BLORA, Harianmuria.com – Proyek rehabilitasi Pasar Ngawen hingga Selasa, 18 Agustus 2026 belum selesai dikerjakan. Padahal proyek tersebut ditargetkan harus selesai pada 14 Juli 2026 sesuai kontrak atau 240 hari masa kalender sejak proyek dimulai pada 17 November 2026.
Proyek rehabilitasi Pasar Ngawen, Kabupaten Blora, masih terus dikerjakan meskipun kontrak dalam proyek tersebut telah habis.
Diketahui, proyek rehabilitasi Pasar Ngawen sebesar Rp 30 Miliar, yang dibiayai oleh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Proyek itu digarap oleh, yang dimulai 17 November 2025 dan seharusnya selesai pada 14 Juli 2026 atau 240 hari masa kalender. Namun, waktu itu progresnya masih mencapai 90 persen.
Pihak kontraktor, PT Joglo Multi Ayu, sebelumnya diketahui telah mendapatkan revisi adendum perjanjian selama 30 hari atau 270 hari masa kalender sehingga proyek tersebut harus selesai pada 13 Agustus 2026. Namun hingga masa kontrak berakhir, pekerjaan tersebut masih belum selesai sesuai target.
Pengawas Manajemen Konstruksi PT Arss Baru KSO CV Giri Nusa Konsultan, Yanna Nuryana membenarkan proyek rehabilitasi Pasar Ngawen dengan anggaran Rp30 miliar dari APBN itu masih terus dikerjakan hingga selesai.
“Ini masih berjalan pengerjaannya, secepatnya segera diselesaikan,” ujarnya, Selasa, 18 Agustus 2026.
Akibat kemoloran proyek dari target yang telah ditentukan itu, Yanna menuturkan pihak pelaksana dipastikan mendapatkan denda sesuai peraturan yang berlaku. Ia menyebut besaran denda diperkirakan mencapai Rp30 juta per hari dengan pajak.
“Tapi kalau ini, dendanya tanpa pajak, jadi Rp27 juta per hari. Memang ini peraturannya tanpa pajak,” terangnya.
Lebih lanjut, pihaknya mengatakan denda dihitung sejak awal keterlambatan per 14 Agustus 2026, dan akan terus berjalan sampai pengerjaan proyek Pasar Ngawen terselesaikan.
“Kalau sampai hari ini ya sudah empat harian keterlambatan dengan denda,” ujarnya.
Yana menekankan kepada pihak kontraktor untuk segera menyelesaikan pekerjaannya.
Sementara beberapa waktu yang lalu, Kontraktor PT Joglo Multi Ayu, Saiful buka suara terkait molornya progres pengerjaan proyek bernilai Rp30 miliar tersebut.
“Untuk target kami ini kan kurang 10% itu ada di pekerjaan pengadaan barang dan saat ini sudah berjalan,” ucap dia saat turut mendampingi jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) meninjau proyek tersebut, Rabu, 12 Agustus 2026 kemarin.
Pihaknya pun mengaku masih membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyelesaikan pekerjaan rehabilitasi pasar tersebut.
“Tinggal untuk proses pemasangan karena instalasinya semua sudah terpasang maksimal kita di tiga hari,” kata dia.
Sebagai Informasi tambahan, proyek rehabilitasi Pasar Ngawen mendapatkan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) usai mengalami kebakaran hebat pada 9 Januari 2024 dengan kerugian ditaksir mencapai Rp30,79 miliar.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Tia











