JEPARA, Harianmuria.com – Perayaan Kirab Jutbio dalam rangka memperingati Hari She-Jiet (kelahiran) Kongco Hian Thian Siang Tee berlangsung meriah di kawasan Kelenteng Hian Thian Siang Tee, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Jumat, 17 April 2026. Ribuan warga memadati sepanjang rute kirab untuk menyaksikan prosesi yang dipenuhi nuansa spiritual dan budaya tersebut.
Tabuhan genderang, atraksi barongsai, serta arak-arakan rupang dari puluhan kelenteng turut menyemarakkan kegiatan. Sebanyak 32 kelenteng dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam kirab sakral ini.
Kirab Jutbio 2026 atau Imlek 2577 tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan umat Tridharma, tetapi juga mencerminkan keberagaman budaya yang hidup harmonis di Kabupaten Jepara.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis yang melampaui sekadar tradisi tahunan. Menurutnya, kirab Jutbio dapat menjadi simbol toleransi sekaligus peluang pengembangan sektor pariwisata daerah.
“Kirab ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga peluang masa depan. Ada kekuatan budaya, spiritualitas, dan pariwisata yang bisa berjalan bersama untuk menghidupkan Jepara,” katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berencana mengemas kegiatan tersebut secara lebih terstruktur agar dapat menjadi agenda wisata budaya unggulan.
“Kami akan siapkan konsep yang lebih matang ke depan, agar kegiatan ini bisa menjadi destinasi wisata yang semakin menarik,” ujarnya.
Sementara itu, panitia kirab, Dicky Sugandi, menyebut Kelenteng Welahan memiliki nilai historis tinggi karena termasuk salah satu yang tertua di Indonesia. Ia mendorong penataan kawasan Pecinan Welahan agar lebih optimal dalam mendukung daya tarik wisata.
Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kalau penataan kawasan Pecinan ini dimaksimalkan, dampaknya bisa besar bagi ekonomi warga,” katanya.
Peserta kirab berasal dari berbagai daerah, di antaranya Padang, Jakarta, Gresik, hingga Cepu, Blora. Partisipasi lintas daerah tersebut menunjukkan kuatnya jejaring budaya antar komunitas kelenteng serta tingginya daya tarik tradisi Jutbio di Welahan.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid











