• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Ngaji Suluk Maleman ke-142: Istiqomah Landasan Pribadi Mulia

Sekar Sari by Sekar Sari
23 Oktober 2023
in Kajian Agama
72 0
Anis Sholeh Ba’asyin dan Dr. Abdul Jalil dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Meniti Batas’ yang digelar Sabtu (21/10/2023) kemarin. (Dok. Harianmuria.com)

Anis Sholeh Ba’asyin dan Dr. Abdul Jalil dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman ‘Meniti Batas’ yang digelar Sabtu (21/10/2023) kemarin. (Dok. Harianmuria.com)

557
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Harianmuria.com – Reaksi dan tindakan langsung manusia pada dasarnya dikendalikan oleh otaknya. Kerja otak itu sendiri dibentuk oleh pembiasaan. Pembiasaan inilah yang nantinya akan membentuk khulq, wadah halus atau kepribadian, yang manifestasinya adalah akhlak. Maka istiqomah dalam kebaikan otomatis akan melahirkan pribadi mulia. Demikian pula sebaliknya.

Demikian ungkap Anis Sholeh Ba’asyin dalam pembukaan Ngaji Suluk Maleman edisi ke142, yang mengambil tema “Meniti Batas” di Rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu, (21/10/2023) kemarin. Baginya, kehidupan manusia proses meniti shirothol mustaqim.

“Dalam kehidupan, manusia harus bisa meniti batas. Batas yang membentang antara samudra keabadian dan samudra kefanaan, antara yang ruhani dengan yang jasmani, antara individu dengan masyarakat, antara masa lampau dan masa depan, antara yang lokal dan yang universal, dan seterusnya. Garis batas itulah yang disebut sebagai shirothol mustaqim,” terangnya

Agar dapat berjalan secara tepat, salah satu landasan pentingnya menurut Anis adalah sudah terinstallnya kebiasaan baik di memori otaknya; karena dari sinilah salah satu pengendalinya. Hanya saja, karena tak dibekali latihan pembiasaan dengan baik dan istiqomah, nalar otak dan reaksi kita sering terlihat acak, tidak konsisten. Apalagi di zaman sekarang, dimana persoalan duniawi lebih dominan mengendalikan rata-rata nalar otak manusia.

“Memang, tanpa latihan pembiasaan kebaikan secara istiqomah, nalar otak kita akan gampang dipengaruhi oleh kondisi-kondisi sesaat. Seperti dalam momen politik misalnya. Zaman dulu untuk kampanye harus mendatangkan banyak massa. Karena jika di tengah banyak orang, seringkali merasa di jalur yang tepat,” ujarnya.

Rupanya model kampanye sekarang mulai berganti. Yakni dengan narasi dan pencitraan. Bahkan tak jarang hingga cara berpakaian harus ditata sedemikian rupa untuk dapat menarik massa. Sehingga persoalan kampanye tak lagi dicetak oleh gagasan.

“Justru calon-calonlah yang dicetak. Bukan rasionalitas lagi yang berjalan. Tapi mencoba mengarahkan naluri otak masyarakat,” satirenya.

Keberadaan survei pun terkadang menyampingkan obyektivitas, dan hanya dipakai untuk menciptakan dampak yang mungkin dicapainya dalam mempengaruhi pilihan masyarakat. Karena cara kerja otak secara umum selalu cenderung memilih untuk menempel pada kawanan terbanyak dan menghindar dari kawanan yang sedikit; maka unsur kemenangan dalam survei, apalagi dengan suara yang signifikan menjadi sangat penting.

Sambil mengutip sebuah hadits, Anis lantas menyebut bahwa pembiasaan dalam kebaikan harus mulai dilakukan sejak dini, sehingga di usia tujuh tahun dasar-dasarnya sudah terbentuk.

“Pembiasaan itulah yang akan tersimpan di memori di otak, dan akan melahirkan reaksi tindakan baik dalam beragam kondisi yang akan ditemuinya. Misalkan saja, anak yang terbiasa membuang sampah pada tempatnya, kebiasaan ini nantinya tidak hanya membentuk kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, tapi akan membentuk kebiasaan bereaksi pada apa pun secara tepat dan pada tempatnya,” terangnya.

Begitu pula jika terbiasa melanggar aturan, tentu juga akan melakukan pelanggaran-pelanggaran lainnya. Syariat Islam, setidaknya salah satu fungsinya, memang dirancang sebagai sarana untuk pelatihan dan pembiasaan agar landasan hidup manusia bisa dibangun.

“Seperti dilatih berhenti makan sebelum kenyang, menggunakan air secukupnya, shalat tepat waktu. Sebenarnya semua syariat jika dilakukan untuk melahirkan pribadi yang mulia. Kita akan menghindari berbohong, tidak berfikir merebut hak orang lain. Kita tahu batas-batasnya sehingga tidak akan menabraknya,” tambahnya.

Menurut Anis, ini semua yang seharusnya sejak dini dilatihkan. Bukan sekadar hafalan atau pengetahuan. Kanjeng Nabi pun sudah memiliki sifat shidiq dan amanah sejak sebelum menjadi Nabi.

“Belajar agama tentu tak sebatas sebagai pengetahuan saja, namun juga mempraktekannya dalam perbuatan. Jangan sampai ilmu hanya di ingatan saja, yang muncul sekadar sebagai wacana, namun tak tampak dalam perbuatan,” tambahnya.

Pesantren sendiri, demikian tambah Anis, meski ada level pengetahuan didalamnya, namun yang utama justru membentuk pribadi-pribadi mulia. Demikian juga para pahlawan kemerdekaan. Mereka tak menjadikan kekuasaan dan kekayaan sebagai dasarnya perjuangan, namun sebagai pengabdian kemanusiaan.

Dr. Abdul Jalil, salah narasumber yang hadir malam itu menyebutkan jika melihat tema tentang meniti batas, maka yang penting dipahami adalah bagaimana mengukur batas tersebut. Seperti halnya batas kesabaran.

“Padahal disebutkan. Kalau diperangi maka lawanlah. Namun jangan sampai melampaui batas. Lalu batas itu yang membuat siapa?” tanyanya.

Maka menurutnya etika dan sopan santun bisa menjadi salah satu batasan untuk melakukan tindakan tertentu.

Diskusi tersebut tampaknya memaksa ratusan penyaksi yang datang secara langsung maupun lewat berbagai kanal media, untuk kembali berfikir ulang tentang banyak hal yang selama ini dijalaninya. Kehadiran musik dari Sampak GusUran, tampaknya membantu menyegarkan jalannya Ngaji NgAllah Suluk Maleman tersebut. (Lingkar Network | Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Anis Sholeh Ba’asyinInfo PatiKajian AgamaNgaji NgAllah Suluk Malemanpati
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Pimpin Apel HSN 2023, Pj Bupati Jepara Ingatkan Peran Santri Jihad Melawan Masalah Kesehatan

Next Post

Jelang Pemilu, Santri di Pati Diberi Pendidikan Politik lewat Film Dokumenter

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Monitor Penataan Trotoar Jalan Sudirman Pati, Kementerian PU Pastikan Sesuai Spek

Monitor Penataan Trotoar Jalan Sudirman Pati, Kementerian PU Pastikan Sesuai Spek

by ulfa puspa
8 Oktober 2026
531

PATI, Harianmuria.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Penataan Bangunan, Permukiman, dan Kawasan, Dika Dwi Angga,meninjau proyek penataan trotoar Jalan Sudirman, Kabupaten...

APBD Pati 2027 Masih Dibahas, Pemkab Fokus Infrastruktur Meski TKD Turun Rp3 M

APBD Pati 2027 Masih Dibahas, Pemkab Fokus Infrastruktur Meski TKD Turun Rp3 M

by ulfa puspa
7 Oktober 2026
514

PATI, Harianmuria.com – DPRD Kabupaten Pati bersama pemerintah setempat setuju melanjutkan pembahasan Raperda APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2027. Persetujuan tersebut setelah seluruh fraksi DPRD Pati menyampaikan pandangan...

Proyek Trotoar Jalan Sudirman, DPUTR Pati Sebut Tak Dilibatkan Secara Teknis

Proyek Trotoar Jalan Sudirman, DPUTR Pati Sebut Tak Dilibatkan Secara Teknis

by ulfa puspa
7 Oktober 2026
644

PATI, Harianmuria.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati mengaku tidak dilibatkan secara teknis dalam proyek renovasi trotoar Jalan Sudirman. Plt Sekretaris DPUTR Pati, Widyotomo,...

Dimintai Klarifikasi, Sejumlah Camat di Pati Absen Rapat Paripurna Karena Ada Musrenbang

Dimintai Klarifikasi, Sejumlah Camat di Pati Absen Rapat Paripurna Karena Ada Musrenbang

by ulfa puspa
7 Oktober 2026
742

PATI, Harianmuria.com – Komisi A DPRD Kabupaten Pati memanggil sejumlah camat untuk klarifikasi buntut tidak hadir dalam rapat paripurna DPRD tentang perubahan APBD pada 14 September 2026. Ketua...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
541
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
529
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    209 shares
    Share 84 Tweet 52
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Desa Bakaran Wetan, salah satu Desa Wisata yang ada di Kabupaten Pati. (Instagram @desawisatabakaranwetan/Harianmuria.com)

Liburan Sambil Belajar Budaya di 12 Desa Wisata Kabupaten Pati

14 Oktober 2022
1k
Ikan bakar khas Bendungan Logung, disajikan dengan latar panorama perbukitan dan telaga yang memanjakan mata.

Kulineran Ikan Bakar di Bendungan Logung, Raja Ampat-nya Kudus yang Lagi Hits

2 Agustus 2025
873

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya