LOMBOK TIMUR, Harianmuria.com – Direktorat Jenderal Pemberdayaan, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui Direktorat Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi mendukung pelaksanaan kegiatan “Penganggaran Cerdas melalui Aplikasi SmartLearning Apps untuk Komunitas Pekerja Migran” di Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
KP2MI menggandeng International Organization for Migration (IOM) dalam memfasilitasi komunitas pekerja migran tersebut.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat literasi keuangan serta mendorong pemanfaatan remitansi secara produktif bagi pekerja migran Indonesia (PMI) dan keluarganya.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu sesi pagi dan sesi siang, dengan total 50 peserta yang terdiri atas komunitas pekerja migran, purna PMI, serta anggota keluarga PMI. Peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan pengelolaan keuangan keluarga, penyusunan anggaran, serta pemanfaatan aplikasi digital sebagai media pembelajaran yang dapat diakses kapan saja.
Direktur Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi, Dr. Ramadhan NA, menegaskan bahwa tujuan bekerja di luar negeri bukan semata-mata untuk memperoleh penghasilan yang lebih tinggi, melainkan sebagai jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, membangun aset, mempersiapkan masa depan, mengembangkan usaha produktif, meningkatkan kapasitas diri, serta mewujudkan kemandirian ekonomi.
Ramadhan juga menyampaikan bahwa keberhasilan pekerja migran tidak hanya diukur dari besarnya remitansi yang dikirimkan, tetapi dari bagaimana remitansi tersebut mampu mengubah kualitas hidup keluarga. Remitansi diharapkan menjadi modal untuk memiliki rumah yang layak, membiayai pendidikan anak, membangun usaha produktif, memperkuat tabungan, serta mempersiapkan masa depan keluarga, bukan sekada memenuhi kebutuhan konsumtif sesaat.
Selain itu, Ramadhan menekankan bahwa literasi keuangan merupakan kunci dalam mewujudkan kesejahteraan finansial. Kemampuan mengelola pendapatan, menyusun anggaran, mengendalikan pengeluaran, membangun dana darurat, hingga memilih investasi yang aman menjadi
bekal penting agar pekerja migran terhindar dari jeratan utang, penipuan, maupun investasi ilegal.
Sebagai bagian dari transformasi digital, peserta juga diperkenalkan dengan Smart Learning Apps, sebuah media pembelajaran digital yang memungkinkan pekerja migran belajar secara mandiri mengenai pengelolaan keuangan kapan saja dan di mana saja.
Melalui fitur Smart Budgeting, peserta diajak memahami langkah-langkah sederhana dalam mengelola keuangan, mulai dari mencatat pendapatan, menyusun prioritas pengeluaran, menyisihkan tabungan sejak awal, hingga menginvestasikan dana untuk masa depan.
Pihaknya menggarisbawahi pentingnya peran keluarga sebagai mitra utama pekerja migran dalam mengelola remitansi. Komunikasi yang baik, perencanaan keuangan bersama, serta komitmen untuk membangun aset produktif menjadi fondasi penting agar hasil kerja keras selama bekerja di luar negeri dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga.
Purna PMI pun diharapkan mampu menjadi inspirasi melalui pembangunan usaha produktif dan penciptaan lapangan kerja di daerah asalnya.
Michelle Nadia Saputra dari Saver Global memandu peserta menggunakan Aplikasi Saver Learning untuk mempraktikkan secara langsung penyusunan anggaran sederhana sesuai kondisi keuangan masing-masing.
Melalui metode pembelajaran interaktif tersebut, peserta dapat memahami cara menentukan prioritas kebutuhan, mengelola pengeluaran, dan merencanakan keuangan keluarga secara lebih sistematis.
Efektivitas pembelajaran diukur melalui pre-test dan post-test. Nilai rata-rata peserta meningkat dari 70,38 persen menjadi 79,60 persen, atau mengalami peningkatan sebesar 13,10 persen, yang menunjukkan adanyapeningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan.
Melalui kolaborasi antara KP2MI dan IOM, diharapkan semakin banyak pekerja migran Indonesia yang memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak, memanfaatkan remitansi sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan, serta membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Pembelajaran yang diberikan pada kegiatan ini diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi terus berlanjut melalui pemanfaatan Smart Learning Apps sebagai sarana belajar.
Jurnalis: Amelia











