JEPARA, Harianmuria.com – Suasana khidmat menyelimuti perayaan malam Tahun Baru Imlek 2026 di Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara pada Selasa, 17 Februari 2026. Umat Konghucu di wilayah tersebut melaksanakan sembahyang dan penyalaan ratusan lilin atau pelita di Klenteng Hok Tek Bio dan Klenteng Hian Thian Diang Tee.
Tangsin Kelenteng Hian Thian Diang Tee, Budiyanto, menjelaskan bahwa sembahyang Tahun Baru Imlek dilaksanakan dalam dua tahap. Prosesi pertama digelar di Klenteng Hok Tek Bio sebagai penghormatan kepada Dewa Bumi, kemudian dilanjutkan di Klenteng Hian Thian Diang Tee sebagai penghormatan kepada Dewa Langit.
“Untuk sembahyang kita mulai jam 11 malam, karena kita mengikuti waktu di Tiongkok yang selisih satu jam dengan Indonesia,” katanya.
Setelah rangkaian sembahyang selesai, umat melaksanakan penyalaan lilin di Klenteng Hian Thian Diang Tee. Penyalaan ini, kata Budiyanto, menjadi simbol doa dan harapan akan keberkahan, keselamatan, kesuksesan, kemudahan dalam berbagai urusan, serta perlindungan dari hal-hal buruk.
Sebanyak 168 lilin dinyalakan dalam perayaan tersebut. Menurut Budiyanto, angka tersebut memiliki makna filosofis.
“168 itu yi lu fa yang artinya berkah yang tiada terputus,” terangnya.
Ia menjelaskan bahwa ratusan lilin tersebut akan terus dinyalakan selama 15 hari hingga perayaan Cap Go Meh, yang menjadi penanda berakhirnya rangkaian Tahun Baru Imlek.
Pihaknya berharap, di Tahun Kuda Api ini seluruh masyarakat Indonesia senantiasa dianugerahi keberkahan, kemakmuran, dan kesuksesan.
“Mudah-mudahan Negara Indonesia ke depannya tetap solid dalam keberagaman serta lebih maju dibandingkan sekarang,” pungkasnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa











