REMBANG, Harianmuria.com – Nasib memprihatinkan dialami Mbah Kasnadi, warga Desa Kedungasem, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang. Di usia senja dan kondisi sakit menahun hingga lumpuh, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang selama ini menjadi penopang hidupnya sempat terhenti.
Kabar tersebut langsung mendapat perhatian Bupati Rembang, Harno. Pihaknya turun langsung menjenguk dan memastikan kondisi sebenarnya.
“Ya jadi ini, kemarin saya dapat informasi bahwa beliau sudah lama sakit. Dan saya juga membaca di berita bahwa PKH yang dulu pernah didapat malah sekarang tidak lagi diterima,” ujar Harno, Jumat, 24 April 2026.
Dari kunjungannya, Bupati Harno menemukan adanya ketidaksesuaian data yang menyebabkan bantuan tersebut tidak lagi diterima oleh Mbah Kasnadi.
“Saya ingin melihat langsung apa yang terjadi. Setelah dicek, memang ada yang kurang pas. Maka saya langsung ajak Dinas Sosial, camat, kepala desa, PMI, serta pendamping PKH untuk segera mencari solusi agar ini cepat tertangani,” tegasnya.
Bupati juga sempat menawarkan perawatan medis dengan membawa Mbah Kasnadi ke rumah sakit. Namun, yang bersangkutan memilih tetap dirawat di rumah.
“Tadi sudah saya tawarkan ke rumah sakit karena kondisinya jelas tidak sehat, tapi beliau tidak mau. Inginnya tetap di rumah. Maka pemerintah bersama desa akan tetap menanggung dan memantau kesehatannya melalui puskesmas dan RSUD,” imbuhnya.
Sementara itu, Camat Sumber, Wijayanti, mengaku terkejut dengan kabar tersebut. Pasalnya, selama ini pemerintah desa disebut telah memberikan perhatian.
“Saya sempat kaget, karena kami sudah beberapa kali berkunjung. Bahkan tahun 2023 sudah dibantu rumah, juga bantuan sembako dan pembayaran listrik,” jelasnya.
Hasil koordinasi dengan pendamping PKH, perubahan data menjadi penyebab utama terhentinya bantuan.
“Ground check terakhir April 2025, tiba-tiba data berubah dari desil 1 menjadi tidak terdata. Padahal kami tidak pernah mengubah data tersebut. Ini yang sedang kami telusuri,” terangnya.
Sebagai solusi cepat, pihak kecamatan bersama pemerintah desa memasukkan Mbah Kasnadi sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).
“Mulai April sampai Desember akan kami cover lewat BLT-DD. Untuk Januari sampai Maret yang sempat tidak menerima, Insya Allah akan kami bantu secara pribadi maupun dari kecamatan,” tambahnya.
Kepala Desa Kedungasem, Zulianah, juga menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mencabut bantuan PKH tersebut.
“Beliau hanya menyampaikan keluhan, kenapa kondisinya seperti ini tapi PKH tidak didapat. Setelah kami cek, ternyata bukan dicabut, tapi ada perubahan data yang tidak diketahui,” jelasnya.
Pemerintah desa pun memastikan tetap hadir membantu kebutuhan sehari-hari Mbah Kasnadi.
“Beliau Akan menerima BLT-DD sekitar Rp300 ribu per bulan. Kami bersama perangkat desa terus berupaya membantu semampunya,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











