JEPARA, Harianmuria.com – Ribuan warga memadati kawasan Alun-Alun 1 Jepara pada Jumat, 13 Maret 2026 malam menyaksikan Festival Tongtek Piala Bergilir Bupati Jepara Tahun 2026.
Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati M. Ibnu Hajar (Gus Hajar), Ketua DPRD Agus Sutisna, serta jajaran Forkopimda turut hadir menyaksikan jalannya festival. Kehadiran para pimpinan daerah tersebut menambah semarak acara yang disambut antusias oleh masyarakat.
Sebanyak 25 kelompok tongtek dari berbagai wilayah di Jepara tampil memeriahkan festival. Sorak sorai penonton terdengar sepanjang rute yang dilalui peserta, menambah suasana semakin hidup.
Rute festival dimulai dari Alun-Alun 1 Jepara melintasi Jalan Kartini, Jalan Pemuda, Jalan M.H. Thamrin, Jalan Brigjen Katamso, dan kembali finis di Alun-Alun 1 Jepara.
Wabup Jepara, M. Ibnu Hajar, menyampaikan bahwa festival tongtek diharapkan menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat di bulan suci Ramadan sekaligus menjaga tradisi tongtek agar tetap lestari.
Menurutnya, tongtek merupakan tradisi khas Ramadan yang telah lama berkembang di masyarakat Jepara, terutama sebagai sarana membangunkan warga untuk sahur pada sepertiga malam.
“Melalui festival ini kami ingin memberikan ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitasnya, sehingga tradisi tongtek dapat terus berkembang dalam suasana yang tertib, aman, dan penuh kegembiraan,” jelasnya.
Wabup menyampaikan bahwa festival yang pertama kalinya diselenggarakan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Jepara tersebut dapat menjadi agenda tahunan.
Pihaknya juga mengingatkan para peserta agar menjadikan kegiatan ini sebagai sarana memperkuat nilai kebersamaan serta menjaga kearifan lokal yang religius.
“Menang kalah itu biasa. Yang terpenting adalah kebersamaan dan hiburan bagi masyarakat. Harapannya tradisi tongtek tetap terjaga sekaligus menjadi wadah kreativitas generasi muda yang religius, kreatif, dan berbudaya,” ujarnya.
Ia juga mengimbau peserta maupun penonton untuk menjaga ketertiban serta kebersihan selama festival berlangsung.
“Jaga ketertiban dan kebersihan. Sampah dibawa pulang karena kebersihan sebagian dari iman,” tambahnya.
Salah satu penonton, Jumadi, mengaku sengaja datang dari Kecamatan Keling untuk menyaksikan festival tersebut. Menurutnya, tradisi tongtek telah ada sejak dirinya kecil dan menjadi bagian dari suasana Ramadan di Jepara.
“Biasanya diadakan oleh warga sendiri, sekarang difasilitasi oleh pemerintah daerah. Ini bagus sekali, semoga tahun depan lebih meriah lagi,” ungkapnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa











