JEPARA, Harianmuria.com – Ribuan nelayan di Kabupaten Jepara menerima bantuan beras dari pemerintah daerah di tengah kondisi musim paceklik yang dipicu cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo (Mas Wiwit) di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, pada Rabu, 11 Maret 2026.
Wiwit mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kepada nelayan yang saat ini kesulitan melaut akibat kondisi cuaca.
“Ini memang musim paceklik bagi para nelayan, apalagi mereka juga sedang menghadapi kebutuhan menjelang lebaran. Karena itu kita bersinergi dengan PLN untuk membagikan bantuan beras kepada para penerima manfaat,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa, bantuan yang disalurkan menyasar sekitar 7.500 nelayan di Kabupaten Jepara, dengan total beras yang dibagikan mencapai sekitar 36 ton.
“Kurang lebih ada 36 ton beras yang kita bagikan hari ini. Harapannya bantuan ini bisa sedikit meringankan beban para nelayan,” ujarnya.
Selain bantuan bagi nelayan, lanjut Mas Wiwit, pemerintah pusat sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan bagi petani yang terdampak banjir di Jepara. Lahan pertanian yang terdampak banjir tercatat mencapai sekitar 2.800 hektare dengan nilai bantuan sekitar Rp1,1 miliar.
Di samping itu, pemerintah juga telah menyalurkan 68,7 ton benih untuk membantu petani agar dapat kembali melakukan penanaman.
“Terkait pupuk saat ini juga sudah lancar. Para petani bisa mengakses pupuk melalui gapoktan-gapoktan yang ada,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Forum Nelayan Jepara Utara, Nanang Cahyo Hadi, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian kepada para nelayan.
Ia mengatakan bahwa, dalam beberapa hari terakhir nelayan memang kesulitan melaut akibat gelombang tinggi.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh stakeholder dan pemerintah yang sudah membantu. Kami merasa dimanusiakan dengan perhatian ini. Ini hal yang luar biasa bagi kami,” ujarnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid











