REMBANG, Harianmuria.com – Sebanyak 11 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Rembang kini resmi beroperasi sebagai penyalur LPG bersubsidi 3 kilogram (kg) setelah menjalin kemitraan dengan Pertamina sebagai outlet atau sub pangkalan.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkopukm) Kabupaten Rembang, Mohammad Mahfudz, menyebutkan bahwa setiap Kopdes yang telah aktif mendapat distribusi rutin LPG dalam jumlah terbatas setiap pekan.
“Setiap minggu outlet Kopdes yang sudah operasional mendapatkan alokasi 25 sampai 30 tabung. Setiap minggu dilakukan dropping,” ujarnya, Senin, 29 Juni 2026.
Meski demikian, sejumlah Kopdes lain masih belum dapat beroperasi penuh lantaran proses pembangunan fasilitas dan kelengkapan administrasi belum tuntas. Salah satu kendala utama adalah ketidaksesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dalam Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diajukan.
Menurut Mahfudz, banyak koperasi saat awal pembentukan mencantumkan jenis usaha sebagai pedagang besar atau pengecer, bukan sebagai sub pangkalan LPG. Kondisi ini membuat penyesuaian data harus dilakukan terlebih dahulu sebelum dapat disetujui Pertamina.
“Pertamina masih menunggu karena banyak NIB koperasi yang belum sesuai. Proses ini harus dipenuhi terlebih dahulu,” jelasnya.
Setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi, pengajuan penetapan Kopdes sebagai outlet akan diteruskan kepada Sales Branch Manager (SBM) Pertamina untuk mendapatkan alokasi distribusi secara resmi dan rutin.
Ia menegaskan bahwa keberadaan Kopdes tidak akan menambah kuota LPG bersubsidi di Kabupaten Rembang.
“Kuota tetap kuota kabupaten. Nanti pengelolaannya menjadi kewenangan Pertamina, apakah ada penggeseran dari pangkalan lain atau mekanisme lainnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Rayon 7 Gas Semarang Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah, Raditya Reviandi, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut program pemerintah yang menetapkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai sub pangkalan LPG 3 kilogram.
Ia menyebutkan, langkah tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap LPG bersubsidi hingga ke tingkat desa.
Raditya juga menegaskan bahwa skema ini tidak mengubah total alokasi LPG bersubsidi, melainkan hanya mengalihkan jalur distribusi agar lebih dekat dengan masyarakat.
“Tidak ada kebijakan menambah alokasi. Ini hanya penggeseran distribusi agar masyarakat bisa mendapatkan LPG lebih mudah melalui Koperasi Desa Merah Putih,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Rosyid











