SEMARANG, Harianmuria.com – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen buka suara terkait viralnya pernyataan seorang kiai asal Kabupaten Jepara yang menolak dan menganggap program Makan Bergizi Gratis (MBG) haram.
Kiai bersama Ahmad Mundofar tersebut memperkenalkan dirinya sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Al Husna Internasional Mayong. Ia menyatakan semua keluarga besar Al Husna baik KB IT, TK IT, SD IT, SD Tahfidz, SMP IQ, SMA IQ, menolak dan tidak menerima MBG.
Ahmad Mundofar juga menganggap menerima program MBG sebagai perbuatan dosa. Pernyataan itu dilontarkan dalam sebuah video viral di media sosial (Medsos), berdurasi kurang lebih 2 menit 51 detik.
Salah satu akun yang membagikan unggahan tersebut adalah akun Tiktok @mbah.mun034. Saat berita ini ditulis, unggahan itu telah mendapatkan 33.7 ribu tanda suka dan 4.225 komentar.
“(Saya) yang beberapa bulan ini kami menerima MBG adalah kami anggap sebagai dosa. Yang kami harus bertaubat kepada Allah Subhanahu Wata’ala,” kata Mundofar dalam videonya.
Menanggapi hal tersebut Wakil Gubernur yang kerap disapa Gus Yasin manyampaikan menghormati pandangan tersebut dan menegaskan bahwa korupsi memang dilarang dalam ajaran Islam.
“Saya apresiasi. Dalam Al-Quran memang membantu melakukan perkara korupsi itu dilarang syariat. Tapi tinjau dulu, membantu itu sifatnya bagaimana, karena ada penerima yang tidak membantu (korupsi),” kata Gus Yasin.
Gus Yasin yang juga menjadi Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG Jateng juga menghormati apa yang disampaikan Mundofar. Sebab, dalam Al-Quran juga sudah ditegaskan bahwasanya membantu praktik korupsi itu dilarang. Namun menurutnya tujuan utama MBG adalah meningkatkan gizi ibu hamil, anak sekolah, dan masyarakat yang membutuhkan.
“Sehingga programnya tidak bisa disamakan dengan korupsi. (Tujuan program) secara keagamaan tidak dilarang. Maka munculnya permasalahan korupsi, jual beli (titik SPPG) saat ini, mulai dibenahi pemerintah,” jelasnya.
Gus Yasin menambahkan, pemerintah tak boleh tutup mata terhadap mereka yang membutuhkan. Karena itu, program MBG dinilai penting untuk membantu masyarakat.
“Ada anak-anak dapat sekolah tapi keterbatasan finansial, tak bisa makan, jadi harus dipikirkan juga ini,” imbuhnya.
Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Sekar










