SEMARANG, Harianmuria.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang menegaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) tidak menjadi penentu kelulusan bagi siswa.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdik Kota Semarang, Joko Hartono, merespons keresahan orang tua terkait pelaksanaan TKA bagi siswa kelas VI SD dan IX SMP yang akan digelar pada April 2026 mendatang.
Joko menegaskan TKA merupakan program nasional yang berfungsi sebagai alat evaluasi mutu pendidikan, bukan penentu lulus atau tidaknya siswa.
Oleh karena itu, ia meminta para orang tua untuk tidak menyikapi kebijakan tersebut secara berlebihan.
“TKA bukan syarat kelulusan. Ini kebijakan dari Kementerian Pendidikan. Jadi orang tua tidak perlu resah,” ujarnya, Senin, 2 Februari 2026.
Sebagai bagian dari persiapan, Joko mengungkapkan pihaknya telah melaksanakan try out TKA untuk memetakan kemampuan akademik siswa.
Try out tahap kedua telah digelar serentak pada Kamis, 15 Januari 2025, menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Kegiatan ini sekaligus menjadi simulasi awal sebelum pelaksanaan TKA yang sesungguhnya.
Joko menjelaskan, hasil TKA nantinya digunakan untuk menilai capaian pembelajaran siswa secara menyeluruh, termasuk efektivitas guru dan sistem pendidikan di sekolah.
“Yang dievaluasi bukan hanya siswa, tapi juga guru dan penyelenggaraan pendidikannya. Dari sini akan terlihat apa yang perlu dibenahi,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa TKA tidak memiliki nilai ambang batas dan tidak digunakan sebagai dasar dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Mekanisme PPDB tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku, seperti jalur zonasi, afirmasi, dan prestasi.
“Tidak ada nilai minimal dan tidak ada kaitannya dengan PPDB, baik jenjang SMP maupun SMA,” tegasnya.
Disdik Kota Semarang memastikan kesiapan sarana dan prasarana pelaksanaan TKA berbasis CAT agar dapat diikuti seluruh siswa tanpa pungutan biaya.
“TKA ini menjadi alat ukur kemampuan akademik siswa, sekaligus bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan ke depan,” pungkas Joko.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid











