KUDUS, Harianmuria.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus melakukan pemetaan terhadap kerawanan bencana di kawasan Perbukitan Patiayam yang masuk wilayah Kabupaten Kudus dan Kabupaten Pati.
Sekretaris BPBD Kabupaten Kudus, Syarif Hidayah, menyebut ada empat desa di Kudus dan Pati yang masuk dalam daerah rawan bencana berupa tanah longsor dan banjir bandang.
“Ada spot-spot yang rawan terjadi longsor. Untuk wilayah Kabupaten Kudus yakni di Desa Gondoharum dan Desa Terban, Kecamatan Jekulo itu rawan longsor. Sedangkan wilayah yang rawan terjadi banjir bandang ada di Kabupaten Pati, khususnya di Desa Sokobubuk dan Soko Kulon,” katanya.
Ia menjelaskan kerawanan daerah tersebut muncul karena lantaran kontur tanah di kawasan Perbukitan Patiayam tersebut dinilai kurang kuat sehingga rawan tergerus air ketika musim hujan tiba.
Syarif mengatakan, pemetaan ini dilakukan untuk menentukan langkah paling tepat dalam mitigasi bencana. Setelah proses ini, pihaknya akan berkolaborasi bersama berbagai pihak untuk melakukan rehabilitasi Perbukitan Patiayam.
“Sebenarnya perbukitan Patiayam yang rawan longsor itu masuk kawasan rehabilitasi hutan produksi BKPH Muria seluas sekitar 122,5 hektar yang mencakup Desa Gondoharum dan Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Kawasan paling rawan berada di petak 40, 41, dan 42,” ucapnya.
Meski demikian, BPBD Kabupaten Kudus tetap akan membantu melakukan rehabilitasi tanah supaya bencana tidak terjadi dan tidak membahayakan masyarakat setempat.
“Kalau terjadi longsor itu bisa membahayakan masyarakat karena jarak titik rawan longsor ke Jalan Raya hanya sekitar 10 kilometer,” ujarnya.
Pihaknya pun mengaku berencana melakukan rehabilitasi perbukitan Patiayam dengan menanam 1.000 bibit pohon tanaman tegakkan dan tanaman keras.
“Kami juga akan bekerjasama dengan kelompok tani hutan untuk melakukan rehabilitasi dengan tanaman keras dan tanaman produktif. Contohnya seperti tanaman jati, alpukat, dan sirsak,” pungkasnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S
Editor: Tia











