau ini adalah diare, ISPA dan penyakit kulit,” kata Edi, Selasa, 25 Agustus 2026.

Menurutnya, potensi penyakit diare, ISPA dan penyakit kulit berkaitan erat dengan keterbatasan air bersih dan kondisi lingkungan selama musim kemarau.

Edi menjelaskan potensi penyakit diare dikarenakan keterbatasan air bersih dapat membuat masyarakat kesulitan menjaga kebersihan peralatan makan secara maksimal.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan peralatan makan kurang bersih sehingga meningkatkan risiko masuknya kuman penyebab penyakit ke dalam tubuh.

“Karena kesulitan air bersih, peralatan makan kadang tidak bisa dicuci secara maksimal. Ini bisa menjadi salah satu faktor risiko terjadinya diare,” jelasnya.

Untuk mencegah diare, masyarakat diimbau tetap memastikan tangan dan peralatan makan dalam kondisi bersih. Air yang digunakan untuk minum juga harus dipastikan aman, termasuk dengan memasaknya hingga mendidih apabila sumber air belum terjamin kebersihannya.

Selanjutnya, penyakit kedua yang perlu diwaspadai adalah infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA, dikarenakan banyaknya debu akibat lahan yang saat ini mengering.

Saat kondisi tanah dan sumber air mengering, debu lebih mudah beterbangan. Paparan debu dalam jumlah banyak dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

“Kalau kemarau, debu cukup banyak, bahkan tidak tau asal-muasal debu, apakah dari kotoran hewan atau yang lainnya. Itu yang juga perlu diantisipasi karena dapat mengganggu saluran pernapasan,” ujar Edi.

Masyarakat disarankan menggunakan masker ketika berada di lingkungan berdebu. Selain itu, lingkungan rumah perlu dijaga agar tidak terlalu banyak debu dan ventilasi tetap baik.

Terakhir, keterbatasan air juga dapat memengaruhi kebersihan tubuh dan lingkungan. Salah satunya adalah penggunaan air dalam bak atau tempat penampungan yang jarang dikuras.

“Untuk penyakit kulit, salah satunya karena air kulah atau tempat penampungan air yang tidak dibersihkan atau dikuras,” katanya.

Karena itu, masyarakat diminta tetap memperhatikan kebersihan tempat penampungan air. Bak mandi maupun wadah penampungan air perlu dibersihkan dan dikuras secara berkala.

Edi mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kebersihan meskipun sedang mengalami keterbatasan air.

Menurutnya, masyarakat perlu mengatur penggunaan air secara bijak dengan tetap memprioritaskan kebutuhan dasar, seperti minum, memasak, kebersihan tangan, peralatan makan, serta kebersihan tubuh.

“Yang paling penting masyarakat tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat. Air yang ada digunakan seefisien mungkin, tetapi kebutuhan untuk kebersihan dan kesehatan tetap harus diperhatikan,” pungkasnya.

Dinkesda Blora juga mengimbau warga yang mengalami keluhan kesehatan, seperti diare berkepanjangan, gangguan pernapasan, atau masalah kulit yang tidak kunjung membaik, agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

“Dengan menjaga kebersihan air, makanan, tubuh dan lingkungan secara mandiri, risiko munculnya penyakit selama musim kemarau diharapkan dapat diminimalisir,” tandasnya.

Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita BlorabloraDinkes Blorakemarau
SummarizeShare37SendShare
Previous Post

Penimbunan Sumur Mbah Nogo Diprotes Warga, Keluarga Pemilik Tanah Minta Waktu

Next Post

Peringatan Maulid Nabi, DPRD Pati Ajak Jajaran Pemerintah Teladani Kepemimpinan Rasulullah

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Bupati Arief Kenalkan Kuliner dan Beras Organik Blora ke Gubernur Bengkulu

Bupati Arief Kenalkan Kuliner dan Beras Organik Blora ke Gubernur Bengkulu

by Rosyid
24 Agustus 2026
531

BLORA, Harianmuria.com - Bupati Blora, Arief Rohman, memanfaatkan kunjungan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan ke Blora untuk memperkenalkan sejumlah potensi unggulan daerah, mulai dari kuliner hingga sektor pertanian, Senin,...

3 Warga Jadi Tersangka Buntut Kericuhan Karnaval HUT RI di Ngawen Blora

3 Warga Jadi Tersangka Buntut Kericuhan Karnaval HUT RI di Ngawen Blora

by Sekar Sari
24 Agustus 2026
521

BLORA, Harianmuria.com - Polres Blora menetapkan tiga warga sebagai tersangka dalam kericuhan berujung pengeroyokan terhadap dua anggota polisi yang sedang menjalankan tugas pengamanan karnaval HUT ke-81 RI di...

Pemkab Blora Hanya Terima Rp18 Juta dari Retribusi TKA Tahun Ini

Pemkab Blora Hanya Terima Rp18 Juta dari Retribusi TKA Tahun Ini

by Sekar Sari
24 Agustus 2026
527

BLORA, Harianmuria.com - Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora dari hasil retribusi pengguna tenaga kerja asing (TKA) tahun 2026 hanya tersisa Rp18 juta dari sebelumnya...

TKD 2027 Ditambah Rp42 Triliun, ADKASI di Blora Harap Perkuat Pembangunan Daerah

TKD 2027 Ditambah Rp42 Triliun, ADKASI di Blora Harap Perkuat Pembangunan Daerah

by ulfa puspa
24 Agustus 2026
519

BLORA, Harianmuria.com – Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) menyambut positif rencana pemerintah menambah anggaran dana transfer ke daerah (TKD) Rp42 triliun pada tahun 2027. Adapun pada tahun...

Load More

BERITA UTAMA

Sudah Beroperasi 20 Tahun, Sejumlah Kerusakan Pasar Pamotan Rembang Jadi Sorotan

Sudah Beroperasi 20 Tahun, Sejumlah Kerusakan Pasar Pamotan Rembang Jadi Sorotan

24 Agustus 2026
526
Warga Kaliwungu Kendal Sambut Maulid Nabi dengan Tradisi Weh-wehan

Warga Kaliwungu Kendal Sambut Maulid Nabi dengan Tradisi Weh-wehan

22 Agustus 2026
520
Rekonstruksi Historis Libatkan Para Ahli, DPRD Sambut Positif Perubahan Hari Jadi Kudus

Rekonstruksi Historis Libatkan Para Ahli, DPRD Sambut Positif Perubahan Hari Jadi Kudus

21 Agustus 2026
542
Blora Terima Bantuan Rp19,7 M Revitalisasi 31 Sekolah Tahap Satu 2026

Blora Terima Bantuan Rp19,7 M Revitalisasi 31 Sekolah Tahap Satu 2026

21 Agustus 2026
767

TRENDING HARI INI

  • Batik Pramesti Khas Kendal Masuk 12 Besar Wastra Batik Terbaik Nasional

    Batik Pramesti Khas Kendal Masuk 12 Besar Wastra Batik Terbaik Nasional

    138 shares
    Share 55 Tweet 35
  • Blora Dapat Kucuran Dana CSR Rp1 Miliar untuk Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

    124 shares
    Share 50 Tweet 31
  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    172 shares
    Share 69 Tweet 43
  • Perkuat Promosi Budaya, Tradisi Weh-wehan Kendal Didaftarkan Masuk Kalender Event Nasional

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kampung Nelayan Merah Putih di Gempolsewu Kendal Segera Dibangun

    144 shares
    Share 58 Tweet 36
  • Bupati Arief Kenalkan Kuliner dan Beras Organik Blora ke Gubernur Bengkulu

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Proyek KNMP Gempolsewu Kendal Dikucur Rp3,6 Miliar, Ini Fasilitas yang Akan Dibangun

    121 shares
    Share 48 Tweet 30
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ilustrasi Ayah dan anak. (Freepik/Harianmuria.com)

Menguak Pentingnya Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak

4 Juni 2023
552
Museum Kretek, salah satu wisata sejarah yang ada di Kudus. (Google Map/Harianmuria.com)

5 Museum di Kudus Ini Layak Dijadikan Wisata Sejarah Kala Habiskan Waktu Berlibur

7 Oktober 2022
1.1k

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya