• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Kamis, Agustus 13, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Forum MPU, Gubernur Jateng Sorot Alih Fungsi Lahan dan Ketahanan Pangan

ulfa puspa by ulfa puspa
12 Mei 2026
in Semarang, News, Politik
69 2
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi usai Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) yang berlangsung pada 11-12 Mei 2026 di Kota Semarang. (Rizky Syahrul/Harianmuria.com)

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi usai Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) yang berlangsung pada 11-12 Mei 2026 di Kota Semarang. (Rizky Syahrul/Harianmuria.com)

548
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Sepuluh provinsi terlibat dalam agenda strategis Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) pada 11-12 Mei 2026 di Jawa Tengah.

Forum MPU fokus membahas penguatan konektivitas antarwilayah menuju swasembada pangan dan ketahanan energi nasional.

Selaku tuan rumah rapat forum MPU, Gubernur Jawa Tengah Ahamd Luthfi mengatakan Pulau Jawa hingga luar jawa memiliki persamaan masalah ketahanan pangan yakni luas lahan pangan. Namun, ersoalan utama yang dihadapi hampir seluruh daerah adalah ketahanan pangan, khususnya luas lahan pertanian yang terus tergerus pembangunan.

Jawa Tengah memiliki sekitar 1,67 juta hektare lahan pangan yang masuk kategori lahan sawah dilindungi atau LSD dan harus dijaga agar tidak berubah fungsi.

Gubernur Jateng menegaskan sinkronisasi dengan Kementerian ATR/BPN penting dilakukan agar pembangunan dan investasi tidak berbenturan dengan lahan hijau produktif.

“Ketahanan pangan yang paling utama adalah bagaimana luas lahan kita tidak direduksi untuk berubah fungsi,” ujarnya.

Selain persoalan lahan, Gubernur Jateng menyoroti pentingnya kolaborasi antardaerah dalam pengendalian inflasi pangan. Ia mencontohkan distribusi komoditas cabai dan bawang merah dari Jawa Tengah ke berbagai daerah di Indonesia yang harus dikelola lebih baik agar harga tetap stabil.

Menurutnya, koordinasi antar pemerintah daerah, termasuk peran asisten daerah dan BUMD, harus diperkuat untuk melakukan pemetaan kebutuhan dan kelebihan komoditas antarwilayah.

“Ketahanan pangan berarti bahan pokok penting. Harus ada kolaborasi antarwilayah supaya distribusi berjalan baik dan inflasi bisa dikendalikan bersama,” katanya.

Jateng Tuan Rumah Forum MPU, 10 Gubernur akan Bahas Kerja sama Pangan dan Energi

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga memaparkan persoalan penurunan muka tanah dan rob di wilayah Pantura Jawa Tengah yang mencapai 8 hingga 11 sentimeter per tahun akibat pengambilan air tanah dan perubahan lingkungan.

Sebagai langkah penanganan, pemerintah membangun proyek Giant Sea Wall di kawasan Semarang-Demak sepanjang 10 kilometer dengan anggaran sekitar Rp10,7 triliun dari pemerintah pusat. Proyek tersebut dilengkapi kolam retensi untuk menahan banjir dan rob dan ditargetkan mulai diresmikan pada Juli 2026.

“Giant Sea Wall ini menjadi salah satu upaya pengendalian garis pantai yang sifatnya nasional dan jangka panjang,” jelasnya.

Selain ketahanan pangan dan infrastruktur pesisir, forum MPU juga membahas persoalan sampah yang disebut sebagai problem nasional.

Ahmad Luthfi menyebut produksi sampah mencapai 6,4 juta ton per tahun, namun baru sekitar 30 persen yang mampu diolah.

Ia menegaskan target pemerintah pusat pada 2029 adalah zero sampah sehingga penanganannya harus dilakukan dari hulu hingga hilir secara terpadu.

Sementara itu perwakilan dari Provinsi Jawa Barat melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sumasna mengatakan Jawa Barat saat ini mengalami surplus beras, namun kebutuhan pangan masyarakat tidak hanya bergantung pada komoditas tersebut.

Karena itu, kerja sama antarwilayah dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan lain seperti telur, cabai, hingga kentang.

Selain itu, Jawa Barat juga masih menghadapi tantangan dalam pemanfaatan energi baru terbarukan sehingga perlu belajar dari pengalaman provinsi lain melalui forum kerja sama tersebut.

“Melalui kerja sama seperti ini kita bisa mengoptimalkan pekerjaan rumah kita, khususnya di bidang pangan dan energi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sumasna juga memaparkan keberhasilan Jawa Barat meningkatkan produksi padi sepanjang 2025. Produksi gabah kering disebut meningkat signifikan hingga sekitar 1,6 juta ton dibanding tahun sebelumnya.

Menurutnya, peningkatan tersebut didorong penerapan teknologi pertanian, pemilihan varietas unggul, serta pengelolaan irigasi yang lebih baik.

“Produksi padi kita lompat luar biasa dibanding 2024. Itu karena pemanfaatan teknologi, penentuan varietas, dan pengelolaan irigasi yang baik,” jelasnya.

Terkait sinergi dengan Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat selama ini menjalin kerja sama pasokan sejumlah komoditas pangan, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri dan Iduladha.

Ia menyebut Jawa Tengah menjadi salah satu pemasok telur dan cabai untuk Jawa Barat, terutama saat kebutuhan masyarakat meningkat.

