• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Oktober 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Perayaan Pasar Imlek Semawis di Semarang Jadi Simbol Toleransi Umat Beragama

Rosyid by Rosyid
15 Februari 2026
in Semarang, News
75 2
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, saat mengikuti Tuk Panjang di Pasar Imlek Semawis, Jumat malam, 13 Februari 2026. (Humas Pemkot Semarang/Harianmuria.com)

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, saat mengikuti Tuk Panjang di Pasar Imlek Semawis, Jumat malam, 13 Februari 2026. (Humas Pemkot Semarang/Harianmuria.com)

592
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Perayaan Pasar Imlek Semawis 2577 di kawasan Gang Gambiran kembali menegaskan wajah toleransi Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyebut kedamaian antarwarga menjadi fondasi utama kesejahteraan di Ibu Kota Jawa Tengah.

Menurutnya, keberagaman di Semarang telah tumbuh secara alami dan menjadi praktik keseharian, bukan sekadar seremoni tahunan.

Ia mencontohkan bagaimana kawasan Pecinan yang diramaikan Pasar Semawis berdampingan dengan persiapan Pasar Dugderan menjelang Ramadhan.

Bagi Agustina, situasi tersebut menunjukkan bahwa akulturasi budaya telah menyatu dalam denyut kehidupan masyarakat.

“Tanpa harus dipuji atau ditonton, keberagaman di Semarang sudah menjadi perilaku sehari-hari. Warga Tionghoa, Jawa, Melayu hingga komunitas Arab Muslim di Kauman hidup berdampingan untuk satu tujuan, yaitu kesejahteraan bersama,” ujarnya saat menghadiri Gelar Tuk Panjang Pasar Imlek Semawis, Jumat malam, 13 Februari 2026.

Agustina juga mengaitkan stabilitas keamanan dengan pertumbuhan ekonomi melalui filosofi Warak Ngendog.

Simbol telur dalam tradisi tersebut, kata dia, menggambarkan bahwa kesejahteraan hanya bisa lahir dari suasana kota yang damai.

“Kalau warga bertengkar, tidak mungkin bisa produktif. Semarang harus tenang supaya pedagang nyaman berjualan, anak-anak nyaman sekolah, dan ekonomi bisa terus bergerak. Toleransi terjaga, kesejahteraan mengikuti,” tegasnya.

Menurutnya, kematangan sosial ini juga mulai mendapat perhatian internasional. Penataan kawasan cagar budaya seperti Pecinan, Kampung Melayu, hingga Bustaman disebut menuai respons positif.

Bahkan, Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone, juga berencana mendorong wisatawan mancanegara berkunjung ke kampung-kampung tematik di Semarang.

Agustina berharap event budaya seperti Pasar Imlek Semawis terus berkembang dan memberi dampak ekonomi nyata. Ia meyakini, ketika budaya dirawat, kawasan cagar budaya akan hidup dan generasi muda semakin bangga dengan kotanya.

Momentum tahun ini juga dinilai istimewa karena perayaan Imlek 2577 berdekatan dengan persiapan Ramadhan 1447 Hijriah serta masa Prapaskah umat Kristiani. Fenomena ini disebut sebagai potret harmoni lintas iman yang jarang terjadi.

“Inilah Semarang. Tiga agama mempersiapkan hari besar dalam waktu yang hampir bersamaan. Semoga kota ini selalu menjadi rumah yang teduh bagi siapa pun,” tuturnya.

Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita SemarangImleksemarang hari ini
SummarizeShare43SendShare
Previous Post

Ditarget Jalan 2027, Pemprov Jateng Matangkan Pengembangan Pariwisata Ramah Muslim

Next Post

Disertasi Mohammad Saleh Tuai Pujian Guru Besar Universitas Al-Azhar Mesir

Rosyid

Rosyid

Berita Terkait

Penghuni Nunggak Sewa 9 Bulan, 4 Kamar Rusun Kaligawe Semarang Disegel Satpol PP

Penghuni Nunggak Sewa 9 Bulan, 4 Kamar Rusun Kaligawe Semarang Disegel Satpol PP

by Rosyid
14 Oktober 2026
531

SEMARANG, Harianmuria.com – Satpol PP Kota Semarang menyegel empat unit kamar di Rumah Susun (Rusun) Kaligawe setelah penghuninya tak kunjung melunasi tunggakan sewa. Penyegelan dilakukan setelah serangkaian pemanggilan...

Tak Sesuai Aturan, Aktivitas Parkir di Jalan D.I. Panjaitan Semarang Ditertibkan

Tak Sesuai Aturan, Aktivitas Parkir di Jalan D.I. Panjaitan Semarang Ditertibkan

by Rosyid
13 Oktober 2026
584

SEMARANG, Harianmuria.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menindak aktivitas parkir yang tidak sesuai aturan di Jalan Mayor Jenderal D.I. Panjaitan. Penertiban dilakukan melalui patroli rutin petugas Dishub...

Pengosongan Gedung Pandanaran Dipertanyakan, DPRD Semarang Minta Bukti Kajian Teknis

Pengosongan Gedung Pandanaran Dipertanyakan, DPRD Semarang Minta Bukti Kajian Teknis

by Sekar Sari
13 Oktober 2026
710

SEMARANG, Harianmuria.com - DPRD Kota Semarang menyoroti rencana pengosongan Gedung Pandanaran di kawasan Tugu Muda milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Komisi B DPRD Kota Semarang pun meminta Pemkot...

OPD Penghuni Gedung Pandanaran Semarang Belum Bersiap Pindah, Masih Tunggu Instruksi Resmi

OPD Penghuni Gedung Pandanaran Semarang Belum Bersiap Pindah, Masih Tunggu Instruksi Resmi

by Sekar Sari
11 Oktober 2026
986

SEMARANG, Harianmuria.com - Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkantor di Gedung Pandanaran, di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang belum melakukan persiapan pindahan. Sejumlah kepala OPD mengaku masih...

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
552
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
637
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    179 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • ORADO Goes to Campus 2026 Dorong Penjaringan Atlet Domino di Perguruan Tinggi Gresik

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Pemerintah RI di bawah Presiden Prabowo memulangkan 264 pekerja migran bermasalah dari Malaysia.

Pelukan Kemerdekaan di Pintu Kepulangan

16 Agustus 2025
702
Ilustrasi permainan congklak, salah satu mainan yang dimainkan orang Jawa Tengah zaman dulu dan mulai punah. (Instagram @anil_t_prabhakar/Harianmuria.com)

5 Permainan Tradisional di Jawa Tengah yang Hampir Punah, Apa Saja?

20 Oktober 2022
4.5k

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya