JEPARA, Harianmuria.com – Dua nelayan asal Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, yang dilaporkan hilang setelah berangkat melaut di perairan Bondo akhirnya ditemukan pada Jumat, 10 Juli 2026 sekitar pukul 16.30 WIB.
Bejo, warga Desa Srobyong, dan Legiman, warga Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo, dilaporkan tidak kembali setelah berangkat melaut menggunakan KM AFFAN dari Pelabuhan Bondo pada Selasa, 7 Juli 2026. Informasi hilangnya kedua nelayan tersebut kemudian disebarluaskan melalui Forum Nelayan (Fornel) Jepara Utara, sementara BPBD Jepara berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pencarian.
Keduanya ditemukan dalam keadaan selamat dan dievakuasi kapal nelayan yang melintas. Keduanya sempat hanyut kurang lebih empat hari akibat mesin kapal mati di tengah laut.
Kepala Pelaksana BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menjelaskan berdasarkan laporan yang diterima, KM AFFAN berangkat sekitar pukul 15.00 WIB dengan dua anak buah kapal (ABK), yakni Bejo dan Legiman.
Sekitar pukul 17.30 WIB, kapal mengalami mati mesin di tengah laut. Kedua nelayan berupaya menghidupkan kembali mesin kapal, namun tidak berhasil. Mereka kemudian menebarkan jaring sebagai jangkar agar kapal tidak hanyut. Namun, cuaca buruk yang disertai ombak besar dan angin kencang membuat kapal tetap terbawa arus hingga hanyut selama sekitar empat hari.
“Kondisi cuaca yang buruk menyebabkan kapal terus terbawa arus meskipun ABK telah berusaha menahan laju kapal menggunakan jaring,” jelas Arwin.
Setelah empat hari terombang-ambing di laut, lanjut Arwin, pada Jumat, 10 Juli 2026 sekitar pukul 16.30 WIB. Kedua nelayan berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh KM Anugerah Abadi-VIII GT 28 Nomor 1556/FP yang dinakhodai Ahmad Subronto.
“Pada Sabtu (11 Juli 2026) sekitar pukul 06.00 WIB, kapal penolong itu bersandar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor, Kabupaten Batang. Kedua nelayan kemudian dievakuasi ke Kantor Satpolairud Polres Batang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” terangnya.
Arwin mengimbau masyarakat nelayan untuk memastikan persiapan matang sebelum melaut, termasuk mengecek kondisi cuaca hingga mesin kapal
“Kejadian ini menjadi pengingat bagi para nelayan untuk selalu memastikan kondisi kapal dan memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut guna mengurangi risiko kecelakaan di laut,” pungkasnya.
Jurnalis: Tomi Budianto