“Untuk cabai, produksi kita terbatas terutama di wilayah Priangan. Karena itu kami berharap pasokan tetap dari Jawa Tengah,” katanya.

Sementara untuk komoditas kentang, Jawa Barat berperan dalam penyediaan benih, sedangkan hasil budidaya lanjutan sebagian dipasok kembali dari Jawa Tengah ke Jawa Barat.

Sumasna mengapresiasi penyelenggaraan FKD MPU oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan berharap hasil pembahasan dapat segera ditindaklanjuti bersama seluruh daerah anggota.

“Kami apresiasi Pak Gubernur Jawa Tengah yang sudah menyelenggarakan acara ini dengan cukup apik. Mudah-mudahan apa yang direpresentasikan bisa kita tindak lanjuti bersama,” pungkasnya.

Diketahui, Gubernur yang tergabung dalam forum MPU meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Tengah.

Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (MPU) berencana membangun kerja sama pangan dan energi.

Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Ahmad LuthfiBerita JatengGubernur JatengKetahanan PanganPemprov Jateng
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Pembangunan Pasar Induk Rembang Terganjal Anggaran dan Restu Pusat

Next Post

Ketua DPRD Pati Imbau Demo 13 Mei 2026 Berjalan Damai-Kondusif

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Ratusan monyet ekor panjang turun ke lahan pertanian warga di sejumlah daerah Jateng saat kemarau 2026, merusak tanaman petani.

Kawanan Monyet Ekor Panjang Turun Gunung, Serbu Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Jateng

by Basuki
12 Agustus 2026
529

Ratusan monyet ekor panjang turun ke lahan pertanian warga di sejumlah daerah Jateng saat kemarau 2026, merusak tanaman petani.

Perbaiki Jalan Jepara-Kelet, Pemprov Jateng Kucurkan Rp29 Miliar

Perbaiki Jalan Jepara-Kelet, Pemprov Jateng Kucurkan Rp29 Miliar

by Rosyid
6 Agustus 2026
620

JEPARA, Harianmuria.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mengalokasikan anggaran sebesar Rp29 miliar untuk menangani tiga paket pekerjaan infrastruktur di ruas Jalan Jepara-Kelet. Sub Koordinator Jalan dan...

TKD Dipangkas, Taj Yasin Pastikan Gaji ASN Pemprov Jateng Masih Aman

TKD Dipangkas, Taj Yasin Pastikan Gaji ASN Pemprov Jateng Masih Aman

by ulfa puspa
5 Agustus 2026
525

SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan masih mampu menggaji aparatur sipil negara (ASN) meskipun dana transfer ke daerah (TKD) pada APBN 2026 dipangkas. Wakil Gubernur Jateng, Taj...

PHK Karyawan PT Victoria Apparel Semarang Cuma Dapat Pesangon 0,5 Kali

PHK Karyawan PT Victoria Apparel Semarang Cuma Dapat Pesangon 0,5 Kali

by ulfa puspa
4 Agustus 2026
520

SEMARANG, Harianmuria.com – Ratusan karyawan pabrik garmen PT Victoria Apparel di kawasan industri Lamicitra, Kota Semarang yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) hanya menerima pesangon 0,5 kali. Jumlah...

Load More

BERITA UTAMA

Saat Plt Bupati Pati Asyik Ikut Lomba Makan Kerupuk, Demo Sound Horeg Tayu Nyaris Ricuh

Saat Plt Bupati Pati Asyik Ikut Lomba Makan Kerupuk, Demo Sound Horeg Tayu Nyaris Ricuh

13 Agustus 2026
517
Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

12 Agustus 2026
520
Ratusan monyet ekor panjang turun ke lahan pertanian warga di sejumlah daerah Jateng saat kemarau 2026, merusak tanaman petani.

Kawanan Monyet Ekor Panjang Turun Gunung, Serbu Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Jateng

12 Agustus 2026
529
Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

11 Agustus 2026
543

TRENDING HARI INI

  • 80 Siswa Jadi Angkatan Perdana SNT 14 Jepara, MPLS Digelar di BBPMP Jateng

    80 Siswa Jadi Angkatan Perdana SNT 14 Jepara, MPLS Digelar di BBPMP Jateng

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • Jalan Semarang-Purwodadi di Grobogan Diperbaiki, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

    136 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Warga Binaan Rutan Blora Difasilitasi Pendidikan Kesetaraan Gratis hingga Dapat Ijazah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Dugaan Keracunan MBG Terulang, DPRD Rembang Beri Peringatan Keras ke SPPG

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didemo soal Larangan Sound Horeg, Camat Tayu Pati: Saya Cabut

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Petani Kopi di Kendal Diajari Kendalikan Hama Secara Terpadu dan Ramah Lingkungan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Skema Ganti Untung Ditolak, Pakuwon Pastikan Rumah Warga Gombel Diperbaiki

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Wujudkan Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKNT IPB Hadir dengan Program SYNERA

Wujudkan Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKNT IPB Hadir dengan Program SYNERA

29 Juli 2026
575
Menanam Pangan, Memulihkan Martabat: Ujian Nyata Asta Cita di Kemenimipas

Menanam Pangan, Memulihkan Martabat: Ujian Nyata Asta Cita di Kemenimipas

23 Juni 2026
528

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya