BLORA, Harianmuria.com – Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora menggencarkan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) menjelang Idul Adha tahun 2026. Vaksinasi difokuskan pada ternak yang akan dijadikan hewan kurban.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DP4 Blora, Rasmiyana, mengatakan stok hewan kurban di Blora tergolong melimpah. Bahkan, pasokan tersebut tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, namun juga mampu menyuplai ke luar daerah.
“Menjelang Idul Adha, kami menggalakkan vaksinasi PMK, terutama pada ternak yang akan digunakan sebagai hewan kurban agar dipastikan dalam kondisi sehat,” ujar Rasmiyana, Kamis, 30 April 2026.
Vaksinasi telah dilakukan di sejumlah titik, salah satunya di Desa Temurejo, Kecamatan Blora, dengan menyasar sapi milik peternak.
“Selain itu, vaksinasi juga menyasar ternak milik pedagang hingga pengepul hewan kurban,” tambahnya.
Pada tahun 2026, Kabupaten Blora mendapatkan alokasi 60 ribu dosis vaksin PMK yang didanai APBN. Hingga saat ini, sekitar 9 ribu dosis telah disuntikkan ke ternak,
“Sisanya (sebanyak 51 ribu dosis) ditargetkan rampung hingga akhir tahun,” katanya.
Namun, sambung Rasmiyana, jumlah tersebut masih dinilai belum mencukupi. Pasalnya, populasi sapi di Blora mencapai sekitar 176 ribu ekor.
Sementara itu, kasus PMK di Blora sepanjang 2026 tercatat masih ada, meski tidak setinggi tahun sebelumnya.
“Hingga April, terdapat sekitar 30 kasus PMK tanpa adanya kematian ternak,” katanya.
Rasmiyana menjelaskan, munculnya kasus PMK dipicu oleh beberapa faktor. Di antaranya pembelian ternak baru serta mobilitas pedagang di pasar yang berpindah-pindah, sehingga meningkatkan risiko penularan antar ternak.
“Perpindahan pedagang juga menjadi faktor penularan,” tambahnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono











