SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai melakukan penataan kawasan Simpang Lima sebagai bagian dari program revitalisasi untuk menghadirkan ruang publik yang lebih hijau, nyaman, dan representatif sebagai ikon ibu kota Jawa Tengah.
Revitalisasi tersebut mencakup pembenahan fasilitas kawasan secara menyeluruh, mulai dari pelebaran jalur pedestrian, peningkatan sistem drainase, hingga penataan kawasan kuliner agar lebih bersih dan ramah lingkungan.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan Simpang Lima akan dikembangkan menjadi ruang publik modern yang tetap mampu mengakomodasi aktivitas masyarakat sekaligus mendukung kegiatan ekonomi.
“Simpang Lima adalah wajah Kota Semarang. Karena itu kami ingin menghadirkan kawasan yang lebih nyaman untuk berjalan kaki, lebih teduh, lebih bersih, bebas genangan, sekaligus tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi dan rekreasi masyarakat,” ujarnya, Minggu, 28 Juni 2026.
Melalui proyek tersebut, jalur pedestrian akan dibuat lebih lebar sehingga memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki, termasuk penyandang disabilitas.
Selain itu, Pemkot Semarang juga membangun sistem drainase baru untuk meminimalkan genangan saat hujan.
Penataan kawasan turut dilengkapi dengan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ditempatkan di bawah jalur pedestrian kawasan kuliner. Fasilitas tersebut akan mengolah limbah dari aktivitas pedagang sebelum dialirkan ke saluran drainase.
“Kami ingin kawasan kuliner tetap berkembang, tetapi juga semakin bersih dan ramah lingkungan. Limbah dari aktivitas pedagang akan diolah terlebih dahulu sehingga saluran drainase tidak mudah tersumbat oleh minyak maupun sisa kotoran,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, mengatakan pembongkaran taman telah dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim). Setelah itu, DPU mulai mengerjakan perbaikan lantai pedestrian sebagai tahap awal revitalisasi.
“Taman sudah dibongkar oleh Disperkim. DPU nanti melakukan perbaikan lantai atau pedestrian, sementara ini kita plester dulu,” ujar Suwarto.
Menurutnya, pembangunan fisik secara menyeluruh akan dimulai setelah proses lelang proyek selesai. Konsep shelter kuliner juga akan diperbarui dengan desain yang lebih modern.
“Nanti menunggu pemenang lelang baru dibangun. Yang jelas akan dibuat lebih bagus dan tidak menggunakan keramik seperti sebelumnya,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati, memastikan revitalisasi tidak akan mengurangi keberadaan ruang terbuka hijau di kawasan Simpang Lima.
Menurutnya, vegetasi yang sebelumnya ditebang akan diganti dengan tanaman baru, termasuk rencana penanaman pohon asam sebagai identitas Kota Semarang.
“Nanti kemungkinan akan ditanam pohon asam. Lapangannya juga akan dilakukan penataan lebih baik lagi,” tuturnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid











