BLORA, Harianmuria.com – Sebanyak 125 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas IIB Blora menjalani rehabilitasi sosial. Para WBP itu dibimbing melalui program ketahanan pangan pemasyarakatan kewirausahaan oleh Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Al Ma’laa.
4 Tahapan Rehabilitasi Sosial WBP
Ketua IPWL Al Ma’laa, Djunaidi, menjelaskan bahwa proses rehabilitasi sosial dilakukan dalam empat tahapan utama.
“Tahap pertama adalah skrining untuk mendeteksi tingkat penyalahgunaan narkoba, lalu asesmen guna menentukan jenis treatment yang tepat,” jelas Djunaidi, Selasa, 4 November 2025.
Hasil asesmen kemudian dilanjutkan dengan intervensi rehabilitasi sosial melalui program ketahanan pangan berbasis kewirausahaan pemasyarakatan.
“Selanjutnya kami memberikan bimbingan lanjutan pascarehabilitasi agar mereka bisa mandiri dan berwirausaha setelah bebas,” tambahnya.
Menurut Djunaidi, pendekatan tersebut terbukti efektif untuk menuntaskan kecanduan WBP sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri.
“Kami membentuk afirmasi positif di setiap pertemuan agar mereka percaya diri dan siap kembali ke masyarakat dengan berbekal keterampilan,” ujarnya.
Budi Daya Ayam Petelur, Ikan, dan Sayur
Sebagai bagian dari program ketahanan pangan, para WBP kini mengelola berbagai budi daya produktif seperti ayam petelur, tanaman sayur, dan ikan.
“Di Rutan Blora, program budi daya ayam petelur sudah berjalan baik. Setiap harinya sudah menghasilkan enam hingga delapan butir telur,” terang Djunaidi.
Hasil panen dari kegiatan tersebut tidak hanya untuk pelatihan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai pemenuhan gizi para warga binaan dan dijual di dalam rutan.
“Kami menyediakan kios khusus di area rutan agar hasil budi daya bisa dijual tanpa keluar dari lingkungan pemasyarakatan,” imbuhnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki











