BLORA, Harianmuria.com – Lalu lintas arus mudik lebaran 2026 diprediksi meningkat dalam beberapa hari ke depan. Kendaraan yang masuk ke Kabupaten Blora diperkirakan didominasi dari jalur Pantura, khususnya dari arah Kabupaten Rembang.
Kasatlantas Polres Blora, AKP Anggito Erry Kurniawan, mengatakan peningkatan arus mudik diperkirakan mulai terjadi pada 13 hingga 15 Maret 2026, sedangkan puncak arus mudik diprediksi berlangsung pada 17 hingga 18 Maret 2026.
Meski demikian, hingga saat ini peningkatan volume kendaraan yang melintas di wilayah Blora masih belum terlihat signifikan.
“Untuk saat ini peningkatan arus mudik belum terlalu signifikan. Namun kendaraan yang masuk rata-rata berasal dari arah Pantura, terutama dari Rembang,” kata AKP Anggito, Jumat, 13 Maret 2026.
Kepolisian juga memprediksi arus balik Lebaran akan terjadi dalam dua tahap. Arus balik pertama diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026.
Sementara itu, puncak arus balik kedua diprediksi terjadi pada 28 Maret 2026, menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah terkait penerapan work from anywhere (WFA) pada 27 dan 28 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, aparat kepolisian bersama instansi terkait menyiapkan lima pos pengamanan (pospam) dan pos pelayanan (posyan) selama libur lebaran.
Tiga pospam masing-masing berada di Kecamatan Kunduran, Randublatung, dan Jepon. Kemudian, untuk posyan disiapkan di wilayah Cepu serta satu pos terpadu di Alun-Alun Blora.
Kasatlantas menambahkan, Polda Jateng memperkenalkan inovasi layanan digital bernama SIPOLAN untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi lalu lintas menjelang arus mudik.
Layanan dengan tagline “Gratis, Cepat, Mudah” tersebut dapat diakses melalui aplikasi WhatsApp di nomor 0877-110-110-10 atau dengan memindai kode QR yang telah disediakan.
SIPOLAN menyediakan informasi jalur mudik secara real-time, rekayasa lalu lintas, jalur alternatif, serta bantuan kepolisian apabila masyarakat membutuhkan bantuan petugas di lapangan.
“Kami siap melayani dan memastikan perjalanan masyarakat aman serta nyaman,” kata Anggito.
Ia mengimbau masyarakat menyimpan nomor layanan tersebut sebagai langkah antisipasi selama perjalanan mudik.
“Dengan hadirnya SIPOLAN, diharapkan penumpukan kendaraan di titik rawan dapat diminimalisir melalui distribusi informasi lalu lintas yang cepat kepada para pengendara,” pungkasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa










