REMBANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Rembang mengintensifkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak menjelang hari raya Iduladha 2026.
Dokter hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Erdyanti Permatasari, mengatakan Rembang tahun ini memperoleh alokasi 60 ribu dosis vaksin PMK dari pemerintah.
“Jumlah vaksin tahun ini sebanyak 60.000 dosis yang dibagi dalam dua tahap, masing-masing 30.000 dosis. Tahap pertama berlangsung Januari hingga Juni,” ujarnya saat ditemui di kandang komunal Desa Babagan, Kecamatan Lasem pada Kamis, 7 Mei 2026.
Erdyanti menjelaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi PMK tahap pertama masih berjalan dengan target 20 ribu dosis. Vaksinasi dilakukan oleh petugas inseminasi buatan (IB), dokter hewan, serta didukung tim teknis bidang peternakan dan kesehatan hewan.
Menurutnya, vaksinasi penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak terhadap virus PMK.
“Dengan vaksinasi, antibodi ternak meningkat sehingga lebih kebal terhadap PMK. Kalaupun terpapar, biasanya gejalanya lebih ringan dan peluang sembuh lebih tinggi,” jelasnya.
Pada kegiatan vaksinasi di Desa Babagan, petugas memberikan sekitar 100 dosis vaksin untuk sapi dan kambing milik warga.
Erdyanti mengungkapkan bahwa kasus PMK di Rembang saat ini relatif terkendali. Salah satu langkah yang terus dilakukan pemerintah adalah vaksinasi rutin setiap enam bulan sekali.
Pemkab Rembang mengimbau para peternak untuk aktif mengikuti program vaksinasi guna menjaga kesehatan ternak dan mendukung stabilitas sektor peternakan daerah menjelang Iduladha.
Sementara itu, peternak asal Desa Babagan, Suhadi, mengaku merasa lebih tenang setelah ternaknya mendapatkan vaksin PMK.
“Bagus, jadi ternak lebih terlindungi dari penyakit, terutama PMK,” katanya.
Ia juga mengaku pernah mengalami kasus PMK pada ternaknya beberapa waktu lalu namun seluruh ternak berhasil pulih setelah mendapatkan penanganan.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











