PATI, Harianmuria.com – Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Sukarno mengingatkan festival budaya yang akan digelar di Hari Jadi Pati ke 701 banyak mengangkat kearifan lokal.
Menurutnya, dengan ditampilkannya berbagai pertunjukan budaya khas dari masing-masing kecamatan, masyarakat dapat lebih mengenal budaya yang ada di Pati sendiri. Maka dari itu, pertunjukan budaya tersebut akan mampu mengangkat nama baik Pati lebih baik lagi.
“Festival budaya yang digelar nanti kan dari siswa yang mempraktekkan, mereka mewakili kecamatan. Itu harus ditunjukkan kepada masyarakat luas, biar tahu potensi budaya yang ada di Pati,” ujarnya pada Jumat, 26 Juli 2024.
Sukarno mewanti-wanti jangan sampai ada budaya lain yang dipertunjukkan dalam perayaan di Hari Jadi Pati ke-701 nantinya.
“Tapi jangan sampai ada budaya apa itu, memutar musik dengan keras dan berjoget-joget itu ya. Bisanya kan gitu kalau sekarang,” tegasnya.
Dengan mengusung kesenian khas daerah, Sukarno berharap Pati lebih dikenal sebagai kota yang kaya akan budaya. Mengingat, banyak sekali potensi budaya yang ada di kabupaten berjuluk Bumi Mina Tani.
“Semoga kedepannya nanti dengan budayanya Pati lebih dikenal di masyarakat luas, kalau bisa luar kota juga,” harapnya.
Ali Badrudin Harap Hari Jadi Pati ke-701 Dipersiapkan dengan Matang
Sebelumnya, Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Paryanto menyampaikan Hari Jadi Kabupaten Pati pada 8 Agustus 2024 nanti akan digelar parade festival budaya. Parade akan dimulai dari Jalan Diponegoro tepatnya depan SMPN 5 Pati hingga Alun-alun Pati dengan konsep seperti Festival Giri Samudra tahun 2023 lalu.
“Untuk paradenya nanti di Jalan Diponegoro, startnya di SMP 5 ke timur sampai panggung kehormatan di alun-alun,” paparnya.
Nantinya, terdapat 25 grub yang akan mengikuti parade budaya. Mereka terdiri dari siswa-siswi SMP yang mewakili masing-masing kecamatannya.
“Ini akan kita tampilkan kurang lebih 25 grub akan diwakili siswa di masing-masing kecamatan, mengoptimalkan peserta didik dari SMP se-Kabupaten Pati yang kita bentuk menjadi 25 grub,” tandasnya. (Lingkar Network | Setyo Nugroho – Harianmuria.com)











