SEMARANG, Harianmuria.com – Kota Semarang kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Berdasarkan penilaian Kementerian Dalam Negeri periode 2022–2026, Kota Semarang tercatat memiliki tingkat kemandirian fiskal tertinggi di Indonesia untuk kategori pemerintah kota dengan rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan total pendapatan mencapai rata-rata 63,26 persen. Atas capaian tersebut, Kemendagri menetapkan Semarang sebagai Transformer City nasional.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan keuangan daerah berjalan ke arah yang tepat sekaligus menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.
“Posisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah kita berada di jalur yang tepat. Kemandirian fiskal ini menjadi modal agar pembangunan dapat terus berjalan secara berkesinambungan,” ujar Agustina, Jumat, 3 Juli 2026.
Dalam lima tahun terakhir, kinerja pendapatan daerah terus mengalami peningkatan. Realisasi pendapatan daerah naik dari Rp4,82 triliun pada 2021 menjadi Rp5,83 triliun pada 2025.
Sementara PAD meningkat dari Rp2,39 triliun menjadi Rp3,44 triliun dan penerimaan pajak daerah bertambah dari Rp1,45 triliun menjadi Rp2,74 triliun.
Hingga 3 Juli 2026 pukul 09.40 WIB, realisasi sementara pajak daerah telah mencapai Rp1,485 triliun atau 45,27 persen dari target Rp3,280 triliun.
Agustina menegaskan peningkatan pendapatan daerah tidak ditempuh dengan membebani masyarakat maupun dunia usaha.
Menurutnya, pemerintah lebih mengedepankan perbaikan tata kelola melalui pemutakhiran data, digitalisasi layanan perpajakan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta pengawasan yang akuntabel.
“Kami terus mengoptimalkan potensi yang sudah ada melalui tata kelola yang lebih baik. Setiap rupiah yang masuk harus dapat dipertanggungjawabkan dan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan maupun pelayanan publik,” katanya.
Ia menambahkan, predikat Transformer City menjadi pengakuan atas konsistensi Pemerintah Kota Semarang dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah.
Ke depan, Pemkot berkomitmen menjaga tren positif tersebut agar pembangunan semakin mandiri.
“Kami ingin menjaga tren positif ini. Pendapatan daerah yang kuat akan memperbesar kemampuan Kota Semarang membiayai pembangunan secara mandiri, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara langsung,” pungkasnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Sekar











