SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) resmi mengoperasikan Posko Terpadu Lebaran 2026 mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Posko tersebut disiapkan untuk memberikan pelayanan bagi pemudik serta masyarakat selama periode arus mudik dan balik Lebaran.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan keberadaan posko terpadu, termasuk pos pengamanan dan pelayanan, ditujukan untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan selama masa mudik.
“Posko Terpadu termasuk Pos Pengamanan dan Pelayanan itu sejatinya dibuat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Luthfi saat memberikan arahan dan membuka Pos Terpadu Lebaran 2026 di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurut Luthfi, posko terpadu berfungsi sebagai pusat komando yang mengoordinasikan seluruh posko di Jawa Tengah. Posko tersebut juga bertugas menangani berbagai situasi di lapangan, mulai dari kemacetan, pemudik sakit, kendaraan mogok, hingga kecelakaan lalu lintas.
Selain itu, posko juga melakukan pengolahan serta validasi data untuk mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan menyediakan informasi bagi masyarakat.
Ia menegaskan seluruh posko harus siaga selama 24 jam untuk memantau kondisi wilayah, baik jalur mudik maupun pergerakan orang dan barang. Pemantauan juga mencakup daerah rawan bencana seperti tanah longsor, tanah bergerak, dan banjir.
Luthfi juga mengingatkan para petugas agar menjaga kondisi kesehatan selama bertugas sehingga dapat memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
“Jadi Sebelum memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan bagi pemudik, petugas yang di pos harus aman dan nyaman dulu,” jelasnya.
Berdasarkan evaluasi penyelenggaraan mudik tahun 2025, pemerintah provinsi juga menyiapkan sejumlah peningkatan layanan pada mudik tahun ini. Beberapa di antaranya penambahan kantong parkir dan fasilitas toilet di rest area tol, penambahan penerangan jalan umum (PJU), pemasangan rambu portabel di jalur alternatif, serta perluasan dan sosialisasi aplikasi pemantau arus lalu lintas.
Terkait penerangan jalan umum, Luthfi mengingatkan petugas yang bertugas di jalur Selatan-Selatan untuk meningkatkan kewaspadaan karena kondisi penerangan di wilayah tersebut masih terbatas. Oleh karena itu diperlukan penambahan rambu penunjang keselamatan.
Selain jalur mudik, pemerintah juga meminta petugas memantau objek-objek vital seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, pasar, serta destinasi wisata untuk memastikan keamanan selama periode libur Lebaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyebutkan jumlah pemudik yang diperkirakan masuk ke Jawa Tengah pada Lebaran 2026 mencapai sekitar 17,7 juta orang. Angka tersebut meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 13 juta pemudik.
Posko Terpadu Provinsi Jawa Tengah akan beroperasi selama 24 jam dengan pembagian tiga shift petugas. Personel yang terlibat berasal dari berbagai instansi, antara lain organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jawa Tengah, Polda Jawa Tengah, Basarnas, Jasa Marga, hingga BMKG.
“Jawa Tengah juga memiliki kelompok masyarakat sadar keselamatan. Jumlahnya lebih dari 350 orang, dan ini kita aktifkan mereka menjadi ujung tombak di titik-titik yang jauh dari pantauan,” katanya.
Untuk mendukung pemantauan lalu lintas, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah juga telah memasang 10 titik kamera pengawas (CCTV) yang dapat dipantau selama 24 jam. Sistem tersebut terintegrasi dengan CCTV milik pemerintah kabupaten dan kota.
“Pemudik bisa mengecek kondisi lalu lintas di kabupaten/kota tujuan sebelum mudik,” pungkasnya.
Jurnalis: Humas Pemprov Jateng
Editor: Rosyid











