BATANG, Harianmuria.com – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang, Kabupaten Batang dihentikan sementara selama 30 hari menyusul dugaan keracunan yang dialami penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hingga kini terus melakukan investigasi untuk mencari penyebab keracunan yang berdampak ke lebih dari 700 orang di Batang itu.
Kasus tersebut juga mendapat perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang meninjau langsung kondisi pasien di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Batang, Senin, 28 September 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Zulfachmi Wahab mengatakan pemeriksaan dilakukan setelah muncul laporan adanya penerima manfaat yang mengalami sejumlah keluhan kesehatan.
Petugas puskesmas terdekat kemudian melakukan penelusuran ke lokasi terdampak dan SPPG. Sejumlah sampel juga sudah diambil untuk mengetahui kemungkinan faktor yang berkaitan dengan munculnya keluhan tersebut.
Pemeriksaan mencakup makanan dan bahan makanan yang disajikan, air, serta spesimen pasien seperti muntahan maupun feses apabila terdapat keluhan diare.
“Sampelnya baik air, makanan dan bahan makanan yang disajikan. Kalau ada muntahan, kita periksa muntahannya,” katanya.
Selain pengambilan sampel, pemeriksaan juga mencakup kondisi sanitasi lingkungan SPPG. Petugas mengecek dokumen, penggunaan alat pelindung diri, serta peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan makanan.
Zulfachmi mengatakan penjamah makanan di SPPG pada umumnya telah memperoleh pelatihan mengenai pengolahan makanan dan upaya pencegahan keracunan. Namun, hasil investigasi tetap diperlukan untuk mengetahui secara pasti penyebab munculnya keluhan pada penerima manfaat.
Menurutnya, Pemprov masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang telah dikirim ke Yogyakarta. Kesimpulan mengenai penyebab kejadian akan ditentukan setelah seluruh pemeriksaan dan investigasi selesai.
Di tengah proses tersebut, penanganan terhadap penerima manfaat yang mengalami keluhan terus dilakukan. Hingga Senin (28/9/2026) pukul 07.00 WIB, jumlah penerima manfaat yang terdampak tercatat lebih dari 700 orang.
Sebagian besar penerima manfaat telah menjalani rawat jalan atau diperbolehkan pulang. Sementara 34 pasien masih mendapatkan perawatan di RSUD Batang, RSUD Limpung, dan Puskesmas Bawang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Ida Susilaksmi mengatakan kondisi pasien yang masih menjalani perawatan menunjukkan perkembangan positif.
“Dari laporan semua fasilitas kesehatan yang saat ini sedang merawat, semua pasien dalam kondisi terhidrasi dan sudah dalam pemulihan,” katanya.
Pasien masih berada dalam pemantauan dokter penanggung jawab. Pemulangan dilakukan setelah kondisi masing-masing pasien dinilai memungkinkan.
Adapun keluhan yang dilaporkan penerima manfaat antara lain pusing, mual, diare, dan sakit perut.
Sementara itu, penghentian operasional SPPG Bawang selama 30 hari menjadi bagian dari penanganan pascakejadian. Keputusan mengenai operasional SPPG selanjutnya berada dalam kewenangan Badan Gizi Nasional.
Editor: Sekar











