• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Jateng Cetak Rekor Investasi, Kawasan Ekonomi dan Industri Jadi Magnet Investor

Rosyid by Rosyid
12 Februari 2026
in News, Semarang
69 2
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. (Humas Pemprov Jateng/Harianmuria.com)

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. (Humas Pemprov Jateng/Harianmuria.com)

548
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Jawa Tengah masih menjadi daya tarik utama bagi investor. Keberadaan kawasan tersebut dinilai memberikan kepastian fasilitas dan kemudahan berusaha sehingga mendorong peningkatan realisasi investasi di daerah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan kawasan industri berperan sebagai magnet investasi di sejumlah wilayah.

“Pelaku usaha akan nyaman karena fasilitas yang sudah disediakan oleh pengelola kawasan industri,” kata Sakina dalam acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata (Keris) Jawa Tengah di Semarang, Rabu, 11 Februari 2026.

Berdasarkan pendataan hingga akhir 2025, terdapat 109 perusahaan beroperasi di KEK Kendal, 48 perusahaan di KEK Indutropolis Batang, 47 perusahaan di Kawasan Industri Candi Semarang, 31 perusahaan di Kawasan Industri Terboyo Semarang, 24 perusahaan di Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang, 17 perusahaan di Bukit Semarang Baru (BSB) Industrial Park, 12 perusahaan di Jateng Land Park Sayung Demak, 5 perusahaan di Batang Industrial Park, serta 3 perusahaan di kawasan lainnya yakni Kawasan Industri Cipta dan LIK Bugangan Baru Semarang.

Sakina menyebutkan, kawasan industri tersebut saat ini baru tersebar di empat kabupaten/kota, yakni Kota Semarang, Demak, Kendal, dan Batang. Sementara daerah lain masih berstatus kawasan peruntukan industri.

“Harapannya ada lebih banyak lagi kawasan industri yang tumbuh di Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia mendorong 31 kabupaten/kota lainnya yang memiliki kawasan peruntukan industri untuk mengajukan peningkatan status menjadi kawasan industri agar lebih kompetitif dalam menarik investasi.

Menurutnya, kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah selama ini memiliki daya tarik kuat karena didukung akses jalan tol. Namun, wilayah tengah dan selatan juga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

“Kawasan tengah dan selatan juga potensial untuk didorong menjadi kawasan melalui investment project to ready offer (IPRO) yang siap ditawarkan kepada calon investor, salah satunya melalui investment challenge oleh Bank Indonesia,” urainya.

Pada 2025, tercatat 17 proposal dari 13 kabupaten/kota yang mengikuti investment challenge. Sakina berharap seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dapat berpartisipasi karena program tersebut didukung Bank Indonesia sehingga menghasilkan IPRO yang dilengkapi analisis ekonomi, sosial, serta potensi industri.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam berbagai kesempatan turut mendorong daerah untuk mengembangkan kawasan ekonomi dan industri baru. Sejumlah daerah seperti Cilacap, Kebumen, Banyumas, Brebes, Batang, Kendal, Demak, Semarang, dan Rembang telah menyiapkan potensi kawasan baru.

“Potensinya besar dan banyak yang harus dikerjakan. Adanya kawasan ekonomi dan kawasan industri akan memudahkan untuk investasi sehingga dapat mendorong perekonomian,” kata Ahmad Luthfi.

Ia menambahkan, kemudahan investasi di Jawa Tengah didukung penguatan kawasan industri, percepatan perizinan, serta stabilitas dan kondusivitas daerah. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan kepercayaan investor.

Berdasarkan rilis Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 15 Januari 2026, realisasi investasi Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai Rp88,50 triliun, tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,64 triliun.

Sumber: Humas Pemprov Jateng
Editor: Rosyid

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Ahmad LuthfiBerita JatengINVESTASIJateng Hari Ini
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Bupati Tika Resmikan Hasil Pembangunan Kendal 2025 Senilai Rp97 Miliar

Next Post

Pemkab Jepara Ajak Masyarakat Ikut Berantas Rokok Ilegal

Rosyid

Rosyid

Berita Terkait

Wamendagri Usulkan Jateng Jadi Model Penanganan Tuberkulosis di Selurh Daerah

Wamendagri Usulkan Jateng Jadi Model Penanganan Tuberkulosis di Selurh Daerah

by ulfa puspa
14 Oktober 2026
514

DEMAK, Harianmuria.com – Wakil Menteri Dalam Negeri Ahmad Wiyagus mengusulkan Jawa Tengah sebagai model percontohan penanganan tuberkulosis untuk seluruh Indonesia. Rencana tersebut disampaikan saat meninjau Layanan Active Case...

Jateng Catat 1.778 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, 234 Terjadi di Sekolah

Jateng Catat 1.778 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, 234 Terjadi di Sekolah

by ulfa puspa
13 Oktober 2026
516

SEMARANG, Harianmuria.com – Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 1.778 kasus yang terlaporkan. Dari jumlah tersebut, 234 kasus terjadi di sekolah. Kasus kekerasan...

DPRD Jateng menerima audiensi Aliansi Perjuangan Pemekaran Kabupaten Brebes (APPKB) di Ruang Rapat Pimpinan Lantai I Gedung Berlian, Kota Semarang, Senin (12/10/2026). (Rizky Syahrul/Harianmuria.com)

Warga Menanti Sejak 1997, DPRD Jateng Kawal Pemekaran Brebes Selatan

by Redaksi
12 Oktober 2026
527

SEMARANG, Harianmuria.com – DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berkomitmen mengawal aspirasi pemekaran Brebes Selatan agar usulan pembentukan calon daerah otonom baru (CDOB) tidak kehilangan momentum di tengah penyusunan...

Percepat Pemekaran Brebes Selatan, DPRD Jateng Akan Temui DPR dan Mendagri

Percepat Pemekaran Brebes Selatan, DPRD Jateng Akan Temui DPR dan Mendagri

by Rosyid
12 Oktober 2026
555

SEMARANG, Harianmuria.com - DPRD Jawa Tengah berencana menemui Komisi II DPR RI serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk mengawal percepatan pemekaran Brebes Selatan menjadi Calon Daerah Otonom Baru...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
544
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
530
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
547

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    209 shares
    Share 84 Tweet 52
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Bupati Harno Dorong Warga Rembang Rajin Menabung dan Berani Kembangkan Usaha

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ilustrasi anak dengan Down Syndrome. (Freepik/Harianmuria.com)

Kegagalan Hari Itu Bukanlah Akhir

9 Februari 2023
652
Mendikdasmen

Mendikdasmen Siap Terjun Pantau Pelaksanaan MBG di Semarang

5 Januari 2025
589

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya