• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Makna Ritual Wiwitan, Tradisi Pengukir Jepara Sebelum Proses Ukir

ulfa puspa by ulfa puspa
16 Maret 2026
in Jepara, News
68 1
Salah satu pengukir di Jepara, Roni, melakukan ritual wiwitan sebelum mengukir karya untuk pameran Tatah 2026. (Tomi Budianto/Harianmuria.com)

Salah satu pengukir di Jepara, Roni, melakukan ritual wiwitan sebelum mengukir karya untuk pameran Tatah 2026. (Tomi Budianto/Harianmuria.com)

532
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

JEPARA, Harianmuria.com – Di tengah industry furnitur yang serba cepat, sebagian pengukir di Jepara masih mempertahankan ritual wiwitan sebelum memulai proses ukir.

Salah satunya adalah Roni, pengukir yang tetap menjalankan ritual wiwitan sebelum mulai menatah kayu untuk karya yang akan dipamerkan dalam Pameran Tatah 2026.

Ritual wiwitan dilakukan Roni di bengkel kerjanya di Desa Sukodono, Kecamatan Tahunan, pada Sabtu, 14 Maret 2026. Wiwitan menjadi langkah awal sebelum pahat pertama menyentuh kayu.

Secara harfiah, wiwitan berarti awal atau permulaan. Dalam tradisi seni ukir Jepara, ritual ini dimaknai sebagai penyucian niat sekaligus doa agar proses penciptaan karya berjalan baik.

“Intinya adalah berdoa dan berniat. Orang Jawa itu memulai sesuatu selalu dengan niat yang bersih,” ujar Roni.

Bagi Roni, kayu bukan sekadar material kerja. Ia meyakini bahwa kayu memiliki energi, sehingga seorang pengukir perlu memulai proses berkarya dengan memohon izin kepada Sang Pencipta serta menghormati alam.

Ritual wiwitan biasanya dilakukan secara sederhana melalui doa bersama dan selamatan kecil. Dalam proses ini, seorang seniman berupaya melepaskan ego pribadi agar karya yang lahir tidak sekadar didorong ambisi, tetapi juga ketulusan batin.

Karya yang tengah digarap Roni nantinya dipamerkan dalam Pameran Tatah 2026 yang direncanakan berlangsung di Museum Nasional Indonesia pada April 2026.

Dalam tradisi Jawa, proses penciptaan kerap dimaknai sebagai perjalanan batin. Wiwitan menjadi titik awal perjalanan tersebut, sebuah laku spiritual yang menempatkan kerja sebagai bagian dari relasi manusia dengan yang ilahi.

Dari keteduhan batin itulah lahir karya yang tidak hanya menampilkan keterampilan teknis, tetapi juga memuat rasa. Garis-garis ukiran yang meliuk, spiral, dan organik dalam tradisi ukir Jepara tumbuh seperti sulur hidup yang mengikuti irama tangan pengukir.

Di tengah tuntutan produksi massal yang serba cepat, mempertahankan wiwitan menjadi pilihan yang tidak selalu mudah. Namun, bagi Roni dan sejumlah pengukir lain, tradisi ini tetap dijaga sebagai bagian dari cara mereka memaknai pekerjaan.

“Saya mencoba menerjemahkan tradisi ini ke masa kini. Esensinya tetap saya pegang,” jelasnya.

Menurutnya, setiap keping kayu yang ditatah membawa tanggung jawab budaya sekaligus sejarah panjang Jepara sebagai pusat seni ukir yang dipengaruhi berbagai peradaban, mulai dari Hindu, Buddha hingga Islam yang kemudian membentuk harmoni visual dalam tradisi ukir pesisir Jawa.

Kesadaran inilah yang juga menjadi salah satu landasan dalam penyelenggaraan Pameran Tatah 2026. Pameran tersebut ingin menunjukkan bahwa ukir Jepara bukan sekadar komoditas furnitur, melainkan warisan keahlian masyarakat yang lahir dari tradisi panjang dan laku spiritual.

Melalui ritual wiwitan, karya-karya yang akan dipamerkan diharapkan menjadi jendela bagi dunia untuk melihat wajah modernitas Jawa yang tetap bersahaja dan berpegang pada nilai-nilai tradisi.

Bagi Roni dan para pengukir yang terlibat dalam pameran ini, menjaga kearifan lokal bukan berarti menolak perubahan zaman. Sebaliknya, hal itu menjadi cara untuk memastikan bahwa dalam setiap kemajuan, masyarakat tetap memiliki akar budaya yang kuat.

Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Jeparajeparakabupaten jeparaTRADISIUkir Jepara
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Mudik Gratis 2026, Pemkab Pati Jemput Warga Perantau Hari Ini

Next Post

Sempat Ambrol, Jembatan Menawan Kudus Sudah Bisa Difungsikan Lagi

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Wabup Jepara Jenguk Korban Kebakaran CV Allpin, Pastikan Penanganan Berlanjut

Wabup Jepara Jenguk Korban Kebakaran CV Allpin, Pastikan Penanganan Berlanjut

by Sekar Sari
14 Oktober 2026
520

JEPARA, Harianmuria.com - Pemkab Jepara memastikan penanganan korban kebakaran gudang pabrik mebel CV Allpin Furniture di Kelurahan Karangkebagusan, Kecamatan Jepara, terus dipantau.  Hal itu dikatakan Wakil Bupati Jepara...

1 Pekerja Tewas saat Kebakaran Gudang Pabrik Mebel di Jepara, Pasokan Air Jadi Kendala Pemadaman

1 Pekerja Tewas saat Kebakaran Gudang Pabrik Mebel di Jepara, Pasokan Air Jadi Kendala Pemadaman

by Sekar Sari
14 Oktober 2026
538

JEPARA, Harianmuria.com - Kebakaran hebat yang melanda gudang mebel CV ALLPIN di Karangkebagusan, Kecamatan Jepara, menewaskan seorang pekerja dan menyebabkan dua pekerja lainnya mengalami luka bakar serius. Hingga...

Perluas Skrining TBC, Pemkab Jepara Targetkan Temukan 3.000 Kasus Baru

Perluas Skrining TBC, Pemkab Jepara Targetkan Temukan 3.000 Kasus Baru

by ulfa puspa
13 Oktober 2026
518

JEPARA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Jepara menggencarkan penemuan kasus tuberculosis (TBC) dengan memperluas cakupan skrining. Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program pemberantasan TBC....

Tim MBLB Jepara Temukan Bukaan Tambang Ilegal di Desa Pancur Meluas

Tim MBLB Jepara Temukan Bukaan Tambang Ilegal di Desa Pancur Meluas

by ulfa puspa
13 Oktober 2026
533

JEPARA, Harianmuria.com – Dua titik tambang di Desa Pancur, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara tak memiliki izin alias ilegal. Berdasarkan inspeksi Pemerintah Kabupaten Jepara, pada Selasa, 13 Oktober 2026,...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
539
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
529
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Dua RS Baru di Blora Belum Layani BPJS, Warga Harus ke Faskes Lain

Dua RS Baru di Blora Belum Layani BPJS, Warga Harus ke Faskes Lain

11 Juni 2025
667
ILUSTRASI: Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober. (Unsplash/Harianmuria.com)

Mengenal Sejarah Hari Santri Nasional yang Diperingati Setiap 22 Oktober

10 Oktober 2022
666

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya