• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Suluk Maleman Edisi 162: Merayakan Kemiskinan dengan Bahagia ala Indonesia

Basuki by Basuki
25 Juni 2025
in Kajian Agama
69 1
Anis Sholeh Ba’asyin dalam acara Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi 162, bertema “Merayakan Kemiskinan dengan Bahagia”, Sabtu malam, 21 Juni 2025, di Rumah Adab Indonesia Mulia, Pati. (Dok. Pribadi/Harianmuria.com)

Anis Sholeh Ba’asyin dalam acara Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi 162, bertema “Merayakan Kemiskinan dengan Bahagia”, Sabtu malam, 21 Juni 2025, di Rumah Adab Indonesia Mulia, Pati. (Dok. Pribadi/Harianmuria.com)

539
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-162 yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Pati, Sabtu malam, 21 Juni 2025, mengangkat tema unik dan reflektif: ‘Merayakan Kemiskinan dengan Bahagia’. Budayawan dan penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin, membedah paradoks kebahagiaan dan kemiskinan di Indonesia.

Mengutip hasil penelitian Universitas Harvard pada Mei 2025, Indonesia dinobatkan sebagai negara paling bahagia di dunia. Namun di sisi lain, data dari Bank Dunia menunjukkan bahwa 194,4 juta jiwa atau 68,2 persen warga Indonesia masih tergolong miskin, berdasarkan standar internasional.

“Ini menarik. Di saat kita disebut negara paling bahagia, ternyata kita juga masih dibayangi angka kemiskinan yang tinggi,” ujar Anis.

Anis lantas menyebut ada dua hal yang sebenarnya menjadi berkah bagi bangsa Indonesia. Selain sumber daya alam yang melimpah, rakyat Indonesia secara alamiah juga memiliki jaring sosial dan ikatan keagamaan yang kuat.

“Di desa-desa, orang bisa bahagia meski penghasilan minim. Mereka masih bisa ngopi bersama, tertawa, dan saling berbagi. Ini tak terjadi di negara lain,” ujarnya.

Ia mencontohkan perbedaan dengan masyarakat Jepang yang secara ekonomi lebih mapan, tetapi tingkat stresnya tinggi. “Mereka sulit merealisasikan kemanusiaan secara utuh,” ucap Anis.

Dalam kajiannya, Anis juga mengkritik sistem kapitalisme yang menyamakan kebahagiaan dengan kepemilikan barang. “Kepemilikan berlebih justru tak menambah kebahagiaan. Punya motor pertama menyenangkan, tapi motor keempat? Tidak ada bedanya,” sentilnya.

Anis menekankan bahwa konsep kebahagiaan di Indonesia lebih bersifat kualitatif, tidak melulu soal materi. “Orang bisa menemukan kebahagian tanpa harus lebih dahulu menjadi kaya; kebahagian bahkan bisa diraih ketika masih mereka dalam kategori miski,” tandasnya.

Menurut Anis, budaya guyub rukun dan toleransi antarwarga merupakan anugerah besar yang dimiliki bangsa Indonesia. Nilai ini perlu dijaga dari berbagai upaya perpecahan.

“Belanda dulu menjajah dengan politik pecah belah, dan narasi-narasi itu masih hidup hingga kini. Seperti membenturkan orang Jawa dengan Sunda, atau Islam dengan tradisi lokal,” jelasnya.

Anis juga menegaskan bahwa kohesi sosial bangsa Indonesia sudah ada jauh sebelum kolonialisme. Ia menyinggung peristiwa sejarah seperti ekspedisi Kalinyamat dan perang Pati Unus sebagai bentuk solidaritas dan kesatuan bangsa berbasis nilai keagamaan.

“Perang Diponegoro bukan hanya perang Jawa, tapi juga perang umat. Kita sudah punya semangat persatuan sejak dulu,” tegasnya.

Anis juga mengajak masyarakat agar tidak memaksakan standar Barat pada kehidupan bangsa sendiri. Ia menyindir bagaimana Papua dianggap ‘tertinggal’ oleh dunia modern, padahal belum tentu orang Barat bisa hidup seperti masyarakat Papua.

“Jangan paksa burung tinggal di air, atau ikan hidup di udara. Semua punya kearifan dan kekayaannya masing-masing,” ujarnya.

Dengan kekayaan alam dan sosial yang dimiliki Indonesia, Anis menyebut tugas pemimpin sebenarnya tidaklah berat. “Masyarakat kita sudah bahagia secara kualitatif. Tugas pemimpin hanya tinggal mengelola alam dan menjaga kebersamaan,” tandasnya.

Anis mengingatkan agar masyarakat untuk tak mudah terjebak dalam narasi yang sengaja dibuat untuk mengadu domba. Ia selalu mengajak agar masyarakat menjaga kewaspadaan diri terhadap segala gejolak yang ada.

“Bangsa yang beragama dan paling berbahagia ini bisa carut marut kalau kita mudah diadu domba,” tutupnya.

(LINGKAR NETWORK – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Anis Sholeh Ba’asyinbudaya guyub rukunbudaya lokalIndonesia negara paling bahagiakebahagiaan Indonesiakemiskinan IndonesiaMerayakan Kemiskinan dengan BahagiaNgaji NgAllahspiritualitas IndonesiaSuluk Maleman
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

TPA Jatibarang Kritis, Pemkot Semarang Percepat Program Pengolahan Sampah Jadi Listrik

Next Post

DBH Migas Dinilai Tak Adil, Blora Ajukan 3 Dampak Negatif sebagai Indikator Pembagian

Basuki

Basuki

Berita Terkait

NgAllah Suluk Maleman: Asal Allah Tak Murka

NgAllah Suluk Maleman: Asal Allah Tak Murka

by utia
20 September 2026
539

PATI, Harianmuria.com - Kisah di balik doa Rasulullah di Thaif memberi pelajaran penting bagi umat muslim. Selain mengajarkan kasih sayang, juga agar tidak mudah terpengaruh omongan orang. Kisah...

NgAllah Suluk Maleman : BANGSA YANG KEHILANGAN KUDA-KUDA

NgAllah Suluk Maleman : BANGSA YANG KEHILANGAN KUDA-KUDA

by Admin
22 Juni 2026
581

Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin menyoroti persoalan hilangnya cara pandang bangsa dalam melihat kemanusiaan. Padahal sejarah menunjukkan banyaknya perjuangan melawan penjajah justru didasari nilai-nilai dasar yang sudah...

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

NgAllah Suluk Maleman: Kita, Agama dan Kuasa

by ulfa puspa
25 Mei 2026
703

PATI, Harianmuria.com – Penyalahgunaan relasi kuasa patut menjadi bahan perenungan yang serius. Keberadaan ilmu tentu menjadi penting untuk mencegah persoalan itu terjadi di tengah carut marut saat ini....

NgAllah Suluk Maleman: Peradaban yang Dikendalikan Amarah dan Syahwat

NgAllah Suluk Maleman: Peradaban yang Dikendalikan Amarah dan Syahwat

by Rosyid
19 April 2026
623

PATI, Harianmuria.com - NgAllah Suluk Maleman yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Kabupaten Pati, pada Sabtu malam, 18 April 2026, kembali mengajak kita merenung: bagaimana menjaga kemanusiaan...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
539
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
529
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Wujudkan Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKNT IPB Hadir dengan Program SYNERA

Wujudkan Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKNT IPB Hadir dengan Program SYNERA

29 Juli 2026
621
Jepara in Fashion 2026 Pamerkan Wastra Lokal Khas Daerah

Jepara in Fashion 2026 Pamerkan Wastra Lokal Khas Daerah

25 Mei 2026
773

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya