• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Oktober 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Forum MPU, Gubernur Jateng Sorot Alih Fungsi Lahan dan Ketahanan Pangan

ulfa puspa by ulfa puspa
12 Mei 2026
in Semarang, News, Politik dan Pemerintahan
71 3
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi usai Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) yang berlangsung pada 11-12 Mei 2026 di Kota Semarang. (Rizky Syahrul/Harianmuria.com)

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi usai Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) yang berlangsung pada 11-12 Mei 2026 di Kota Semarang. (Rizky Syahrul/Harianmuria.com)

566
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Sepuluh provinsi terlibat dalam agenda strategis Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) pada 11-12 Mei 2026 di Jawa Tengah.

Forum MPU fokus membahas penguatan konektivitas antarwilayah menuju swasembada pangan dan ketahanan energi nasional.

Selaku tuan rumah rapat forum MPU, Gubernur Jawa Tengah Ahamd Luthfi mengatakan Pulau Jawa hingga luar jawa memiliki persamaan masalah ketahanan pangan yakni luas lahan pangan. Namun, ersoalan utama yang dihadapi hampir seluruh daerah adalah ketahanan pangan, khususnya luas lahan pertanian yang terus tergerus pembangunan.

Jawa Tengah memiliki sekitar 1,67 juta hektare lahan pangan yang masuk kategori lahan sawah dilindungi atau LSD dan harus dijaga agar tidak berubah fungsi.

Gubernur Jateng menegaskan sinkronisasi dengan Kementerian ATR/BPN penting dilakukan agar pembangunan dan investasi tidak berbenturan dengan lahan hijau produktif.

“Ketahanan pangan yang paling utama adalah bagaimana luas lahan kita tidak direduksi untuk berubah fungsi,” ujarnya.

Selain persoalan lahan, Gubernur Jateng menyoroti pentingnya kolaborasi antardaerah dalam pengendalian inflasi pangan. Ia mencontohkan distribusi komoditas cabai dan bawang merah dari Jawa Tengah ke berbagai daerah di Indonesia yang harus dikelola lebih baik agar harga tetap stabil.

Menurutnya, koordinasi antar pemerintah daerah, termasuk peran asisten daerah dan BUMD, harus diperkuat untuk melakukan pemetaan kebutuhan dan kelebihan komoditas antarwilayah.

“Ketahanan pangan berarti bahan pokok penting. Harus ada kolaborasi antarwilayah supaya distribusi berjalan baik dan inflasi bisa dikendalikan bersama,” katanya.

Jateng Tuan Rumah Forum MPU, 10 Gubernur akan Bahas Kerja sama Pangan dan Energi

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga memaparkan persoalan penurunan muka tanah dan rob di wilayah Pantura Jawa Tengah yang mencapai 8 hingga 11 sentimeter per tahun akibat pengambilan air tanah dan perubahan lingkungan.

Sebagai langkah penanganan, pemerintah membangun proyek Giant Sea Wall di kawasan Semarang-Demak sepanjang 10 kilometer dengan anggaran sekitar Rp10,7 triliun dari pemerintah pusat. Proyek tersebut dilengkapi kolam retensi untuk menahan banjir dan rob dan ditargetkan mulai diresmikan pada Juli 2026.

“Giant Sea Wall ini menjadi salah satu upaya pengendalian garis pantai yang sifatnya nasional dan jangka panjang,” jelasnya.

Selain ketahanan pangan dan infrastruktur pesisir, forum MPU juga membahas persoalan sampah yang disebut sebagai problem nasional.

Ahmad Luthfi menyebut produksi sampah mencapai 6,4 juta ton per tahun, namun baru sekitar 30 persen yang mampu diolah.

Ia menegaskan target pemerintah pusat pada 2029 adalah zero sampah sehingga penanganannya harus dilakukan dari hulu hingga hilir secara terpadu.

Sementara itu perwakilan dari Provinsi Jawa Barat melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sumasna mengatakan Jawa Barat saat ini mengalami surplus beras, namun kebutuhan pangan masyarakat tidak hanya bergantung pada komoditas tersebut.

Karena itu, kerja sama antarwilayah dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan lain seperti telur, cabai, hingga kentang.

Selain itu, Jawa Barat juga masih menghadapi tantangan dalam pemanfaatan energi baru terbarukan sehingga perlu belajar dari pengalaman provinsi lain melalui forum kerja sama tersebut.

“Melalui kerja sama seperti ini kita bisa mengoptimalkan pekerjaan rumah kita, khususnya di bidang pangan dan energi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sumasna juga memaparkan keberhasilan Jawa Barat meningkatkan produksi padi sepanjang 2025. Produksi gabah kering disebut meningkat signifikan hingga sekitar 1,6 juta ton dibanding tahun sebelumnya.

