KAB. BOGOR, Harianmuria.com – Jenazah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) berinisial N yang meninggal dunia di Taiwan akhirnya tiba di rumah duka di Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Kamis (16/8/2026) dini hari.
Jenazah tiba di rumah keluarga sekitar pukul 02.19 WIB setelah dipulangkan dari Taiwan dan menjalani proses penanganan sesuai ketentuan. Pemulangan tersebut dikawal petugas Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat, Restu Ragil Pamungkas, sejak tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga diserahterimakan kepada keluarga.
Almarhum N dipulangkan oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei pada 14 Agustus 2026. Sebelum dipulangkan ke Indonesia, jenazah menjalani proses pemulasaraan sesuai syariat Islam di Rumah Sakit Zongli, Taiwan.
Setelah tiba di Tanah Air, jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans menuju rumah keluarga di Desa Kalongsawah, RT 001/RW 005.
Jenazah kemudian diserahkan kepada ibu kandung almarhum, Een Suhaeni, dengan disaksikan perangkat desa setempat.
Proses pemulangan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pekerja migran tetap mendapatkan perlindungan hingga proses kepulangan ke daerah asal, termasuk ketika PMI meninggal dunia di luar negeri.
Direktur Jenderal Pemberdayaan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Dr. Muh. Fachri, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran negara dalam proses pemulangan jenazah PMI merupakan bentuk penghormatan kepada para pekerja migran yang telah berkontribusi selama bekerja di luar negeri.
Menurut Fachri, pemulangan jenazah tidak semata-mata menyangkut urusan administratif. Pemerintah juga berkewajiban memastikan hak-hak PMI tetap terpenuhi hingga akhir hayat serta memberikan kepastian kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Bapak Menteri P2MI telah mengarahkan agar setiap Pekerja Migran Indonesia yang kembali ke Tanah Air mendapatkan pelayanan terbaik. Kehadiran negara harus memberikan rasa aman, kepastian, dan penghormatan kepada PMI serta ketenangan bagi keluarganya,” ujar Fachri dalam keterangan resmi.
Fachri mengatakan pemerintah terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan agar proses pemulangan jenazah PMI dapat dilakukan secara cepat, tepat, layak, dan bermartabat.
Dalam kasus ini, seluruh biaya kargo jenazah ditanggung sepenuhnya oleh BP3MI Jawa Barat. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelindungan menyeluruh kepada PMI dan keluarganya.
Bagi keluarga almarhum, pendampingan pemerintah selama proses pemulangan menjadi bentuk nyata kehadiran negara di tengah situasi sulit.
Pihak keluarga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas bantuan dan pendampingan yang diberikan, mulai dari proses pemulangan hingga jenazah tiba di rumah duka di Jasinga, Kabupaten Bogor.
Pendampingan KP2MI dan BP3MI Jawa Barat dinilai memberikan kepastian bagi keluarga dalam menghadapi proses pemulangan anggota keluarga yang meninggal dunia saat bekerja di luar negeri.
Kehadiran petugas hingga jenazah diserahterimakan kepada keluarga juga memastikan proses pemulangan berlangsung secara terkoordinasi dan bermartabat.
Penulis : Jonathan Sahese / Jurnalis – Lokasi : (Kabupaten Bogor)











