REMBANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Rembang memberikan penghargaan bagi pemenang Kompetisi Inovasi Daerah dan Kreativitas Inovasi Masyarakat (Krenova) Tahun 2026.
Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, mengatakan pemerintah mendukung tumbuhnya kreativitas dan inovasi di lingkungan perangkat daerah, instansi pelayanan publik, dunia pendidikan, dunia usaha, hingga masyarakat umum.
Menurut Hanies, penghargaan atas karya dan kreativitas masyarakat juga menjadi upaya membangun budaya inovasi yang berkelanjutan.
Tema yang diangkat pada agenda ini, “Meningkatkan Daya Saing Daerah sebagai Modal Dasar Pembangunan Berkelanjutan” dinilai relevan dengan tantangan pembangunan saat ini.
“Daerah yang mampu bersaing adalah daerah yang mampu beradaptasi, berkolaborasi, dan terus melahirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” katanya, Selasa, 4 Agustus 2026.
Hanies berpendapat bahwa inovasi tidak selalu identik dengan teknologi canggih atau biaya besar. Inovasi dapat lahir dari penyederhanaan pelayanan, pemanfaatan teknologi yang tepat guna, perbaikan metode kerja, hingga gagasan sederhana yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Inovasi tidak selalu berarti sesuatu yang besar atau mahal. Inovasi bisa dimulai dari penyederhanaan pelayanan, pemanfaatan teknologi, cara kerja yang lebih efektif, maupun gagasan sederhana yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Wabup Hanies berharap semangat berinovasi tidak berhenti setelah kompetisi berakhir. Inovasi yang telah lahir perlu terus dikembangkan, diterapkan, disempurnakan, dan direplikasi agar manfaatnya semakin luas.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Rembang akan terus membangun ekosistem inovasi melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.
“Dengan kolaborasi tersebut, saya yakin daya saing daerah akan semakin meningkat dan pembangunan yang berkelanjutan dapat benar-benar kita wujudkan,” imbuhnya.
Hanies pun mengucapkan selamat sekaligus mendorong para pemenang untuk terus menghasilkan karya-karya inovatif yang berdampak bagi masyarakat.
“Jadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus berkarya dan menghadirkan inovasi yang semakin bermanfaat,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rembang, Afan Martadi, menjelaskan bahwa Krenova dan Rembang Innovation Award merupakan wadah untuk mendorong lahirnya berbagai inovasi dari perangkat daerah, pelajar, masyarakat, hingga pelaku usaha.
“Tentu saja Krenova atau Rembang Innovation Award ini menjadi salah satu ajang prestasi bagi perangkat daerah, pelajar, masyarakat maupun pelaku usaha, baik BUMD maupun swasta, untuk melakukan inovasi yang diharapkan dapat memajukan pembangunan di Kabupaten Rembang bahkan sampai tingkat nasional,” ujarnya.
Ia berharap inovasi yang lahir dari Krenova dapat dimanfaatkan secara luas melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Tentu saja untuk itu bisa meningkatkan kolaborasi, pemanfaatannya, dan replikasinya bersama semua pihak, tidak hanya pemerintah tetapi juga swasta. Bahkan tidak menutup kemungkinan hasil inovasi ini menarik investor untuk mengembangkan inovasi-inovasi yang sudah dilakukan di Kabupaten Rembang,” katanya.
Berikut Daftar Penerima Penghargaan Inovasi Daerah Tahun 2026 berdasarkan kategori:
Kategori Perangkat Daerah
Juara I DPMPTSP – IZIN GAMPIL (Izin Gampang dan Terintegrasi Online), inovasi pelayanan perizinan yang memudahkan masyarakat mengurus perizinan secara lebih cepat, mudah, dan terintegrasi.
Juara II Kelurahan Leteh – LETEH INSIGHT (Leteh Integrated Smart Governance and Insight Technology), sistem tata kelola pemerintahan dan layanan masyarakat berbasis teknologi informasi.
Juara III Dinperinaker – Pojok Nakerbisa, layanan informasi dan fasilitasi ketenagakerjaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja.
Harapan I Dindukcapil – LADIES SANTUN (Pelayanan Adminduk bagi Lansia dan Disabilitas Sampai Tuntas), layanan administrasi kependudukan khusus bagi lansia dan penyandang disabilitas.
Harapan II Puskesmas Sarang 2 – Manis Manja Vol. 2 dengan Kopdar, inovasi peningkatan layanan kesehatan masyarakat melalui pendampingan dan pemberdayaan kelompok sasaran.
Harapan III Dinlutkan – SIPARI (Sistem Informasi dan Pelayanan Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan), platform layanan informasi dan perizinan bagi pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan.
Kategori Umum
Juara I Ainun Najib – Sistem Penyiraman Pintar (SPP) 2.0 Berbasis Internet of Things, teknologi penyiraman otomatis menggunakan sensor dan kontrol jarak jauh untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air.
Juara II SMP Negeri 1 Pancur – Aksa Voca, pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi tata kelola dan administrasi satuan pendidikan.
Juara III BUMDesma Wijaya Kusuma – E-BUMDES, aplikasi pelaporan dan pengelolaan administrasi BUMDes, BUMDesma, dan LKD berbasis elektronik.
Harapan I PSDKU Undip Rembang – DIDOPREK, platform teknologi pertanian berbasis API dan IoT untuk meningkatkan produktivitas padi pada lahan tadah hujan.
Harapan II Wahyu Dwi Aji – ELKPD Berbasis Gamifikasi Berbantuan Kahoot, media pembelajaran interaktif yang menggabungkan lembar kerja digital dengan metode permainan edukatif.
Harapan III Achmad Ghufron – Nyaman Stage, konsep pengembangan ekonomi lokal melalui penyelenggaraan event kreatif yang mengintegrasikan program UMKM dan peningkatan pendapatan daerah.
Kategori Pelajar
Juara I SMA Negeri 2 Rembang – SMART-DOMASI, teknologi penyaring air pintar berbasis IoT yang memanfaatkan eceng gondok, arang mangrove, dan limbah cangkang kerang sebagai media filtrasi.
Juara II SMP Negeri 1 Lasem – REWAX-IoT, teknologi pemulihan dan daur ulang malam batik berbasis Internet of Things untuk mendukung industri batik yang lebih ramah lingkungan.
Juara III SMP Negeri 2 Rembang – BOTTASH Battery, baterai darurat berbahan bottom ash sebagai alternatif sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Harapan I SMA Negeri 2 Rembang – BIOSAJI, inovasi pengolahan limbah organik seperti sisa fillet ikan, kotoran sapi, bulu ayam, dan jerami menjadi biogas dan pupuk organik.
Harapan II SMP Negeri 1 Pancur – SIKDIS (Sistem Informasi Kedisiplinan Siswa), aplikasi pemantauan kedisiplinan siswa secara real-time untuk mendukung pembentukan karakter pelajar.
Harapan III SMP Negeri 1 Kragan – KARTINI, kandang ayam pintar berbasis IoT dengan sistem penghangat otomatis dan kontrol pakan jarak jauh untuk meningkatkan produktivitas peternakan.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