Menurutnya, peningkatan tersebut didorong penerapan teknologi pertanian, pemilihan varietas unggul, serta pengelolaan irigasi yang lebih baik.

“Produksi padi kita lompat luar biasa dibanding 2024. Itu karena pemanfaatan teknologi, penentuan varietas, dan pengelolaan irigasi yang baik,” jelasnya.

Terkait sinergi dengan Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat selama ini menjalin kerja sama pasokan sejumlah komoditas pangan, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri dan Iduladha.

Ia menyebut Jawa Tengah menjadi salah satu pemasok telur dan cabai untuk Jawa Barat, terutama saat kebutuhan masyarakat meningkat.

“Untuk cabai, produksi kita terbatas terutama di wilayah Priangan. Karena itu kami berharap pasokan tetap dari Jawa Tengah,” katanya.

Sementara untuk komoditas kentang, Jawa Barat berperan dalam penyediaan benih, sedangkan hasil budidaya lanjutan sebagian dipasok kembali dari Jawa Tengah ke Jawa Barat.

Sumasna mengapresiasi penyelenggaraan FKD MPU oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan berharap hasil pembahasan dapat segera ditindaklanjuti bersama seluruh daerah anggota.

“Kami apresiasi Pak Gubernur Jawa Tengah yang sudah menyelenggarakan acara ini dengan cukup apik. Mudah-mudahan apa yang direpresentasikan bisa kita tindak lanjuti bersama,” pungkasnya.

Diketahui, Gubernur yang tergabung dalam forum MPU meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Tengah.

Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (MPU) berencana membangun kerja sama pangan dan energi.

Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Ahmad LuthfiBerita JatengGubernur JatengKetahanan PanganPemprov Jateng
SummarizeShare41SendShare
Previous Post

Pembangunan Pasar Induk Rembang Terganjal Anggaran dan Restu Pusat

Next Post

Ketua DPRD Pati Imbau Demo 13 Mei 2026 Berjalan Damai-Kondusif

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

by Rosyid
15 Oktober 2026
537

SEMARANG, Harianmuria.com - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menanggapi kabar Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Kalau itu benar, saya...

Wamendagri Usulkan Jateng Jadi Model Penanganan Tuberkulosis di Selurh Daerah

Wamendagri Usulkan Jateng Jadi Model Penanganan Tuberkulosis di Selurh Daerah

by ulfa puspa
14 Oktober 2026
516

DEMAK, Harianmuria.com – Wakil Menteri Dalam Negeri Ahmad Wiyagus mengusulkan Jawa Tengah sebagai model percontohan penanganan tuberkulosis untuk seluruh Indonesia. Rencana tersebut disampaikan saat meninjau Layanan Active Case...

Jateng Catat 1.778 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, 234 Terjadi di Sekolah

Jateng Catat 1.778 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, 234 Terjadi di Sekolah

by ulfa puspa
13 Oktober 2026
520

SEMARANG, Harianmuria.com – Kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai 1.778 kasus yang terlaporkan. Dari jumlah tersebut, 234 kasus terjadi di sekolah. Kasus kekerasan...

DPRD Jateng menerima audiensi Aliansi Perjuangan Pemekaran Kabupaten Brebes (APPKB) di Ruang Rapat Pimpinan Lantai I Gedung Berlian, Kota Semarang, Senin (12/10/2026). (Rizky Syahrul/Harianmuria.com)

Warga Menanti Sejak 1997, DPRD Jateng Kawal Pemekaran Brebes Selatan

by Redaksi
12 Oktober 2026
531

SEMARANG, Harianmuria.com – DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berkomitmen mengawal aspirasi pemekaran Brebes Selatan agar usulan pembentukan calon daerah otonom baru (CDOB) tidak kehilangan momentum di tengah penyusunan...

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
552
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
637
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    179 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • ORADO Goes to Campus 2026 Dorong Penjaringan Atlet Domino di Perguruan Tinggi Gresik

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Menjelang HUT RI, Penyedia Sewa Kostum di Rembang Banjir Orderan

Menjelang HUT RI, Penyedia Sewa Kostum di Rembang Banjir Orderan

2 Agustus 2022
854
Dua RSUD di Blora, yaitu RSUD Blora dan RSUD Cepu, kini membayar gaji pegawai menggunakan anggaran BLUD tanpa subsidi APBD.

RSUD Blora Catat Lonjakan Pendapatan dan Kualitas Layanan Sejak Berstatus BLUD

1 Oktober 2025
653

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya