SEMARANG, Harianmuria.com – Kebakaran melanda Zona 3 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kelurahan Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Selasa dini hari, 29 September 2026. Area timbunan sampah yang terbakar diperkirakan mencapai 1.000 meter persegi.
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang mengerahkan 40 personel dengan tujuh armada untuk menangani kebakaran tersebut. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 03.45 WIB setelah petugas melakukan pemadaman sekaligus penyekatan agar api tidak menjalar ke area lain.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestutu, mengatakan penanganan dilakukan segera setelah laporan kebakaran diterima. Petugas kemudian melanjutkan pemantauan dan pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
“Alhamdulillah tadi malam begitu kejadian kebakaran cepat. Pagi tadi sudah,” kata Agustina.
Agustina menjelaskan, potensi kebakaran di kawasan TPA Jatibarang berkaitan dengan kondisi timbunan sampah yang dapat menghasilkan gas metan. Gas tersebut mudah terbakar, terlebih ketika kondisi cuaca kering disertai angin.
Ia menyebut kebakaran serupa juga pernah terjadi pada 2024-2025. Saat itu, api sempat terlihat berwarna biru yang disebut menjadi indikasi adanya kandungan gas metan pada timbunan sampah.
“Karena tumpukan di bawahnya ini memang mengandung gas metan,” ujarnya.
Agustina mengatakan Pemkot Semarang sebelumnya telah berupaya memanfaatkan gas metan yang dihasilkan dari timbunan sampah melalui kerja sama dengan sejumlah pihak. Namun, upaya tersebut belum dapat berjalan maksimal karena kualitas gas hasil pengolahan belum memenuhi persyaratan untuk diterima PLN.
“Gas metan ini dulu pernah diinisiasi dengan teknologi tertentu, dikerjasamakan dengan berbagai pihak. Ternyata ketika sampai di PLN tidak memenuhi standar. Ditolak,” jelasnya.
Menurut Agustina, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah kota untuk terus mengembangkan teknologi pengolahan sampah. Salah satu teknologi yang didorong adalah pirolisis, yang diharapkan dapat mengurangi timbunan sampah lama di TPA Jatibarang.
“Yang pirolisis ini akan sedikit demi sedikit mengurangi deposit sampah yang sudah ada. Dan ini akan berjalan beriringan,” katanya.
Ia menyebut persoalan timbunan sampah di TPA Jatibarang masih akan dihadapi pemerintah hingga fasilitas pengolahan sampah dapat dibangun dan beroperasi secara optimal. Pemkot Semarang menargetkan penanganan tersebut berlangsung hingga 2028.
“Apa pun itu kita masih akan menanggung timbunan sampah sampai tahun 2028, ketika proses pengolahan sampahnya ini dibangun,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kebakaran kembali terjadi, Agustina menekankan pentingnya pengawasan dan kesiapsiagaan petugas di kawasan TPA.
“Yang bisa kita lakukan supaya kebakaran itu tidak terjadi lag, Ya, kita berjaga. Berjaga terus,” tegasnya.
Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, mengatakan laporan mengenai kebakaran diterima pihaknya sekitar pukul 22.10 WIB. Petugas kemudian langsung menuju lokasi dengan mengerahkan personel dan armada pemadam.
“Kami mendapati api telah membakar di Zona 3 dan area yang terbakar sekitar 1.000 meter persegi. Petugas langsung melakukan proses pemadaman dan penyekatan area agar tidak merambat ke zona lainnya,” ujarnya.
Ia menerangkan, proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 03.45 WIB. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran lanjutan.
Dalam operasi tersebut, petugas menggunakan sumber mata air yang berada di sekitar lokasi dengan bantuan pompa portable.
Mengenai penyebab kebakaran, Ade mengatakan pihaknya masih menunggu hasil penelusuran lebih lanjut.
“Menurut keterangan dari Kepala TPA Jatibarang, dugaan sementara penyebab kebakaran belum diketahui,” ungkap Ade.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, memastikan kondisi kebakaran telah terkendali. Meski demikian, petugas masih melakukan pendinginan di sejumlah titik.
“Pagi ini tinggal pendinginan, sudah tidak ada titik api, hanya beberapa titik yang masih ada kepulan asap,” katanya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid











